Hindari Penurunan Status Bandara RHF

Turis Tiongkok tiba di Bandara RHF, waktu lalu.
       
        Loading...    
   

TANJUNGPINANG – Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang salah satu daftar yang diusulkan turun statusnya dari Bandara Internasional menjadi Bandara Domestik.

Penurunan status bandara ini dianggap akan merugikan Kepri, khususnya Kota Tanjungpinang.


Pendapat ini disampaikan, Fengky Fensito, Ketua Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang kepada Luarbiasa.id, Selasa (8/9)

Ia mengatakan, Tanjungpinang merupakan daerah yang dekat dengan sejumlah negara tetangga. Untuk membuka akses lintas negara, maka salah satu jalurnya adalah lewat udara.

Saat ini, Tanjungpinang sudah memiliki fasilitas bandara statusnya bertaraf internasional. Artinya, turis dari negara asing sudah bisa masuk ke Tanjungpinang lewat bandara ini.

Apabila status tersebut dicabut, maka penerbangan luar negeri ke Tanjungpinang tidak bisa lagi. Tanjungpinang akan dirugikan dari segi kemajuan wisata dan juga pendapatan berbagai sektor.

Baca Juga :  115 KK di Tanjungpinang Dicoret dari Daftar Keluarga Miskin

Ia mencontohkan, dengan status Bandara RHF sudah bertaraf internasional, maka turis dari Tiongkok pernah diterbangkan dari negara itu ke Tanjungpinang.

Jumlahnya ratusan orang. Bisa dibayangkan multiplier kedatangan turis itu sangat besar. Mulai dari usaha travel seperti guide, bus wisata juga kebagian. Belum lagi hotel, restoran dan pedagang oleh-oleh. Banyak uang yang beredar.

Jika status Bandara RHF akan diubah dan diturunkan, maka hal-hal seperti itu tidak akan terjadi lagi.

Kota ini hanya akan menerima kunjungan wisatawan nusantara saja. Padahal, sumbangan devisa dari wisatawan mancanegara untuk Kepri ini cukup banyak.

Seperti tahun 2019 lalu misalnya mencapai 2,8 juta jiwa turis asing yang datang ke Kepri. Lewat Tanjungpinang 100 ribu orang lebih.

Baca Juga :  Peringati Hari Sumpah Pemuda, Kapolda Minta Semua Semangat dalam Bekerja

Jika persoalannya misalnya karena keimigrasian, maka KanwilkumHAM Kepri sudah bisa mengatasinya beberapa waktu lalu dengan mendatangkan pegawainya dari Batam.

Sebaiknya, status bandara itu dipertahankan karena peluang maskapai untuk membuka rute baru ke negara tetangga cukup besar lantaran jaraknya tidak terlalu jauh.

Misalnya, turis Malaysia dan Singapura makin banyak nanti yang datang ke Tanjungpinang jika maskapai penerbangan sudah membuka rute baru. Begitu juga dengan rute lainnya.

Informasinya, maskapai Citilink sudah berniat ingin membuka rute internasional Tanjungpinang-Singapura-Padang. Jika itu terealiasi, maka turis Singapura bisa menikmati wisata di kota ini dan Padang. Jadi manfaatnya makin banyak.

Baca Juga :  Pemprov Beri 80 Ribu Paket Sembako di Batam

Bandara ini juga bisa membantu daerah lain menghidupkan sektor wisata mereka. Dia juga mengatakan, pelabuhan internasional dan bandara internasional berbeda karena bandara internasional bisa bergabung di gedung yang sama.

Sedangkan pelabuhan internasional, terminalnya dibuat terpisah dari domestiknya. Tidak begitu merepotkan untuk bandara internasional.

Kenapa harus diturunkan statusnya jika merugikan kota ini. “Jadi kita hindari penurunan status bandara di ibukota ini,” ujar Fengky Fensito, kemarin.

Kondisi saat ini jumlah kunjungan turis memang menurun, hal ini dampak dari pandemi Korona. Diyakini setelah semua kembali normal maka Bandara RHF menjadi salah satu tempat menerima pendatang termasuk berbagai negara. (dlp)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN