Atasi Stunting di Kepri, PKK dan BKKBN Kolaborasi

TANJUNGPINANG – Optimis mampu menekan lajunya angka stunting di Kepri, Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kepri berkolaborasi dengan BKKBN Kepri atasi kasus stunting di Kepri.

“PKK dan BKKBN kita merupakan satu kesatuan, kami dari PKK merupakan mitra pemerintah tentunya siap bersedia memberikan kontribusi kami, berkolaborasi, kami menyambut baik hal ini,” ucap Dewi saat menerima perwakilan BKKBN Kepri di Kantor PKK Kepri, kemarin.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Kepri Mediheryanto menambahkan bahwa pada rapat kabinet terbatas Presiden Jokowi telah menunjuk BKKBN sebagai ketua tim penanganan stunting secara nasional.

Baca Juga :  Wabup Bintan: Layanan Kesehatan Berbasis Digital Itu Penting

“Itu baru secara lisan, untuk saat ini kita masih menunggu Perpres masalah penanganan secara nasional,” ucap Mediheryanto.

       
        Loading...    
   

Meskipun begitu dirinya menegaskan bahwa BKKBN Kepri sudah bergerak dalam penanganan stunting di Kepri. Terdapat empat kabupaten/kota yang sudah ditunjuk untuk sasaran pencegahan stunting, yaitu Natuna, Lingga, Karimun, dan Batam.

“Namun arah kebijakannya kedepan tidak hanya terfokus di empat kabupaten itu saja, tapi akan menyeluruh ke semua daerah Kepulauan Riau,” jelasnya.

Mediheryanto kemudian menjelaskan bahwa arah untuk implementasi penekanan angka stunting di Kepri akan dilakukan dengan sistem pendampingan terhadap tiga sasaran, yang pertama adalah ibu hamil, kedua bayi yang sudah dinyatakan stunting, dan tiga adalah calon pengantin.

Baca Juga :  Dermaga Kandis Mulai Dioperasikan

Pendampingan ini harus dilakukan mulai dari tingkat terbawah yaitu desa dan kelurahan. Untuk itulah kemudian BKKBN menggandeng PKK yang mempunyai kader sampai tingkat terbawah untuk melakukan pendampingan dan edukasi mengenai pencegahan stunting.

Sementara itu, Dewi Kumalasari menceritakan pengalamannya saat menjadi Ketua TP PKK Kabupaten Bintan dulu bagaimana PKK Bintan melakukan pendampingan terhadap ibu-ibu hamil dengan melakukan penempelan stiker khusus di depan rumah yang terdapat ibu hamil.

“Disitu kita pantau apakah dia resti atau normal, disitu kita libatkan kader kita sampai dengan dasawisma untuk kita lihat mulai dari perkembangan ibu hamil, pasca hamil dan seterusnya,” tutur Dewi.

Baca Juga :  Tiga Paslon Kompak Ingin Memajukan Suku Laut di Lingga

Dewi juga menuturkan bahwa jika kemarin TP PKK Kepri sudah meluncurkan Gerakan Perduli Penekanan Penyebaran Covid-19 (GP3C19), ia berencana meluncurkan Gerakan pencanangan serupa yang berfokus pada pencegahan stunting.

Adapun kerjasama yang dilakukan antara PKK Kepri dan BKKBN Kepri akan dimulai dari perayaan Hari Keluarga Nasional pada tanggal 29 Juni 2021 mendatang. (*/ais)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN