Dugaan Pemalsuan Dan Penyerobotan, Asong Akan Dilaporkan Ke Polisi



BINTAN – Sengketa lahan di RT 010/RW 02, Kampung Galangbatang, Desa Gunungkijang, Kecamatan Gunungkijang dipastikan akan berlanjut ke jalur hukum karena mediasi gagal ditingkat desa.

Sejumlah pihak yang merasa haknya dirugikan akan menempuh jalur hukum. Sebelumnya bidang lahan tersebut dipersengketakan oleh PT MIPI dan PT BAI. Namun usai proses mediasi dan sejumlah petunjuk semakin terang, para pihak akan melakukan langkah hukum.

Cui Ni, salah seorang warga yang tanahnya tumpang tindih mengaku akan menuntut pihak Asong (pihak penjual ke PT BAI). Namun karena diduga jual beli antara Asong dan PT BAI belum selesai, maka hanya Asong akan dilaporkan.

“Kami akan laporkan Asong, karena dia yang mengklaim dan suratnya masih nama dia,” kata Cui Ni yang diiyakan oleh Priss, Agus Suprapto dan Suhairi.

Cui Ni mengatakan, pihak desa seharusnya menguatkan lahan yang ia miliki. Hal itu karena pihak desa yang membenarkan dan melakukan pengoperan atas nama suratnya tersebut.

“Pak La Nade yang teken pengoperan saya dan Priss, jadi jelas kan mereka secara sah mengakui, tahu dan mengoperkan bidang tanah kami,” jelasnya, Rabu (5/5).

Dalam mediasi, lanjutnya, harusnya kades sudah paham lokasi saya, namun mengapa seolah tidak tahu posisi dengan apa yang diklaim oleh Asong.

“Kami berempat yang merasa dirugikan oleh Asong, kami akan lakukan langkah hukum. Karena lahan saya 2 hektare diklaim Asong, kemudian Pak Agus Suprapto 2 hektare juga diklaim Asong, adalah Priss sebesar 2 hektare dan Muhammad sebesar 1 hektare yang diklaim Asong,” terangnya.

Sebelumnya, Suhairi anak dari Muhammad mendapatkan data yang diduga adanya indikasi pemalsuan terhadap tandatangan ayahnya. Ia juga berencana akan melakukan langkah hukum selanjutnya.
(aan)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN