Pasien Covid-19 Tanjungpinang Bertambah Satu saat New Normal

Data gugus tugas pencegahan Covid-19 Kepri hingga Jumat (10/7/2020).
       
        Loading...    
   

TANJUNGPINANG  – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Tanjungpinang, Hj Rahma menyampaikan bahwa satu pasien  terkonfirmasi positif Covid-19 berinisial Su (52) warga Tanjungpinang bertambah, Jumat (10/7).

”Sebagaimana hasil pemeriksaan swab dengan metode PCR yang baru kami terima, yang bersangkutan merupakan pasien ke-28 Kota Tanjungpinang, 45 hari setelah kasus terakhir terkonfirmasi,” ujar Rahma.

Pasien tersebut, kata Rahma, merupakan penumpang pesawat Garuda Airlines pada tanggal 8 Juli 2020. Turun dari pesawat Garuda, pasien langsung ke RSUD RAT untuk melakukan rapid test antibodi dengan hasil reaktif. Pasien langsung dikarantina di Rumah Singgah dan hasil laboratorium PCR tanggal 9 Juli 2020 hasilnya positif.

”Pemeriksaan RDT dan PCR ini dilaksanakan secara mandiri oleh yang bersangkutan atas kesadaran sendiri karena baru melakukan perjalanan dari negara dan daerah terjangkit sebelum pulang ke rumah,” tambah Rahma.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi didapatkan bahwa Su datang dari Kongo dan melakukan transit di Perancis, Qatar dan Jakarta.

”Selama di perjalanan Su tetap melakukan social distancing dan memakai masker. Sebelum berangkat dari Kongo, Su telah melakukan pemeriksaan PCR dengan hasil negatif pada tanggal 3 Juli 2020,” kata dia.

Setibanya di Bandara Soekarno Hatta tidak dilakukan rapid test. Su sempat menginap dua hari di Hotel Ibis Style Bandara Soetta.

”Su melakukan perjalanan dari Kongo ke Jakarta bersama satu orang temannya yang tinggal di Jakarta. Saat ini tidak ada gejala Covid-19 yang dirasakan oleh Su,” tutup Rahma.

Su (52 tahun) merupakan warga Kelurahan Batu 9 Kecamatan Tanjungpinang Timur. Sebelum berangkat dari Kongo, Su telah melakukan pemeriksaan PCR dengan hasil negatif pada tanggal 3 Juli 2020. Perjalanan Kongo – Perancis 4 Juli 2020, Perancis – Qatar 5 Juli 2020, Qatar – Jakarta 6 Juli 2020, Jakarta – Tanjungpinang 8 Juli 2020.

Adapun pengumpulan informasi awal tentang jumlah orang yang akan  dilaksanakan tracing adalah 74 orang, terdiri dari penumpang 29 orang (11 Tanjungpinang, 18 Kabupaten Bintan), kru pesawat 7 orang, petugas groundhandling 5 orang, Avsec 23 orang, CS 4 orang, KKP 2 orang, TNI AU satu orang dan supir taksi 3 orang.

Adapun rencana tindak lanjut yaitu, koordinasi dengan KKP Tanjungpinang. Pelaksanaan tracing dengan kontak erat. Edukasi dan komunikasi risiko terhadap kontak tracing antara lain mewajibkan menggunakan masker, jaga jarak, CTPS, makan makanan bergizi dan melakukan karantina mandiri. Kini, ada dua pasien yang dirawat di rumah sakit di Tanjungpinang.

Tiga Tambah di Batam

Kamis (9/7) berdasarkan hasil temuan dari kasus baru dan contact tracing kasus 208 di Kota Batam, jumlah orang yang terpapar dari temuan kasus ini sebanyak 3 (tiga) orang laki-laki warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif.

Seorang laki-laki berinisial M usia 32 tahun, swasta, beralamat di kawasan Perumahan Batu Merah Kelurahan Batu Merah Kecamatan Batu Ampar Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 249 Kota Batam.

Yang bersangkutan merupakan ayah kandung dari terkonfirmasi positif kasus Nomor. 208. Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan terhadap kasus anaknya tersebut selanjutnya pada tanggal 22 Juni 2020 bertempat di RS Budi Kemuliaan Batam dilakukanlah pengambilan swab pertama yang hasilnya diketahui pada tanggal 24 Juni 2020 dengan terkonfirmasi negatif.

Selanjutnya setelah 14 hari kemudian pada tanggal 6 Juli 2020 bertempat di RS Budi kemuliaan Batam kembali dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan kedua yang hasilnya diperoleh pada hari ini dengan terkonfirmasi positif.

Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, dan saat ini sedang dalam persiapan untuk ditempatkan di ruang perawatan isolasi/karantina di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang Kota Batam.

Kedua, seorang laki-laki berinisial P usia 45 tahun, dosen PT swasta, beralamat di kawasan Perumahan Palem Raya Kelurahan Tanjung Sengkuang Kecamatan Batu Ampar Kota Batam.

Ia merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 250 Kota Batam. Yang bersangkutan mengatakan bahwa pada tanggal 17 Juni 2020 memeriksakan diri ke klinik Husada Tama Batam untuk melakukan pemeriksaan RDT secara mandiri guna keperluan memenuhi persyaratan penerbangan dengan hasil reaktif.

Mengingat hasil RDT-nya tersebut untuk itu pihak klinik kemudian menyerahkan pemantauan dan penanganannya selanjutnya ke Puskesmas Tanjung Sengkuang sesuai dengan alamat/domisili tempat tinggalnya dan diedukasi untuk melaksanakan karatina mandiri/self quarantine dirumahnya tersebut.

Kemudian pada tanggal 22 Juni 2020 bertempat di RS Budi Kemuliaan Batam dilakukanlah pengambilan swab pertama yang hasilnya diketahui pada tanggal 24 Juni 2020 dengan terkonfirmasi negatif.

 Selanjutnya setelah 14 hari kemudian pada tanggal 6 Juli 2020 bertempat di RS Budi kemuliaan Batam kembali dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan kedua yang hasilnya diperoleh pada hari ini dengan terkonfirmasi positif.

Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, dan saat ini sedang dalam persiapan untuk ditempatkan di ruang perawatan isolasi/karantina di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang Kota Batam.

Ketiga, seorang remaja laki-laki berinisial WA usia 19 tahun, pelajar/santri, beralamat di kawasan Perumahan Tiara Mantang Kelurahan Sagulung Kota Kecamatan Sagulung Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 251 Kota Batam.

Tanggal 4 Juli 2020 yang bersangkutan memeriksakan diri ke Klinik Medi Plus untuk melakukan pemeriksaan RDT guna memenuhi persyaratan penerbangan ke Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikannya yang hasilnya diperoleh reaktif.

Mengingat hasil pemeriksaan RDT-nya tersebut selanjutnya pemantauan dan penanganan yang bersangkutan dilakukan oleh Puskesmas Sungai Lekop sesuai dengan alamat tempat tinggalnya.

Kemudian pada tanggal 5 Juli 2020 oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Puskesmas Sungai Lekop yang bersangkutan dievakuasi ke RSKI Covid-19 guna melaksanakan karantina/isolasi di rumah.

Tentang warga Batam terkonfirmasi positif Covid-19, No. 249 – 251 dari hasil temuan kasus baru dan hasil contact tracing kasus 208 tanggal 9 Juli 2020 pukul 16.00 WIB sakit tersebut dan pada keesokan harinya tanggal 6 & 7 Juli 2020 bertempat di RSKI Covid-19 Galang tersebut dilakukanlah pemeriksaan swab tenggorokan pertama dan kedua yang hasilnya diperoleh pada hari ini Terkonfirmasi Positif.

Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, dan saat ini telah ditempatkan di ruang perawatan isolasi/karantina di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang Kota Batam.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan terhadap seluruh cluster terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam, diperoleh kesimpulan sementara bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster yang ada maupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun impor.

Hal ini mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan dan himbauan pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19.

Selanjutnya diingatkan dan diimbau kembali kepada seluruh masyarakat Kota Batam untuk kemaslahatan bersama agar tetap mengikuti anjuran pemerintah, menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap dirumah saja dan menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur serta istirahat yang cukup. (ais/mas)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN