Oji Musisi Si Anak Kampung Siap Merambah ke Jakarta

ROZI Syaputra musisi Melayu mendapat penghargaan dari Datok Rida K Liamsi dalam acara Hai Wai di studio Tanjungpinang Tv, Senin (1/2) pagi.

TANJUNGPINANG – Rozi Syaputra jebolan Akademi Liga Dangdut (2018) blakblakan soal tantangan dan obsesinya dalam mengembangkan dunia musik Melayu. Kini, anak muda dari Provinsi Kepri yang akrab disapa Oji ini, sudah menciptakan satu lagu Melayu, nan siap merambah ke Jakarta.

Obsesi Oji yang siap merambah ke Jakarta ini terkuak saat menjamu bintang tamu dalam acara Hai Wai, yang disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi Tanjungpinang Tv, Senin (1/2) pagi. Dalam acara Hai Wai yang dipandu Datok Rida K Liamsi ini, Rozi Syaputra meluahkan tentang kiprah dan tantangan musisi Melayu, di dunia industri musik Indonesia dan mancanegara.

Rozi Syaputra atau Oji dilahirkan 25 Agustus 1996 di Kampungbugis, yang merupakan kampung tua dan banyak sejarah di Kota Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepri. Saat ini, Oji sudah tahap menyusun skripsi di STAIN Abdurrahman Tanjungpinang.

Bicara musik, Oji mendapat dorongan dari orang tua. Awalnya, Oji gemar dengan lagu Malaysia dan Melayu. Dari lagu slow rock musisi negeri jiran, merambah ke musik Melayu, yang merupakan khas daerah Kepri. Dari situ pula, Oji mulai mengikuti lomba menyanyi antarkampung.

       
        Loading...    
   

“Awalnya, bukan gemar dangdut atau Melayu,” ucap Oji sambil tertawa saat menjawab pertanyaan Datok Rida K Liamsi.

Bahkan sebelum terjun ke musik, Oji justru menekuni mengaji dan ingin jadi qari. Bahkan tahun 2010, Oji rela tinggal di panti asuhan bersama anak yatim piatu, demi belajar seni tilawah (mengaji). Kurang lebih 8 tahun belajar mengaji. Sejak itu pula, Oji hampir setiap tahun tak pernah absen mengikut MTQ atau STQ. Beranjak dari sini dengan bermodalkan suara merdu, Oji mulai ikut nyanyi. Puncaknya, Oji mengikut lomba Liga Dangdut ketika ada audisi di Provinsi Kepri.

“Oji ikut audisi, lulus seleksi audi, sampai lah ke Jakarta. Tapi, rezeki sampai di 20 besar saje, di Jakarta tu. Itu tahun 2018. Tapi tetap bersyukur, banyak pengalaman yang didapatkan,” ungkapnya.

Tapi, prestasi di 20 besar di Liga Dangdut itu, tak membuat putus asa. Walaupun Oji meraih prestasi di Liga Dangdut, tapi tetap kembali kepada lagu Melayu. Baginya, musik Melayu ini istimewa dan memiliki etnik yang tinggi.

Oji yang menguasai sejumlah alat musik Melayu ini, mulai belajar menciptakan lagu. Di masa pandemi Covid-19, justru belajar membuat lagu. Selain menjalankan usaha dan memenuhi undangan tampil di acara. Baginya, tetap saja ada rezeki dan selalu dapat job (manggung), untuk membawakan lagu Melayu.

Di sela waktu senggang, Oji terus belajar olah vokal. Sebelumnya, belajar dasar olah vokal dengan Setiawan Bayu. Nah, sekarang, Oji belajar olah vokal itu lewat online. Hal ini membuktikan, Oji belajar dari bawah, dari kafe ke kafe. Masih muda dan terus belajar.

Dari sepintas perjalanan di dunia musik itu, Oji menilai, anak-anak Kepri banyak yang berbakat dan bagus dalam dunia musik. Tapi, susah untuk diadu atau bersaing dengan luar.

“Di Kepri ini, susah atau kendalanya itu, karena belum ada manajerial. Tidak ada wadah naungan bagi anak yang punya bakat, untuk dijadikan artis atau ke rekaman. Padahal ada peluang. Selama ini, kita hanya menunggu ada audisi dari pusat atau Tv nasional. Ini tantangannya tok,” ungkap Oji.

Sehingga, Oji berpendapat, untuk menggapai kesempatan-kesempatan dan mau mencari peluang, ya harus ke Jakarta untuk adu nasib.

“Di Kepri ini, maunya ada manajerial industri rekaman itu. Tapi kan, tak ada alat atau pentas untuk menggerakannya. Kalau yang Oji jalankan semua ini, ya rezeki dari Allah SWT,” sambungnya.

Ke depan, Oji punya rencana dan mau ke Jakarta, untuk mengejar obsesi menjadi penyanyi Melayu. Tapi, bagi Oji, harus ada usaha dulu yang bisa menghasilkan uang. Justru itu, Oji saat ini mengembangkan usaha jual beli tanjak dan baju Melayu. Tantangan, obsesi dan semua yang dilakukan Oji tak lepas dari kemelayuan.

Semangat Melayu pada jiwa Oji keturunan banjar yang juga merupakan rumpun Melayu ini, tetap ada dan satu keharusan. Justru itu, Oji tetap ingin mengembangkan musik genre Melayu. Sekarang, Oji lagi proses rekaman di lagu Melayu.

“Mudah-mudahan ada produsernya. Di Jakarta ada teman yang mau membantu. Berat memang tantangan untuk terjun di dunia musik itu. Tapi tetap bertahan,” ungkapnya.

Oji merupakan satu anak muda dari ribuan anak Kepri, yang berani menghadapi tantangan. Oji menyadari, Jakarta memang kiblat untuk pengembangan musik dari semua genre. Justru itu, Oji akan mencoba merambah ke Jakarta, untuk menghadapi tantangan dalam mengembangkan musik Melayu.

“Kuliah tetap jalan, walaupun ada keinginan itu,” tuturnya.

Selain manajerial industri musik, tantangan lain yaitu campur tangan pemerintah. Tapi bagi Oji, melihat perkembangan sekarang, anak muda kreatif. Namun, musisi Melayu maupun anak Kepri, tak selamanya mengharapkan pemerintah. Sebab, kata Oji, setiap pergantian pemimpin, program akan berubah lagi.

“Untuk pengembangan musik Melayu, yang diperlukan itu ada pentas atau festival-festival musik buat anak muda Kepri,” saran Oji.

Oji sangat mendukung (support) ketika Pemko Tanjungpinang melaksanakan lomba cipta lagu dan langsung dipentaskan. Namun diharapkan, lomba itu ada efek lanjut. Bukan hanya menghabiskan anggaran.

“Seperti di Jogja, itu ada pentas sebagai tindak lanjut dari kegiatan seni musik para musisi muda itu,” ungkapnya.

Di lain hal, Oji juga menekuni bisnis. Bahkan ketika masuk Liga Dangdut di televisi swasta nasional, Oji membawa tujuan bisnis, selain meraih prestasi di tarik suara. Oji pun nyambi mempromosikan usaha tanjak Melayu. Bahkan sekarang ini, Oji menjual tanjak melalui online. Dan pembelinya sampai ke Kalimantan dan daerah luar lainnya. Bahkan, banyak pembeli itu dari luar daerah Kepri.

Sebelum merambah dunia industri musik ke Jakarta, Oji sedikit membocorkan lagu ciptaannya. Yaitu lagu dengan judul Anak Kampung. Lagu ini menggambarkan kehidupan anak di Kampungbugis, Kota Tanjungpinang. Anak-anak yang terdiri dari berbagai macam suku dengan kehidupan yang bersumber dari laut. Oji musisi Si Anak Kampung pun siap merambah ke Jakarta, dalam waktu dekat.

“Lagu Melayu ini lebih kepada jenaka,” demikian disampaikan Oji kepada Datok Rida K Liamsi dalam acara Hai Wai, Tanjungpinang Tv. (fre)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN