Berantai, 590 Orang Test Swab

       
        Loading...    
   

TANJUNGPINANG – Hingga, Sabtu (1/8) kemarin, sebanyak 590 orang telah melakukan test swab di RSUD RAT Tanjungpinang. Mereka merupakan warga yang ikut agenda Gubernur Kepri H Isdianto sejak, Senin (27/7) hingga Rabu (29/7) usai pelantikan.
Gubernur sendiri kondisinya tetap prima meski dinyatakan positif terpapar virus Korona atau Covid-19 pada, Sabtu kemarin.


Meski sudah mulai karantina mandiri sejak Jumat (31/7), Isdianto tetap menjalankan roda pemerintahan dan koordinasi dengan Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah.


Isdianto juga rutin olahraga di Gedung Daerah Tanjungpinang, tempatnya isolasi mandiri. Selain itu, Isdianto membaca buku termasuk menelepon orang-orang dan memberi semangat.
Dia juga mengimbau agar warga makin disiplin menjalankan protokol kesehatan, rajin berolahraga agar tubuh tetap sehat dan prima. Sehingga tidak mudah terserang Korona.
Ketua Harian Tim Gugus Tugas Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri yang juga Sekdaprov Kepri, TS Arif Fadillah mengatakan, bagi yang sudah tes swab dan setelah hasilnya keluar dan dinyatakan positif akan segera dirawat.
”Kita ingin teman-teman dan masyarakat yang dinyatakan positif agar ditempatkan sesuai dengan protokol kesehatan yang tepat dan pengecekan secara berkala selama 10 hari sampai dengan 14 hari ke depan dapat dilakukan dengan baik,” terangnya.


Dijelaskannya, bagi masyarakat, pegawai, wartawan dan undangan lainnya yang mengikuti agenda gubernur agar test swab di posko yang telah disiapkan Pemprov Kepri.


”Ada empat posko untuk pengambilan sampel swab yaitu RSUP RAT Tanjungpinang, RSUD Embung Fatimah Batam, RSKI Galang dan Posko Jakarta dengan kapasitas yang besar,” tambahnya.
Test swab ini diikuti ratusan orang lantaran ajudan gubernur dari TNI dan pegawai Pemprov Kepri sebanyak 5 orang termasuk Isdianto dinyatakan positif terpapar Korona sejak pulang dari Jakarta, Selasa (28/7).


Banyak agenda Isdianto dan banyak yang ikut dengannya baik itu saat pulang dari Jakarta, penyambutan di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Batu 5 Tanjungpinang.


Kemudian, acara syukuran di Gedung Daerah, acara rapat virtual dengan kepala desa se-Kepri, salat di Pulau Penyengat, termasuk besoknya ngopi dengan sejumlah warga, wartawan dan lainnya.


Dua pejabat Pemprov Kepri yang ikut bersama Isdianto yakni Sekdaprov TS Arif Fadillah dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Kepri Tjetjep Yudiana yang sudah melakukan tes swab, hasilnya negatif.


Wartawan yang meliput kegiatan Isdianto baik saat penyambutan di Bandara RHF, di TMP, di Gedung Daerah, ngopi bersama juga ikut tes swab.


Diharapkan agar hasil test swab mereka ini tidak ada yang positif. Sebab, bisa berantai pada teman sekantor dan keluarganya.

Diminta Semuanya Tes Swab


Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Provinsi Kepulauan Riau mengimbau warga yang menyambut Gubernur Kepri Isdianto untuk melakukan test swab.
Test swab bisa dilakukan di lokasi-lokasi yang telah ditentukan di Tanjungpinang, Batam dan DKI Jakarta.


Humas GTC Provinsi Kepri, Iskandar Zulkarnaen, Minggu (2/8) mengatakan, imbauan test swab itu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan tentang pedoman pencegahan dan pengendalian Covid 19 revisi lima.


”Semua tindakan yang dilakukan oleh Gugus Tugas selalu berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 revisi 5,” ujar Iskandar Zulkarnaen.


Dijelaskannya, imbauan itu merupakan langkah dari strategi penanggulangan berdasarkan tingkat penularan yang terjadi. Dengan melakukan swab, dapat mengurangi potensi penularan atau penyebarannya.


”Strategi itu tertuang dalam aturan itu, sebagai langkah menghentikan penularan dan mencegah penyebaran,” terangnya.


Hasil test swab itu akan memastikan bahwa upaya untuk penghentian penularan dan pencegahan penyebaran dapat berjalan secara efektif.


”Karenanya kita menganjurkan agar segera melakukan test swab. Hasil test swab itu lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” sambungnya.


Kata dia, banyak ditemukan kasus asimtomatik. Dimana, kasus tidak memiliki gejala Covid-19. ”Seperti Pak Gubernur. Namun setelah di test swab, (hasilnya) ternyata positif,” jelas Iskandar.
Lebih lanjut disampaikan, imbauan Gugus Tugas ini merupakan strategi penanggulangan yang dikenal dengan istilah active case finding. Dimana, ada upaya secara aktif menemukan kasus dan mengisolasi mereka.


”Ini berbeda dengan pola tracing yang mendasari hanya pada kontak langsung. Pola tracing yang mendasari pada kontak langsung disebut dengan istilah passive case finding,” bebernya.

Banyak Kepala Daerah Tes Swab
Sejak Isdianto dinyatakan positif terpapar Covid-19, beberapa kepala daerah dan wakil kepala daerah yang hadir saat syukuran pelantikan itu ikut tes swab.


Isdianto sendiri merupakan kepala daerah yang positif. Isdianto menjadi orang kedua kepala daerah yang positif setelah sebelumnya almarhum Walikota Tanjungpinang, H Syahrul.
Saat syukuran itu, Pelaksana tugas (Plt) Walikota Tanjungpinang Hj Rahma juga hadir, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim dan Walikota Batam HM Rudi.


Sedangkan sekda ada dua yakni Arif Fadillah Sekdaprov dan Teguh Ahmad Sekdako Tanjungpinang. Belum lagi dari petinggi TNI-Polri, pengurus LAM, tokoh adat, tokoh masyarakat dan lainnya.


Kepala Dinas juga banyak baik dari Pemprov dan pemkab sebagai perwakilan karena kepala daerahnya tak bisa datang, seperti Kepala Dinas Kesehatan Natuna yang juga sudah test swab.


Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam juga test swab lantaran dirinya ngopi bersama dengan Isdianto, Rabu (29/7). Saat itu, Isdianto ngopi bersama wartawan, Dalmasri dan warga lainnya.
Sedangkan Bupati Bintan Apri Sujadi juga test swab, kemarin. Namun bukan karena menghadiri agenda gubernur. Melainkan karena asisten pribadinya positif terpapar Korona.

490 orang Positif di Kepri
Hingga, Minggu (2/8) kemarin, jumlah pasien yang terpapar Korona di Provinsi Kepri mencapai 490 orang.
Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, dari 490 orang tersebut, sebanyak 148 orang (30,2 persen) sedang dirawat dan diisolasi.
Sebanyak 323 orang (65,9 persen) dinyatakan sembuh serta 19 orang (3,9 persen) meninggal dunia. Namun, jumlah ini bisa bertambah drastis nanti apabila 590 orang yang tes swab banyak positif.


Namun, doa dan harapan seluruh warga Kepri semoga tidak ada satu orang pun diantara 590 orang itu yang positif. Semoga tidak ada lagi yang bertambah di Kepri dan semoga wabah ini segera berakhir.


Hingga kemarin, tinggal tiga daerah yang bebas dari Korona yakni Lingga, Anambas dan Natuna. Di Karimun masih ada 1 orang yang dirawat. Di Bintan ada 5 orang yang dirawat dan 7 orang diisolasi. Totalnya 12 orang.


Di Tanjungpinang masih ada 3 orang yang dirawat dan 39 orang isolasi termasuk Gubernur yang masuk isolasi. Total ada 42 orang yang masih aktif dirawat dan karantina di kota ini. Data itu diluar klaster KM Sabuk Nusantara 3 kasus.
Batam merupakan daerah penduduk terbesar di Kepri, sehingga jumlah korban juga lebih banyak di Kota Industri ini. Hingga kemarin, total 330 orang di Batam di luar klaster KM Kelud 20 kasus dan klaster PMI 29 kasus.


Dari 330 orang tersebut, 252 orang sudah sembuh, 14 orang meninggal dunia, 12 orang dirawat dan 52 orang diisolasi.
Dilihat dari data, jumlah pasien positif Korona terus bertambah. Karena itu, hanya disiplin protokol kesehatan yang bisa melenyapkan virus ini.


Jaga diri Anda, jaga keluarga Anda, jaga teman Anda, jaga saudara Anda. Mari sama-sama makin disiplin menjalankan protokol kesehatan agar pandemi yang telah merongrong ekonomi ini segera berakhir. (mas)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN