BP Bintan Mengajarkan Pengusaha tentang Pengisian LKPM

RADIEF Anandra dan jajaran BP Kawasan Bintan bersama peserta peningkatan kompetensi pengisian LKPM, di Hotel Aston, Rabu (31/3) lalu.

BINTAN – Bidang Pengendalian Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Bintan menggelar kegiatan peningkatan kompetensi perusahaan dalam pengisian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), di Hotel Aston Tanjungpinang, Rabu (31/3). Pengusaha diajarkan tentang pengisian LKPM sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan tahunan Bidang Pengendalian BP Bintan ini untuk pembinaan kepada para pelaku usaha/perusahaan yang ada di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Bintan. Kegiatan dihadiri Sekretaris Dewan Kawasan Bintan dan Karimun, Syamsul Bahrum. Dalam kegiatan ini, Syamsul Bahrum memberikan motivasi kepada pelaku usaha, untuk meningkatkan kinerja perusahaannya. Sehingga rencana investasi dapat terealisasi dengan baik.

Baca Juga :  Dor.. Bandar Narkoba Tewas Ditembak

Kegiatan dihadiri Anggota BP Kawasan Bintan Bidang Pengendalian Radief Anadra, Anggota BP Kawasan Bintan Yurioskandar, jajaran BP Kawasan Bintan, OPD terkait dan puluhan peserta dari perwakilan perusahaan se-Kabupaten Bintan.

Narasumber berasal dari Direktorat Pengendalian BKPM. Antara lain Ady Soegiharto Kepala Sub Direktorat Wilayah Riau, Jambi dan Kepri. Dwiagris Tiffania SP Kepala Seksi Sektor Primer dan Tersier Wilayah Riau, Jambi dan Kepri. Narasumber menyampaikan materi tentang Peraturan BKPM Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pedoman dan Tata Cara Pengendalian Penanaman Modal dan memaparkan prinsip dasar simulasi LKPM online dan proyek inline.

       
        Loading...    
   

Radief Anandra menjelaskan, para pelaku usaha atau perusahaan dapat berkonsultasi langsung dengan narasumber, tentang permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pengisian LKPM. Sesuai dengan Peraturan Kepala BKPM No. 6 Tahun 2020 Tentang Pedoman dan Tata Cara Pengendalian Penanaman Modal pada pasal 7 poin c disebutkan bahwa setiap pelaku usaha berkewajiban menyampaikan LKPM dimana penyampaian dilakukan secara dering dan berkala melalui sistem OSS.

Baca Juga :  Kalau Tak Bisa di Online, Ini Cara Pendaftaran PPDB di Bintan

Setiap pelaku usaha, lanjut Radief Anandra, harus memiliki hak akses yang diperoleh setelah pelaku usaha mendaftar NIB melalui sistem OSS, dengan ini maka setiap pelaku usaha/perusahaan harus mendaftarkan kembali perusahaannya melalui sistem OSS untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Sejak tahun 2019 Bidang Pengendalian BP. Kawasan Bintan membuka klinik konsultasi LKPM di kantor BP. Kawasan Bintan untuk membantu para pelaku usaha/perusahaan yang masih mengalami kesulitan dalam penyampaikan LKPM setiap triwulan.

“Tujuannya adalah memberikan pelayanan dalam rangka pembinaan. Sehingga perusahaan dapat menyampaikan LKPM secara baik dan benar, sesuai dengan waktu yang ditentukan. Harapan kita, semoga pertumbuhan dan perkembangan investasi di kawasan FTZ Bintan semakin baik,” harap Radief Anandra.

Baca Juga :  Kurang Gizi, Ratusan Anak Batam Jadi Orang Pendek

“Sehingga dapat memberikan konstribusi yang positif untuk pembangunan ekonomi. Khususnya di Bintan dan Provinsi Kepri, umumnya,” sambung Radief Anandra. (fre)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN