Kejari Bintan Tetapkan Kepala Puskesmas Jadi Tersangka Korupsi Insentif Nakes



BINTAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan secara resmi menetapkan ZP Kepala Puskesmas Sei Lekop, Bintan Timur sebagai tersangka kasus korupsi insentif tenaga kesehatan (nakes) tahun anggaran 2020 hingga awal 2021 ini.

I Wayan Riana, Kepala Kejari Bintan mengatakan, pihaknya menetapkan ZP sebagai tersangka dengan sejumlah bukti yang sudah disita pada penggeledahan pekan lalu dan juga pengembalian uang pada Kamis (9/12) pagi.

“Kami sudah melakukan penyitaan sejumlah dokumen pencairan, SPJ dan lainnya. Kemudian barang bukti handphone sebanyak 4 unit dan komputer sudah dilakukan pemeriksaan termasuk juga sejumlah saksi,” katanya saat konferensi pers di halaman Kejari Bintan di Toapaya Bintan pada Kamis (9/12) sore.

Ia menjelaskan, dari pemeriksaan hingga saat ini, diketahui anggaran insentif nakes di Puskesmas Sei Lekop tersebut yang dicairkan sebesar Rp 836.396.167,-. Kemudian total yang diduga dicairkan fiktif adalah Rp 400 jutaan.

“Tersangka diduga menerima Rp 100 jutaan lebih dari anggaran fiktif yang dicairkan,” jelasnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, ada sejumlah uang yang dikembalikan dari nakes maupun pejabat struktural di Puskesmas Sei Lekop. Sebanyak Rp 8 juta dikembalikan dari nakes dokter saat penggeledahan pekan lalu dan sebanyak Rp 18.015.000 dikembalikan hari ini.

“Untuk kasus ini akan dikembangkan lebih lanjut dan akan memeriksa sejumlah pihak lainnya. Saat ini yang bersangkutan belum dilakukan penahanan namun akan dilakukan pencekalan agar tidak berpergian keluar negeri,” ungkapnya.

Untuk Pasal yang disangkakan, tersangka dikenakan Pasal 2 atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Udnang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana maksimal Pidana Penjara Seumur Hidup. (aan)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN