Pekan Ini, Ketinggian Gelombang di Kepri Aman untuk Melaut

Prakirawan Stasiun BMKG Tanjungpinang, Bhakti Wira Kusumah.
       
        Loading...    
   

TANJUNGPINANG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang memprakirakan ketinggian gelombang di perairan Kepuluan Riau masih normal, hingga relatif aman untuk kegiatan nelayan dan pelayaran.

“Secara umum kalau kita lihat kondisi global khususnya daerah Kepri terutama perairan Tanjungpinang-Bintan, tiga hari sampai seminggu kedepan tidak signifikan ketinggian gelombangnya,” jelas prakirawan BMKG, Robbi Akbar Anugrah pada (10/6).

Tinggi gelombang di perairan Kepulauan Riau mencapai 0.3 – 1.5 meter. Artinya tidak terjadi ketinggian gelombang yang signifikan.

Sehingga masih aman bagi aktivitas diperairan seperti pelayaran maupun nelayan.

Selain itu, Ia mengatakan ketinggian gelombang tentunya dipengararuhi tiupan angin. Tercatat, angin diwilayah Kepulauan Riaudengan kecepatan 10 sampai 20 meter per jam membuat ketinggian gelombang tidak membahayakan aktivitas di laut.

“Ketinggian gelombang seperti ini tidak perpengaruh terhadap pelayaran maupun nelayan diwilayah Kepri,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan bahwa ketinggian gelombang signifikan di  perairan Tanjungpinang sekitar 0.3 sampai 1.5 m. Untuk Perairan Batam ketinggian gelombang mencapai 0.3 sampai 0.7 m.

Kemudian di perairan Kabupaten Karimun ketinggian gelombang 0.3 sampai 0.7 meter. Perairan Bintan mencapai   0.3 sampai 1.5 meter.

 Jika dilihat Perairan Lingga ketinggian gelombang signifikan 0.3 sampai 1.2 meter.

Khusus di wilayah perairan Anambas dan Natuna ketinggian gelombang mencapai 0.3 sampai 1.5 meter.

Meski tercatat dengan ketinggian gelombang masih normal, namun bagi perairan Lingga perlu diwaspadai. Pasalnya saat ini kondisi angin bertiup dari selatan. Namun masih aman bagi nelayan di perairan Lingga.

“Karena angin permukaan kita bertiup dari selatan nih, perlu diperhatian bagi nelayan maupun aktivitas laut lainnya. Tetapi insyaalah masih aman karna tingginya hanya 1.5 meter,” tutur Robby.

Selain itu, dirinya menuturkan intensitas hujan di Tanjungpinang sedikit berkurang tetapi lebih sering terjadi hujan lokal.(cr29)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN