Orangtua Minta Sediakan Beasiswa

Fengky Fensito
       
        Loading...    
   

TANJUNGPINANG – Memasuki tahun ke dua masa pemerintahan kepala daerah, harapannya program beasiswa bagi masyarakat tidak mampu bisa direalisasikan.

Hal ini dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang diwujudkan dengan memberikan bantuan yang bersentuhan langsung, seperti bidang pendidikan.

Hal ini dikatakan Ketua Komisi II DPRD Tanjungpinang, Fengky Fensito yang juga didampingi Ria Ukur Rindu Tondang saat berbincang dengan Luarbiasa.id, Sabtu (5/9).

Fengky menuturkan, secara pribadi setuju jika program beasiswa kepada masyarakat tak mampu bisa direalisasikan. Selain program lainnya.

”Saya mewakili teman dari Fraksi NasDem mengharapkan program yang dilaksanakan, banyak terkait masyarakat. Tujuannya meringankan beban orangtua khususnya tak mampu,” tuturnya.

Terkait komitmen ini, ia berencana akan mengkomunikasikan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Daerah Hj Rahma.

Menurutnya program ini bukan tak mungkin direalisasikan, bagaimana pemerintah menyediakan payung hukumnya. Terkait siswa yang dibantu, menurutnya anak-anak Tanjungpinang yang kini menimba ilmu di jenjang SMA sederajat.

Serta siswa-siswi tingkat SD dan SMA di sekolah swasta. Tidak semua siswa merasa mampu, namun karena tak ada pilihan terpaksa sekolah dengan biaya.

Baca Juga :  Pegawai Imigrasi Deklarasikan Pelayanan Bebas Korupsi

Berdasarkan informasi atau keluhan yang diterima dari warga, masih banyak orangtua yang merasa sulit membayar iuran SPP bulanan tersebut.

Alasan mendasar yaitu kemampuan keuangan keluarga terbatas. Apalagi anak yang disekolah lebih dari satu. Hal ini membuat orangtua kebingunan.

Bila dibiarkan demikian, para anak itu khawatir tertekan bersekolah dan memutuskan berhenti.

”Kita mendukung program 12 tahun sekolah, naik dari program pusat sembilan tahun. Ini harus diwujudkan dimulai dari dukungan pemerintah daerah,” ucapnya.

Ia mengaku sering dengar keluhan ini. Bila Pemerintah Provinsi Kepri belum memiliki program beasiswa bagi warga tak mampu, ada baiknya bisa direalisasikan Pemko Tanjungpinang.

Langkah awal yang perlu dilakukan Pemko Tanjungpinang menbuat payung hukum penyaluran beasiswa itu. Misalnya dibuktikan surat keterangan tak mampu dari tingkat RT atau kelurahan serta ketentuan lainnya.

Dituturkannya, pusat sudah memiliki program KIP hanya tidak meng-cover seluruh siswa. Maka sisanya bisa dibantu pemerintah daerah.

Ia menilai, persoalan pendidikan termasuk beasiswa menjadi komitmen perlu diperhatikan pemerintah.

Baca Juga :  Delapan Putra Kepri Seleksi Catam TNI-AL di Malang

”Bila tidak direalisasikan, saya yakin masyarakat akan kecewa. Ini salah satu upaya membantu warga yang bersentuhan langsung,” ujarnya.

Apalagi di tengah wabah ini, pembangunan tidak terlihat maka lebih baik program bersentuhan langsung bisa diterapkan.
Selain bantuan bentuk sembako, uang tunai maupun program bersentuhan langsung tentu bagus.

Ria menambahkan, lima tahun terakhir ini tidak ada alokasi anggaran beasiswa. Akibatnya, anak-anak yang tak mampu merasa sulit melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

”Kalau siswa SD dan SMP kan tidak ada biaya sekolah. Pemerintah perlu fokus bantu anak Tanjungpinang yang menempuh pendidikan di SMA seserajat. Meskipun kini kewenangannya sudah dialihkan ke provinsi bukan tak mungkin daerah membantu,” tururnya.

Selain itu, ada juga sebagian masyarakat tak mampu yang berada di sekolah swasta. Ini juga dinilai perlu bantuan dengan juknis ditetapkan.

Menurutnya, ada sebagian masyarakat terpaksa di sekolah swasta karena tak pilihan.
Terkait anggarannya, menurutnya tidak perlu besar. Setidaknya kisaran Rp500 sampai dengan Rp1 miliar tergantung dari kebutuhan.

Baca Juga :  Konsumsi BBM Kepri Turun 44 Persen

Ia pun menuturkan, bantuan dari pusat untuk siswa SMA sederajat juga ada, daerah mungkin meng-cover yang tak terdata ke pusat.

”Jadi daerah tak besar lagi ke luar dananya, karena program pusat bantuan bagi siswa tak mampu juga ada. Harus kita akui bersama bahwa tidak semua yang tak mampu menerima,” ucapnya.

Menurutnya, anggota DPRD pada prinsipnya mendukung anggaran pendidikan. Termasuk beasiswa jika diajukan. Hal ini, sebagai upaya mendukung kemajuan pendidikan.

Untuk merealisasikan itu memang butuh pengorbanan anggaran, tidak bisa bicara kemajuan pendidikan hanya keinginan tetapi harus ada tindakan nyata melalui program-program.
Selain tentunya pembangunan fisik dan tambahan sarana.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Admadinata menuturkan, tahun ini tidak ada program beasiswa. Baik untuk siswa prestasi maupun tak mampu di jenjang SMA sederajat maupun bangku kuliah.

Ia menuturkan, program ini akan terus diusulkan.
Ditambahkannya bagi siswa SMP dan SD status negeri sudah gratis, sesuai dengan program wajib belajar sembilan tahun. Bagi siswa SMA sederajat harapannya menjadi program provinsi sesuai kewenangannya. (dlp)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN