Polda Kepri Gerebek Sindikat Video Call Bugil di Perumahan Palazzo Garden

Polda Kepri saat merilis sindikat pemerasan video call seks.

BATAM – Sindikat video call mesum ditangkap Polda Kepri. Ada 10 orang tersangka yang ditangkap di Batam. Semua tersangka adalah warna negara asing. 1 diantaranya perempuan yang siap tampil erotis saat ada yang menelpon. Selebihnya laki-laki ada 9 orang yang perannya berbeda-beda. Mereka berwarga Negara China dan Vietnam yang berinisial TTP, LH, MXJ, ZW, ZCG, LYW, TXQ, MTY, WB, dan MXW. 10 WMA ini diamankan oleh Dit Reskrimsus Polda Kepri karena dugaan pidana penipuan dan pemerasan. Modusnya sex phone video di Kota Batam.

Penangkapan pelaku sindikat video call sek ini diakui Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S, didampingi Dir Reskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Teguh Widodo,  saat jumpa pers di Media Center Bid Humas Polda Kepri. Kamis (6/1/22).

Saat jumpa pers, selain ada Dir Reskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Teguh Widodo, juga ada Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKKIM) Kantor imigrasi kelas I Khusus TPI Batam Tessa Harumdila, dan Kasubdit V Dit Reskrimsus Polda Kepri Kompol Robby Topan Manusiwa.

Dir Reskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Teguh Widodo mengatakan, tindak pidana penipuan dan pemerasan dengan modus sex phone ini diungkap Polda Kepri berawal dari informasi masyarakat.

       
        Loading...    
   

“Ada 10 orang tersangka yang kita amankan dari salah satu rumah di Kota Batam. Mereka beroperasi melalui aplikasi Wechat,” kata Kombes Pol Teguh Widodo.

Peran 10 tersangka ini berbeda-beda. “Ada yang bertugas melakukan profiling korban yang berada di Negara China. Ada juga yang menjadi Icon yang melakukan video call sex. Ada yang searching melakukan pencarian korban menghubungi korban dan ada yang bertugas merekam video korban yang sedang video call sex.

Setelah videonya direkam, pelaku mengancam korban lalu memeras korban dengan menggunakan sistem elektronik aplikasi wechat.

“Pagi ini, kita akan melimpahkan berkas pemeriksaan atau ke pihak Imigrasi,” jelas Dir Reskrimsus Polda Kepri ini.

Kepala Bidang Teknologi Informasi Dan Komunikasi Keimigrasian (TIKKIM) Kantor imigrasi kelas I Khusus TPI Batam Tessa Harumdila, mengapresiasi kinerja Polda Kepri karena sudah mengungkap dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh WNA.

“Tentunya, dengan kejadian ini kita terus meningkatkan pengawasan di setiap  pintu masuk yang ada di Kota Batam. Dan juga tidak hanya di pintu Kota Batam, juga pintu masuk dari Jakarta dan kota-kota lainnya,” kata Tessa Harumdila.

Para Pelaku ditangkap tim Subdit V Ditreskrimsus Polda Kepri di Perumahan Palazzo Garden, Kota Batam. Dari lokasi penangkapan polisi mengamankan beberapa alat komunikasi berupa laptop dan handphone yang digunakan oleh ke 10 orang tersangka untuk melakukan aksinya.

“Adapun tersangka wanita berinisial TTP yang berperan sebagai Icon yang melakukan video Call phone sex. Kemudian rekan-rekan tersangka lainnya yang akan melakukan tindakan pemerasan terhadap korban. Para tersangka melakukan aksinya sejak sejak Agustus 2021 dan mereka sudah berada di Indonesia sejak 6 bulan yang lalu,” ungkap Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.

Menurut Kabid Humas para tersangka dijerat dengan Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) Dengan Pidana Penjara Paling Lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

“Dan pasal lain yang mengancam yakni atau pasal 45 Ayat (4) Jo Pasal 27 Ayat (4) Dengan Pidana Penjara Paling Lama 6 (Enam) Tahun Dan/Atau Denda Paling Banyak Rp 1 miliar Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik. Selanjutnya 10 orang tersangka tersebut pada hari ini akan diserahkan kepada Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam,” tutup Kabid Humas Polda Kepri. (*/arl)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN