Bundaran Gantikan Lampun Merah Kota Piring

Plt Walikota Tanjungpinang Hj Rahma didampingi Plt Kadis PUPR Tanjungpinang Zulhidayat bersama Gubernur Kepri H Isdianto meninjau lokasi pembangunan bundaran.
       
        Loading...    
   

TANJUNGPINANG – Simpang lima Batu 8 Kota Piring akan dipermak Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Pemko Tanjungpinang bersama Pemprov Kepri tahun 2021 nanti.

Di tengah jalan itu akan dibangun bundaran dengan diameter 40 meter. Bundaran ini salah satu fungsi utamanya adalah untuk mengurangi kemacetan dan estetika kota.

Sehingga di tempat itu tidak ada lagi nanti lampu pengatur lalu lintas atau traffic light. Saat ini, masih ada tiga lampu merah di sana.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Tanjungpinang Zulhidayat mengatakan, rencana membangun bundaran itu sebenarnya sudah ada beberapa tahun lalu.

Namun, berdasarkan DED (Detailed Engineering Design) yang dibuat saat itu, bundaran tersebut membutuhkan anggaran yang cukup besar terutama untuk pembebasan tanah dan enam unit ruko yang ada di depan Pos Lantas tersebut.

Lantaran biayanya akan membengkak apabila harus membebaskan tanah dan enam ruko itu, maka Dinas PUPR merevisi DED tersebut. Sehingga tak perlu harus membeli enam ruko tersebut.

Secara detail, kata dia, lahan parkir di depan keenam ruko itu akan dibebaskan. Namun tidak seluruhnya. Termasuk ruko itu tak perlu dibebaskan.

Baca Juga :  Pemkab Anambas Gelar Kegiatan Desa Sehat

Kemudian, lokasi Pos Lantas dan bukit di belakangnya juga akan dibebaskan sebagian. Termasuk sebagian lahan yang dekat toko bangunan belokan di samping Pos Lantas tersebut. Biaya pembebasan lahan itu pun tidak membengkak.

Estimasi sementara ini, biaya untuk membangun bundaran tersebut sekitar Rp16,5 miliar dan sudah diajukan ke Gubernur Kepri H Isdianto agar Pemprov yang membangunnya tahun depan.

Sementara Pemko membuat DED dan membebaskan lahan di tiga titik itu. “Kita akan sharing anggaran dengan provinsi. Mudah-mudahan sudah terealisasi tahun depan,” ujarnya di Bincen, Batu 9, Kamis (3/9).

Adapun rekayasa arus lalu lintas yang berubah nanti dengan adanya bundaran itu, pengendara tidak perlu lagi harus berhenti saat lampu merah. Karena tidak ada lagi lampu merah di sana.

Pengendara cukup melaju pelan-pelan setelah mendekati bundaran itu karena semua arus lalu lintas akan mengikuti bundaran tersebut.

Ia mencontohkan, jika pengendara dari arah Batu 5, maka bisa langsung ke Kota Piring jika memang tujuannya ke situ. Jika tujuannya ke arah RSUD, maka lurus saja. Jika tujuannya ke arah Batu 9, maka cukup mengikuti bundaran karena nanti sudah ada jalan baru ke arah Batu 9.

Baca Juga :  Tarif Disepakati Rp250 Ribu, saat Dibooking Tak Mau Gituan, Janda Ini Dimartil Sampai Mati

“Jadi bukit di belakang Pos Polisi itu akan dibangun jalan baru. Dari situlah kendaraan dari arah Batu 5 nanti kalau mau ke Batu 9,” tambahnya.

Demikian juga jika kendaraan dari arah RSUD Kepri hendak ke Batu 7, maka cukup mengikuti bundaran. Jika hendak ke Batu 9, maka lewat jalan baru tersebut.

Lalu bagaimana dengan kendaraan dari arah Batu 7 hendak ke Kota Piring, maka lurus saja. Jika ingin ke RSUD Kepri, maka ikuti saja bundaran itu. Karena itulah, jalan di sisi kiri, kanan diperluas nanti. Itulah makanya perlu pembebasan lahan tersebut.

Pada intinya nanti, pengendara cukup pelan-pelan saja di sana dan selalu ikut bundaran. Rekayasa arus lalu lintas ini akan disosialisasikan nanti dan warga akan mudah memahaminya.

Kata dia, ada juga yang mengusulkan agar di Simpang Kota Piring itu dibangun flyover saja untuk mengatasi kemacetan. Namun, Zulhidayat mengatakan, flyover merupakan solusi terakhir.

Untuk mengatasi kemacetan, selain memasang lampu merah adalah dengan membangun bundaran, termasuk flyover. Namun biaya membangun fly over sangat besar kecuali dibangun pemerintah pusat.

Baca Juga :  Ada Polwan Cantik Berbagi Bendera

Untuk Tanjungpinang, ia menilai flyover belum saatnya dibangun. Namun, dia yakin karena kota ini kecil dan semakin padat, maka ke depannya pasti membutuhkan itu.

Rencana pembangunan bundaran itu juga untuk mengantisipasi membeludaknya kendaraan di Tanjungpinang jika Jembatan Batam-Bintan (Babin) sudah kelar nanti.

Pemkab Bintan sendiri sudah mengantisipasinya dengan membangun bundaran. Sehingga, ketika Jembatan Babin rampung, maka arus kendaraan Batam-Bintan-Tanjungpinang akan ramai.

Sebelum semua itu terjadi, inilah saatnya dilakukan persiapan. Karena jika macet terjadi, pengunjung akan cepat bosan. Juga merugikan warga dari segi waktu, bensin, bisnis dan kerisauan jika berlama-lama di tengah kemacetan.

Bundaran itu juga akan menambah estetika kota ini. Bundaran itu akan jadi landmark Tanjungpinang. Bundaran itu akan menjadi kawasan sibuk.

Untuk menjadikannya ikon baru, maka di tahun kedua, Pemko akan memolesnya. Rencananya, bundaran itu akan diisi dengan khas tersendiri. Tentu akan dibahas dengan tokoh Melayu khas apa yang cocok mengisi bundaran itu nantinya. Bundaran itu akan diselesaikan dengan bertahap. (mas)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN