Begini Kronologi Dewi Kumalasari Vs Fiven di Musda Golkar Bintan

       
        Loading...    
   

TOAPAYA – Persaingan Hj Dewi Kumalasari dengan Fiven Sumanti dalam perebutan jabatan ketua, dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Bintan semakin memanas. Sampai saat ini, Musda belum tuntas. Jika tak tuntas sampai akhir Agustus, bisa saja Golkar Bintan dijabat oleh Plt yang ditunjuk oleh DPD PG Kepri.

Kondisi ‘panas’ Musda DPD Partai Golkar Bintan sudah terlihat sebelum pembukaan. Beberapa Pengurus Kecamatan sudah terlihat aksi lobi. Nama Fiven Sumanti sebagai calon ketua pun muncul, untuk bertarung dengan Hj Dewi Kumalasari. Fiven bersedia maju di pemilihan, setelah Hasriawadi menyatakan tidak mencalonkan diri.

Sebagai antisipasi keributan dalam Musda Golkar Bintan di Bhadra Resort & Convention Km 25 Toapaya Asri ini, jajaran Polres Bintan menurunkan 1 pleton personel. Pengamanan ini langsung dikoordinir oleh Kabag Ops Polres Bintan Kompol Sembiring dan Kapolsek Gunung Kijang AKP Monang P Silalahi.

Pada pembukaan Musda, H Nesar Ahmad selaku ketua periode 2016-2021 menyampaikan, Golkar meraih 6 kursi dari 25 anggota DPRD Bintan, pada Pileg 2019 lalu. Golkar Bintan kalah dalam perolehan suara dibandingkan partainya Bupati Bintan H Apri Sujadi, Demokrat. Namun, Golkar berkoalisasi dengan Partai Demokrat untuk Pilkada 2020 Bintan.

Baca Juga :  Jalan Lingkar G-12 Mulai Terhubung

“Kalau dana bantuan parpol, tahun sebelumnya kita (Golkar) dapat Rp213 juta. Tahun ini, Rp100 jutaan. Dalam Musda ini, kita terapkan protokol kesehatan,” jelas Nesar Ahmad.

Musda DPD Partai Golkar Bintan dibuka secara resmi oleh Ade Angga, selaku Wakil Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD Partai Golkar Provinsi Kepri. Dalam sambutannya, Ade Angga menuturkan, di dalam politik, tidak ada namanya kesempatan itu datang sekali. Justru itu, bangun kebersamaan dalam penyelenggaraan Musda ini, untuk kemajuan Golkar Bintan ke depan. Musda sebaiknya dilaksanakan dengan dasar kekeluargaan.

Untuk pelaksanaan Musda Golkar Bintan dan kabupaten/kota lainnya, Ade Angga menyampaikan, harus dilaksanakan paling lama 6 bulan setelah Munas. Itu sudah keputusan DPP. Meski dari DPD PG Kepri sudah mengusulkan, Musda Golkar di kabupaten/kota dilaksanakan setelah Pilkada.

“Kalau lihat dari kebijakan DPP itu, paling lambat akhir Agustus ini, sudah selesai digelar Musda. Kita berterima kasih atas kerja keras pengurus lama (Golkar Bintan), yang meraih 6 kursi di DPRD Bintan, setelah menghadapi gempuran Partai Demokrat,” sebut Ade Angga.

Baca Juga :  Selamatkan Dua WNI yang Hanyut di Laut, Nelayan Ini Dapat Penghargaan

“Kemudian, kita meminta siapa pun ketua terpilih nanti, harus memenangkan pasangan Ansar-Marlin untuk Pilkada Kepri. Dan mengantarkan Apri-Roby sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bintan untuk periode ke depan,” sambungnya.

Memanas
Pembukaan Musda DPD Partai Golkar Bintan dihadiri Anggota DPR RI asal Golkar Dapil Provinsi Kepri H Ansar Ahmad, Bupati Bintan H Apri Sujadi, Bacawabup Bintan dari Partai Golkar Roby Kurniawan, Kabag Ops Polres Bintan, Kapolsek Gunung Kijang dan PK serta organisasi sayap Golkar selaku peserta Musda.

Setelah pembukaan, Musda langsung digelar secara tertutup. Media massa diminta agar tidak hadir secara langsung dalam ruangan Musda. Bahkan, pengurus kecamatan dibatasi untuk hadir dalam ruangan. Sehingga, pembatasan jumlah peserta dalam Musda memicu konflik. Bahkan pimpinan partai kabupaten dengan kecamatan sempat bersitegang.

Suasana Musda semakin memanas, pada saat proses pemilihan calon ketua. Upaya mufakat tak berhasil. Sehingga terjadi pemilihan secara tertutup (votting), untuk pemilihan nama Hj Dewi Kumalasari versus Fiven Sumanti. Suara dalam pemilihan ini yaitu 10 dari Pengurus Kecamatan, 2 suara DPD kabupaten dan provinsi, dan dua suara organisasi partai yang mendirikan dan organisasi satap yang didirikan.

Baca Juga :  DP3AKB Bintan Beri Layanan KB MOW Gratis

Dari dua kali pemilihan, perolehan suara tetap imbang, 7 untuk Dewi Kumalasari dan 7 suara untuk Fiven Sumanti. Meski sudah dilakukan upaya lobi setelah pemilihan tahap pertama.

“Iya, Musda terpaksa skorsing sampai dengan batas waktu yang tak ditentukan,” ucap seorang peserta Musda.

Ade Angga telah menerima laporan mengenai pemilihan calon ketua yang belum tuntas, antara Hj Dewi Kumalasari dengan Fiven Sumanti dalam Musda Golkar Bintan ini.

“Kami sudah laporkan ke Ketua DPD Partai Golkar Kepri,” ujar Ade Angga, Minggu (9/8) kemarin.

Skorsing Musda Golkar Bintan, paling lama sampai akhir Agustus. Namun, untuk penetapan tanggal lanjutan Musda, akan ditentukan oleh DPD Partai Golkar Provinsi Kepri.

“Dari komunikasi dengan Ketua DPD Golkar Kepri semalam, ada dua opsi untuk kelanjutan Musda. Pertama, bisa Musda dilanjutkan dalam waktu dekat. Atau opsi kedua, ada penunjukkan Plt terlebih dahulu. Dan pelaksanaan (Musda) setelah Pilkada,” tegas Ade Angga.

“Agar energi kader difokuskan untuk pemenangan Pilgub (Ansar-Marlin), dan Pilkada Bintan (Apri-Roby),” jelas Ade Angga menambahkan. (fre)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN