Melanggar Prokes, 44 Orang Diberikan Teguran dan Sanksi Tertulis

TIM gabungan mendata warga yang melanggar protokol kesehatan.

NATUNA – Tim gabungan operasi yustisi TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan berhasil menjaring 44 orang yang melanggar Perbup 51 tahun 2020. 44 orang ini diberikan sangsi teguran dan tertulis agar tidak mengulangi perbuatan yang sama.

Para pelanggar protokol kesehatan ini diberi kesempatan paling lambat 3 (tiga) hari, untuk mematuhi Peraturan Bupati Natuna nomor 51 tahun 2020. Operasi yustisi, Rabu (7/10) ini dipusatkan di simpang empat jalan Pramuka, samping Bank BPR, Kelurahan Batu Hitam, Kabupaten Natuna.

“Operasi yustisi gabungan ini dalam rangka penerapan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan, sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. Sesuai dengan Perbub nomor 51/2020,” kata Iptu Rambunsyah Kasat Sabhara Polres Natuna, mewakili Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian.

Ia mengatakan, pada tahap awal lokasi dan sasaran adalah lokasi simpang empat jalan Pramuka samping Bank BPR, dengan melaksanakan tugas secara humanis dan profesional. Sehingga masyarakat akan mudah memahami dan mencerna terkait Peraturan Bupati (Perbup) nomor 51 tahun 2020.

       
        Loading...    
   

“Jadi dari hasil operasi tersebut, terjaring sebanyak 44 orang. Di antaranya diberikan teguran secara tertulis kepada orang sama sekali tidak membawa masker, sebanyak 14 orang. Dan teguran secara lisan sebanyak 30 orang kepada yang membawa masker tapi tidak digunakan,” paparnya.

Ia juga menjelaskan, dalam pelaksanaan operasi yustisi Perbup nomor 51 tahun 2020 akan dilaksanakan secara berkesinambungan.

“Untuk lokasi pelaksanaan operasi yustisi, kita lakukan secara berkesinambungan. Hal ini agar masyarakat dapat memahami pentingnya protokol kesehatan,” tandasnya. (hrd)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN