Menanti Senyuman di Hari Guru, Diperlukan Uluran Tangan buat Bayi Nurjannah

INA Kurniasih guru honor bersama anaknya yang sedang dirawat Nurjannah Khairunnisa.

TANJUNGPINANG – 25 November 2020 nanti, ribuan atau jutaan guru se-Indonesia bakal memperingati Hari Guru. Tiap tahunnya, disambut gembira dan penuh senyuman. Tapi, tahun 2020 ini, keluarga Ina Kurniasih belum tentu meluapkan senyuman itu.

Ina Kurniasih merupakan seorang guru honor di SMP ternama di Kota Tanjungpinang. Ia mengajar bidang studi agama Islam di SMP ternama tersebut. Sebut saja lah, SMP Negeri 1 Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Suaminya sebagai guru olahraga, honor juga statusnya. Tapi, suami Ina Kurniasih mengajar di SMA swasta di Tanjungpinang.

Ina Kurniasih melahirkan seorang anak perempuan, akhir 2019 lalu. Nurjannah Khairunnisa namanya. Kini, berusia sekitar 11 bulan. Sungguh prihatin. Bayi yang disapa Nurjannah ini sudah menjalani operasi jantung. Namun, sampai sekarang, masih dirawat di ICU RSCM Jakarta. Karena kesehatannya belum stabil.

Awalnya, bayi sebelasa bulan Nurjannah Khairunnisa ini mengalami gejala sesak nafas, selama kurang lebih 1 bulan di RSUD Raja Ahmad Thabib (RAT) Provinsi Kepri, di Km 8 Tanjungpinang. Karena tidak kunjung membaik, orangtua Nurjannah Khairunnisaa memberanikan diri, untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

       
        Loading...    
   

Saat ini, keluhan terberat yang Nurjannah Khairunnisaa rasakan adalah penyakit gagal jantung. Anak sepasang guru honor ini harus segera dilakukan tindakan repair CAVSD. Agar penyakit ini tidak semakin parah. Jika tidak mendapatkan tindakan tersebut, dalam waktu dekat akan berakibat pada tumbuh kembang Nurjannah. Bahkan bisa lebih vatal lagi. Namun, semua itu tentunya atas kehendak Allah SWT.

Walaupun ditanggung BPJS dalam pengobatan Nurjannah, tapi dari awal kelahiran sampai proses sekarang (operasi), Ina Kurniasih dan suaminya sudah mulai meminjam uang. Guru honor ini melakukan hal ini, demi proses berobat anaknya. Termasuk biaya hidup mereka selama di Jakarta.

Bisa dibayangkan, gaji honor sepasang guru tak seberapa dibanding biaya berobat sang anak yang gagal jantung. Itu, gajinya harus dipotong utang. Saat ini orangtua bayi Nurjannah, hanya perlu untuk bertahan di Jakarta, sambil berdoa. Semoga untuk penanganan yang ke-2 ini, bisa disetujui (ACC) oleh BPJS dan Direksi RS. Karena tindakan pertama, sudah habis Rp300 juta. Pengeluaran dari mulai berobat dan kontrol ke sana ke mari, sudah lebih dari Rp50 juta.

Berdasarkan informasi dari Lembaga Amil Zakat Nasional Yakesma Provinsi Kepri, saat ini, total biaya yang diperlukan untuk pengobatan dan perawatan Nurjannah, sebesar Rp25 juta. Dengan rincian, untuk biaya operasional sehari-hari Rp5 juta, biaya keperluan pokok seperti pampers, susu, tisu, tisu basah, isi ulang oksigen sekitar Rp5 juta. Biaya perjalanan kontrol rutin Rp10 juta, dan untuk biaya beli obat penunjang sekitar Rp5 juta. Sedangkan biaya berobat Nurjannah Khairunnisa, keluarga guru honor ini sedang berjuang mendapatkan biaya tambahan, untuk berobat.

“Iya, kami tahu, anak dari ibu guru kami sedang dirawat. Kasihan banget. Kami cuma bisa berdoa, semoga ada uluran tangan dari para donatur menjelang Hari Guru tanggal 25 November nanti. Semoga ada senyuman merekah di wajah ayah dan bunda bayi Nurjannah,” harap Yuana, seorang alumni SMPN 1 Tanjungpinang, Minggu (8/11).

Untuk membantu biaya pengobatan Nurjannah Khairunnisa bayi sebelas bulan dari sepasang guru honor ini, Lembaga Amil Zakat Nasional Yakesma Provinsi Kepri sudah membuka dompet amal. Bagi donatur yang ingin menyisakan sedikit rezekinya, bisa memberikan bantuan lewat Bank Syariah Mandiri, nomor rekening 7888711184, atas nama Yakesma Kepri.

“Atau bisa langsung menghubungi ke nomor 082222204278. Semoga bayi Nurjannah putri dari guru honor ini sembuh dari sakitnya. Sehingga ada senyum merekah di wajah ayah bundanya, yang keduanya adalah guru honor, menjelang Hari Guru tahun 2020, 25 November nanti,” kata Budi, bagian keluarga besar SMPN 1 Tanjungpinang. (yendi)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN