BUMDes Permata Tampung Produksi Padi Petani Lokal

Petani Bukit Padi saat melakukan cocok tanam.

ANAMBAS – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Permata Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) berupaya menyukseskan petani lokal, dengan membeli atau menampung hasil pertaniannya. Seperti produksi padi yang dibudidayakan petani.

Purba Ketua BUMDes Permata mengatakan, saat ini pihaknya yang beranggota tujuh orang. BUMDes membelian hasil pertanian dari petani seperti padi, padi yang digiling menjadi beras lalu dijual kepada pembeli.

“Alhamdulilah, satu bulan saya bersama anggota lainnya menjalankan BUMDes Permata ini sudah bisa menjual beras dari petani lokal sebanyak 4 ton,” ungkap Purba ketika ditemui wartawan, kemarin.

Dirinya juga mengatakan, hasil pertanian di Desa Bukit Padi cukup bagus dan sudah sangat layak dipasarkan. Namun akibat keterbatasan anggaran, maka belum berjalan secara maksimal. Kelompok tani yang aktif hanya ada tujuh orang yang khusus mengelola padi. Beras yang dari petani dipaketkan, menjadi ukuran lima kilo dan sepuluh kilo.

Baca Juga :  TB Membawa Ganja ke Lingga Lewat Roro
       
        Loading...    
   

Kata dia, jenis beras yang pihaknya tawarkan mulai dengan harga Rp10 ribu per kilogram dan ada juga harga Rp13 ribu per kilogram. Pembeli saat ini bisa memilih jenis beras yang dibutuhkan.

“Untuk ketersedian jumlah beras yang bakal jual sebanyak dua ton beras. Mudah-mudahan cepat terjual,” ujarnya.

Tambahnya, kualitas beras yang dihasilkan oleh petani tergantung terhadap mesin penggiling padi jika mesin tersebut bagus maka pasti hasil berasnya bagus. Dirinya juga berharap kepada Pemkab Kepulauan Anambas dan Pemerintah Provinsi Kepri agar dapat membantu pihaknya dalam memasarkan beras yang dihasilkan dari petani lokal Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepri.

Baca Juga :  Bupati Hamid Serahkan DPA ke Setiap OPD

“Jika Pemerintah Desa Bukit Padi sudah kuat dukungannya kepada BUMDes. Kami juga berharap pemasaran beras ini lebih luas dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Mudah-mudahan target kami tercapai,” harapnya.

Di sini ia hanya bisa memasarkan hasil pertanian dari petani lokal. Targetnya agar lahan yang dimiliki petani lokal dapat dikelola dengan baik dan benar. Dengan pola ini, dirinya menunjukan bahwa hasil padi yang di panenkan bisa dijadikan mata pencaharian baru bagi mereka dan BumDes siap menampung hasil panennya.

Baca Juga :  Dana Perbaikan Jalan Capai Rp12,9 Miliar

“Mungkin dulu, hasil padi yang petani lokal tidak ada yang ingin menampungnya. Alhasil hasil panennya tidak terjual dengan baik. Kini saya sudah melihat geliat petani untuk mengolah lahan yang dimiliki mereka,” tuturnya.

Lanjutnya, kendala lainnya yakni modal yang besar agar petani lokal dapat dibantu biaya kehidupan menjelang hasil pertaniannya panen.

“Saya berharap sekali memiliki modal yang besar agar roda perekonomian ini bisa berjalan dengan baik dan maksimal. Mungkin nanti akan ada pola lain dan pihak Bank bisa memberi pinjaman kepada petani,” pungkasnya. (ign)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN