BUMD Jangan Jadi Aksesori Belaka

Ansar Kumpul Seluruh Direksi BUMD Kepri

TANJUNGPINANG –
Gubernur H Ansar Ahmad ingin semua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) benar-benar diberdayakan sebagai salah satu pemasukan utama terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kepri. Tentu pemasukan ini nantinya dapat membantu pembiayaan APBD Kepri dan memperkuat kekuatan fiskal daerah.

“Perusda yang sekarang kita punya itu jangan cuman jadi aksesoris belaka. Daerah lain punya perumda kita ikut-ikutan punya Perumda, tetapi tidak bisa dimaksimalkan keberadaannya. Padahal saya sudah mempelajari kalau Perumda kita itu punya potensi besar untuk membangun daerah,” jelas Ansar dalam Rapat Koordinasi bersama BUMD Provinsi Kepri di Gedung Daerah, Tanjungpinang, kemarin.

Memang untuk menindaklanjuti Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Perubahan BUMD menjadi Perseroda, Gubernur Ansar mengundang 3 Perusahaan Daerah yang dimiliki Provinsi Kepri yaitu Perusahaan Perseroda Pembangunan Kepri, Perusahaan Perseroda Pelabuhan Kepri, dan Perumda Air Minum Tirta Kepri untuk berdiskusi dan mendengarkan gambaran umum terhadap kondisi 3 Perumda Kepri ini.

       
        Loading...    
   

“Harusnya perubahan perda terkait status badan hukum BMUD menjadi Perseroda, kita sudah bisa menggali lebih dalam keadaan terkini dari perusahaan daerah kita,” tegas Ansar.

Baca Juga :  Polres Bintan Sukses Mengatasi Arak-arakan Massa

Dalam pertemun terbatasnya dengan, direksi BUMD di Kepri, Ansar mencontohkan salah satu potensi besar yang bisa dilakukan, Perseroda Pembangunan Kepri adalah Participating Interest (PI) 10% pada North West Natuna (NWN). Namun kendalanya adalah anak perusahaan PI masih belum menuntaskan urusan administrasi berkaitan dengan struktur perusahaan.

“Itu yang salah satu kita akan dudukkan kita tuntaskan supaya nanti perusahaan minyak dan gas itu beroperasi kita sudah bisa memperoleh share PI-nya. Walaupun hanya 10% tetapi kalau bicara eksploitasi gas dan minyak, maka nilai 10% itu sudah besar karena marginnya besar,” jelasnya.

Karena menurut Gubernur Ansar saat pertemuannya dengan Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dipastikan dalam waktu dekat NWN akan dikelola oleh perusahaan Exxon Mobile.

“Karena itu saya melihat peluang besar bagi kita maka kita benahi betul ini Perseroda Pembangunan Kepri terutama yang berkaitan dengan Participating Interest. Kita tempatkan orang-orang yang kredibel disitu. Saya yakin ini memberikan kontribusi PAD yang pasti besar,” lanjutnya.

Baca Juga :  Buaya Kelayapan di Desa Keton, Satu Ditangkap Dua lagi Masih Diburu

Dikarenakan Perseroda Pembangunan Kepri saat ini mempunyai 17 anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang mulai jasa logistik, pengangkutan air bersih, sampai bank perkreditan rakyat, Gubernur Ansar menekankan agar anak-anak perusahaan yang tidak memberikan pendapatan yang signifikan untuk dihilangkan dan dinilai mana perusahaan yang benar-benar bisa diberdayakan.

“Kalau itu terlalu banyak dan tidak efektif kita kurangi saja. Lebih baik kita fokus beberapa yang efektif. Nanti kita akan berdiskusi lagi secara khusus untuk menyisir anak-anak perusahaan Pembangunan Kepri ini,” tegas Gubernur Ansar.

Selanjutnya kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Kepri Gubernur Ansar memberikan perhatian sungguh-sungguh karena ia melihat kemungkinan-kemungkinan bisnis dikawasan-kawasan maritim yang meliputi 96% total wilayah Kepri, terutama sekali terkait dengan pungutan retribusi jasa labuh jangkar di Selat Kabil dan Perairan Tanjung Berakit.

Gubernur Ansar membuka kemungkinan untuk memberikan satu pelabuhan khusus kepada BUP Kepri agar dapat digunakan sebagai shorebase pemasok suplai dan logistik ke kapal-kapal yang melabuhkan jangkar di dekat perairan Batam dan Bintan.

Terakhir terhadap Perumda Air Minum Tirta Kepri Gubernur Ansar menjanjikan akan memberikan waktu khusus untuk mendalami perusahaan ini dikarenakan ini merupakan perusahaan vital yang menyangkut hajat hidup masyarakat umum.

Baca Juga :  Kapolres Tanjungpinang Gerak Cepat Terjun ke Lokasi Banjir

Apalagi menurutnya kedatangan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono minggu depan ke Kepri menjadi momentum tepat untuk mencari solusi atas maslah-masalah yang dihadapi Tirta Kepri.

“Hari Kamis atau Jumat pak Menteri PUPR mau meninjau Tanjungpinang dan Bintan. Saya akan menemukan beliau dengan Tirta Kepri juga mengajak BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) untuk solusi sumber air bersih dan distribusi pipa air,” kata Ansar.

Gubernur Ansar berharap melalui pertemuan ini menjadi titik awal atas bangkitnya Perumda Kepri dan itu membutuhkan komitmen dan kesungguhan dari semua pihak.

Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut Wakil Ketua I DPRD Kepri Hj. Dewi Komalasari, Asisten II Syamsul Bahrum, Inspektur Daerah Kepri Irmendas, Kepala Dinas Perkim Mahyudin, Kepala Dinas PUPR Abu Bakar, Kepala Dinas LHK Hendri, Kepala Dinas Perindag Burhanudin, Direktur PT. Pembangunan Kepri Azwardi, Direktur PT. Pelabuhan Kepri Darmansyah, Direktur PDAM Tirta Kepri Mamat. (adv)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN