Pembatasan Mudik, Supir Logistik Keluhkan Biaya GeNose Dan Antigen



TANJUNGUBAN – Hari pertama penerapan larangan mudik di pintu masuk pelabuhan roro ASDP Tanjunguban pada Kamis (6/5), banyak dikeluhkan para supir angkutan barang dan logistik. Pasalnya para supir harus mengeluarkan biaya ekstra untuk pemeriksaan kesehatan.

Seperti yang dialami Dedi, warga Tanjungpinang yang menjadi salah seoranh supir angkutan barang. Ia yang dites menggunakan GeNose harus diperiksa ulang karena hasil pertamanya adalah positif. 

“Saya tadi sudah cek sama kernet, kami keluarkan Rp 80 ribu berdua. Tapi saya disuruh ulang lagi dan bayar lagi, katanya saya positif,” sebutnya.

Ia mengatakan, pengeluaran biaya pemeriksaan kesehatan harus ia keluarkan dari kantong pribadi, ini karena belum ada koordinasi dengan pemilik kendaraan dan barang.

“Belum ada koordinasi sama bos, jadi kantong kami lah keluar bang. Ini kalau saya positif lagi saya balik saja lah, udah habis duit. Bagus tidur di rumah saja lah,” ucapnya.

Sementara itu, kondisi di lapangan di pelabuhan ASDP Tanjunguban terlihat lengang, hanya ada beberapa kendaraan yang berada di antrean.

Sembiring, Anggota TNI yang berjaga memantau kendaraan dan penumpang mengatakan, untuk kendaraan boleh diberangkatkan, namun untuk orang harus dengan syarat tertentu. Seperti pemeriksaan GeNose dan Antigen.

“Kalau kendaraan boleh melintas, tapi kalau orangnya tidak sesuai syarat, maka kami minta kendaraan dijemput di Batam. Tapi sejauh ini belum ada masalah dan keberangkatan penumpang dan orang sesuai pengecualian,” jelasnya.

Sementara itu, menjelang sore sudah ada 77 orang yang melakukan GeNose di ASDP Tanjunguban, sebagian besar merupakan supir dan kernet kendaraan logistik. Juga merupakan penumpang kapal cepat di Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban.

Di Pelabuhan Kapal Cepat Bulang Linggi Tanjunguban juga terlihat sepi, dari 17 pelayaran yang dijadwalkan, baru 1 kapal umum yang berangkat.

“Tadi baru 1 kali jalan dan penumpangnya hanya 6 orang saja. Tadi ada 1 kapal carter bawa orang sakit,” kata Rahmat Kepala Pos Syahbandar Bulang Linggi.

Ia mengatakan, untuk pemeriksaan GeNose dan Antigen hanya ada di Pelabuhan Roro ASDP, sehingga calon penumpang harus mengecek ke pelabuhan tersebut sebelum ke Bulang Linggi.

“Kalau di kami tak ada tempat pemeriksaan, tapi ada karantina yang akan cek surat kesehatan sebelum berangkat, kalau sudah oke kami baru kasih beli tiket,” jelasnya.

Dari pantauan di Bulang Linggi terlihat kondisi sepi. Namun terlihat ada 4 orang yang tidak memiliki pemeriksaan kesehatan ingin menyeberang. Namun setelah diingatkan oleh petugas pelabuhan, kemudian calon penumpang itu pergi meninggalkan pelabuhan. (aan)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN