Angga, Andi, Endang dan Nyanyang Kandidat Wakil Walikota Tanjungpinang

Ade Angga dan M Apriyandi
       
        Loading...    
   

TANJUNGPINANg – Kursi wakil walikota Tanjungpinang diperebutkan dua kader partai pengusung yakni dari Golkar dan Gerindra. Partai Golkar memunculkan nama tunggal Ketua DPD Golkar Tanjungpinang Ade Angga. Sementara Gerindra Tanjungpinang akan mengusung M Apriyandi dan Endang Abdullah. Bahkan ada isu Bendahara Gerindra Provinsi Nyanyang Haris Pratamura ikut dalam perebutan kursi panas itu.

Ruangan rapat kantor DPC Gerindra ramai bergemurah. Dua nama yang diusulkan untuk menduduki jabatan penting sebagai wakil walikota Tanjungpinang yakni M Apriyandi dan Ketua DPC Gerindra Endang Abdullah.

Sedangkan M Apriyandi masih menjabat sebagai anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari Fraksi Gerindra. Dua nama tersebut diketahui dari hasil rapat terbatas dan tertutup pengurus DPC Gerindra Kota Tanjungpinang, yang berlangsung di Kantor Sekretariat DPC Gerindra Kota Tanjungpinang berada di Km 8 Atas Tanjungpinang, Kamis (4/6) sore.

Rencananya, dalam waktu dekat ini, DPC Gerindra Kota Tanjungpinang akan mengirim dua nama calon Wakil Walikota Tanjungpinang ke DPP Gerindra. Surat usulan dua nama calon Wakil Walikota Tanjungpinang yang dikirim oleh DPC Gerindra Kota Tanjungpinang ditembuskan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Provinsi Kepri.

”Sekarang sedang kita proses. Minggu ini sudah selesai kita kirim ke DPP Gerindra,” kata Endang Abdullah, Ketua DPC Gerindra Kota Tanjungpinang kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (5/6). Karena menurut Perwira TNI-AL ini, DPC Gerindra Kota Tanjungpinang hanya sekedar mengusulkan hingga mengajukan nama kader Partai Gerindra yang dicalonkan sebagai Wakil Walikota Tanjungpinang ke DPP Gerindra.

Lalu, DPP Gerindra yang akan memutuskan hingga memberikan surat rekomendasi kepada kader Partai Gerindra melalui DPC Gerindra Kota Tanjungpinang. Sehingga nama kader Partai Gerindra tersebut diajukan kembali oleh DPC Gerindra Kota Tanjungpinang ke DPRD Kota Tanjungpinang.

Karena pemilihan Wakil Walikota Tanjungpinang dilakukan di lingkungan DPRD Kota Tanjungpinang berdasarkan UU Nomor 10 tahun 2016 tentang kedua atas  UU Nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Walikota, dan Bupati tepatnya di Pasal 176 ayat 2, berbunyi Parpol atau gabungan Parpol pengusung mengusulkan 2 orang calon Wakil Gubernur, Wakil Bupati, Wakil Walikota kepada DPRD melalui Gubernur, Bupati, atau Walikota untuk dipilih dalam rapat paripurna DPRD.

”Kita tunggu saja hasil rekomendasi dari DPP nanti,” sebut dia.

Jika Gerindra mengajukan dua nama ke DPP, sementara di Golkar hanya mengajukan calon tunggal ke DPP Golkar yakni Ade Angga. ”Ade Angga akan kita usulkan menjadi wakil walikota,” ujar Ketua DPD Golkar Kepri Maruf Maulana menjelaskan siapa yang akan mereka usung nanti.

Dengan persetujuan DPP, maka nama nama itu akan diusulkan partai pengusung Golkar dan Gerindra. Kedua partai ini sama sama harus sepakat mengusulkan nama nama tadi ke DPRD Kota Tanjungpinang dalam sidang paripurna.

Sebelum ditetapkan sebagai calon, maka Ade Angga dan M Apriyandi harus mengundurkan diri sebagai anggota DPRD. Karena syarat pencalonan sebelum ditetapkan sebagai calon oleh DPRD, maka calon harus mundur. Termasuk PNS. Itupun kalau M Apriyandi ditetapkan DPP Gerindra. Tetapi jika ditetapkan Endang, maka dia tidak perlu mundur karena tidak ada jabatan di pemerintahan.

Sementara, Angga dan M Apriyandi harus rela melepaskan jabatan sebagai anggota DPRD sebelum masuk ke babak pemilihan. Seandainya kalah, maka kursi DPRD akan hilang dan diganti dengan nomor urut di bawahnya. Di Golkar, nama Oktavio Bintana harus siap siap jika Ade Angga serus mengikuti pemilihan itu. Sedangkan di Gerindra, maka nama Hot Asi yang pernah menjadi anggota DPRD tahun sebelumnya akan menjadi pengganti M Apriyandi.

Jika melihat peta koalisi saat ini, maka besar kemungkinan sebagian partai besar di DPRD Tanjungpinang akan bergabung ke koalisi Gerindra. Karena PDIP dan Gerindra sudah mesra terkait koalisi PDIP dan Gerindra di Pilkada Kepri. Ketua DPD PDIP Soerya Respationo akan berpasangan dengan Iman Sutiawan yang juga kader Gerindra.

”Memang logisnya kesepakatan PDIP akan membantu Gerindra di pemilihan wakil walikota Tanjungpinang,” ujar sumber Tanjungpinang Pos belum lama ini.

Dengan masuknya PDIP ke kubu Gerindra, maka koalisi ini sudah memiliki  pasokan suara yang besar dengan delapan kursi. Ditambah besar kemungkinan NasDem akan bergabung. Namun posisi NasDem masih memilih jalan tengah. Apakah ke Golkar atau Gerindra. Dengan empat kursi, NasDem akan menentukan besarnya koalisi suara di pemilihan wakil walikota.

Jika melihat marahnya kader Golkar saat Rahma meninggalkan partai itu dan bergabung ke NasDem, politisi Golkar Suyono menyebutkan Rahma sebagai politisi kutu loncat. Nampaknya ucapakan ini membekas. Sehingga di status WA, Rahma sempat membuat status dengan tangkapan layar atas berita Rahma disebut kutu luncat oleh politisi Golkar.

Dari sumber di internal DPRD Tanjungpinang, peluang Gerindra untuk mendapatkan kursi wakil lebih terbuka dibandingkan dengan Golkar. Karena masuknya PDIP  ke Gerindra menambah besar koalisi. Saat ini lobi lobi sudah dilakukan beberapa partai. Jika PDIP, Gerindra, dan NasDem berkoalisi, maka sudah dapat 12 kursi. Hanya memerlukan tambahan empat kursi misalnya Hanura dan PKB, maka koalisi ini sudah memiliki 16 kursi.

Namun jika NasDem tidak ke Gerindra, pertarungan akan seru. Karena Golkar NasDem sudah mengumpulkan 9 kursi ditambah besar kemungkinan PKS tiga kursi, dan Demokrat dua kursi hingga PPP dua kursi, maka mereka akan mendapatkan 16 kursi.

M Apriyandi ketika dikonfirmasi soal pencalonan dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP Gerindra.

”Saya percayakan kepada DPP Gerindra saja. Memang ada dua nama yang disampaikan DPC ke DPD hingga DPP,” ujar M Apriyandi tanpa banyak panjang lebar.

Kedekatan Golkar dan NasDem akan terbangun jika koalisi NasDem dan Golkar terhadi di pilkada Kepri dan Pilkada Batam. Informasi yang diperoleh Tanjungpinang Pos, Ansar Ahmad akan berpasangan dengan istri Rudi Marlin Agustina. Dengan koalisi NasDem-Golkar. Hal yang sama juga terjadi di Pilkada Batam dengan calon Rudi berpasangan dengan Ketua DPD Golkar Ruslan Ali Wasyim. Sedangkan di Tanjungpinang, negosiasinya adalah Nasdem akan mendukung Golkar di pemilihan wakil walikota Tanjungpinang.

Nasdem dengan Golkar tidak kompak diprediksi di Pilkada Bintan dan Lingga. Karena masing masing memiliki jagoan. Di Bintan, koalisi Golkar dan Demokrat hampir pasti. Sedangkan NasDem akan mengusung Bupati  Lingga Alias Wello. Inilah menjadi tidak cocok membangun koalisi bersama.

Di Lingga pun, NasDem dan Golkar nampaknya akan saling berhadapan. Karena di NasDem akan mengusung Nizar sebagai calon bupati sementara Golkar mengusung calon lain salah satunya Ketua LAM Lingga yang sudah mesra dengan Golkar.

Maka, koalisi Golkar NasDem di Batam, pilkada Kepri dan pemilihan wakil walikota Tanjungpinang akan menjadi perjanjian yang menarik jika terwujud.  Namun jika NasDem tetap ke PDIP untuk menjaga jangan sampai terjadi dua matahari kembar di Pemko Tanjungpinang, maka NasDem akan mengarahkan dukungan kepada Gerindra.

Secara otomatis, calon Gerindra akan memenangkan pemilihan itu. Dan kursi yang ditinggalkan almahum Syahrul sebagai wakil dari Gerindra saat pencalonan direbut kembali. (dri)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN