Biayanya Murah dan Prosesnya Mudah, Raja Ariza Panen Sorgum 4 Ton

Raja Ariza menunjukan hasil panennya

BINTAN – Sorgum sudah dicanangkan Presiden Jokowi untuk menjadi sumber makanan alternatif. Selain proses penanamannya mudah dan panennya cepat juga keuntungannya berlimpah. Seperti yang terlihat di kebun Raja Ariza yang ada di Batutulis, Wacopek.

Bibit sorgum yang ia tanam tiga bulan lalu sudah melakukan panen perdana pada Rabu (5/1/2022). Meski panennya berlimpah, namun mantan Pj Walikota Tanjungpinang ini

tidak mau menjual hasil panennya. Menurutnya, sorgum yang ia panen hanya untuk konsumsi sendiri dan sebagian lagi untuk dibagikan ke warga yang ingin memanfaatkan

lahan untuk menanam sorgum.

       
        Loading...    
   

Saat panen perdana, tampak juga Kadis Pertanian Tanjungpinang Yoni Fadri meninjau hasil panen kebun Raja Ariza.

Meski harga sorgum di Pulau Jawa dan Sumatera relatif murah, namun pasaran harga sorgum di Tanjungpinang dan Bintan masih sangat mahal, bahkan perkilonya ada yang

menjual sampai Rp50 ribu. Namun Raja Ariza tetap tidak ingin menjual hasil dari lahannya.

“Sudah banyak yang datang untuk memborong hasil panen ini. Tapi tidak saya jual. Ada juga yang datang untuk mencari bibit, tapi kalau untuk bibit kita kasih. Ada juga petani dari Kundur yang datang untuk mencari bibit Sorgum, ya kita kasih 1 kg,” kata Raja Ariza.

Menurut Raza Ariza, ia menanam Sorgum berawal dari upayanya memanfaatkan sebagian lahannya yang gersang. Lantas ia mencari bibit Sorgum dari Pulau Jawa dengan merek

Maros.

“Saya hanya beli bibit 3 kilogram dengan harga Rp190 per kilo. Setelah lahan dibersihkan bibit sorgum langsung ditanam ke lahan seluas sekitar 1,5 hektar,” sebutnya.

Sejak ditanam, lahan yang ia tanam sorgum itu tidak pernah ia beri pupuk dan tidak juga menggunakan pestisida. Bahkan, rumput yang tumbuh juga di sela sela pohon

sorgum tidak ia bersihkan.

“Ternyata, tanpa melakukan perawatan dan tanpa pupuk, hasilnay sudah berlimpah. Apalagi kalau lahannya selalu dibersihkan dan tanahnya diberi pupuk. Tentu hasilnya

jauh lebih besar,” kata Raja Ariza sambil menawarkan berbagai jenis makanan berbahan baku sorgum dari hasil kebunnya.

Makanan alternatif sorgum ini memang kini sdang banyak dicari. Kadar gulanya rendah hingga cocok untuk bahan makanan penderita gula dan masyarakat yang sedang menjaga kesehatan. Menurut Raza Ariza, Sorgum yang ia panen, langsung ia jemur sekitar 3 jam. Dan setelah kering langsung ia giling untuk menghasilkan beras sorgum yang siap untuk dimasak.

Selain itu, dedak gabah sorgum bisa digunakan untuk pakan ternak dan ikan. Sementara batang sorgum bisa diguakan untuk bahan baku gula cair.

“Selain bisa langsung dimasak seperti memasak nasi, Sorgum ini juga bisa dibuat tepung. Dan pohonnya bisa menjadi bahan baku gula cair,” ucapnya sambil menunjukan gula sorgum cair dan tepung Sorgum kepada wartawan.

Ketika ditanya teknik penanamannya, Raja ARiza mengaku menanam sorgum tidak rumit. Setelah lahan yang akan ditanam dilubangi dengan kayu dengan kedalaman sekitar 2 hingga 3 centimeter, setiap lubangnya ditaruh 3 butir bibit sorgum, lalu luangnya ditutup kembal.

“Setelah saya tanam, lahannya tidak pernah saya utak atik lagi dan pohon sorgum terus tumbuh dan memebesar dan sekarang tibanya saat panen,” terangnya.

Saat ditanya kemungkinan hama yang menyerang Sorgum yang bisa berdampak pada gagal panen, Raza Ariza mengaku, biasanya hamanya berupa burung.

Nasi sorgum yang siap untuk disantap

“Namun di lahan surgum kami ini jarang terlihat ada burung. Apalagi selama ini ada dua elang yang selalu muncul hingga burung-burung menjadi takut untuk mendekat,” sebutnya.

Raja Ariza menyebutkan, jika ada petani sorgum di Tanjungpinang dan Bintan yang kesulitan untuk mencari mesin penggiling gabah sorgum, ia mengaku akan dengan senang hati meminjamkan alat yang ia miliki.

“Kalau ada yang panen, silakan bawa panennya kesini. Giling disini saja. Dan kalau sudah tiga kali panen, pohon sorgumnya mesti dipangas habis karena sudah tidak produktif lagi. Dan yang rutin menggunakan mesin nanti kompensasinya cukup dengan memebrikan pohon sorgum yang akan dibuang petani untuk kamijadikan bahan baku membuat gula cair. Proses membuat gula cair sorgum ini memang agak ribet,” sebutnya.

Raja Ariza berharap di Tanjungpinang dan Bintan akan banyak muncul petani sorgum agar pasarnya menajdi lebih kompetitif dan ketersediaan sorgum menjadi cukup.(*/tnt)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN