Mantan Ketua KPPAD dan P2TP2A Berseteru

Muhammad Faisal
       
        Loading...    
   

TANJUNGPINANG – Mantan Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau Muhammad Faisal meragukan kinerja Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) terkait penanganan kasus pencabulan anak di Kepri.

Kepada wartawan, pria yang juga advokat di Kota Tanjungpinang ini menceritakan saat ini pihaknya sedang mengusut persoalan kasus pencabulan anak usai 9 tahun di Kecamatan Jemaja Anamas. Dalam kasus ini P2TP2A juga ikut terlibat sebagai pendamping korban.

“Mereka sudah melakukan assesment psikologi. Namun, sampai saat ini tidak mau memberikan hasilnya kepada kami,” ujar Faisal di Tanjungpinang, Senin, (10/8).

Baca Juga :  Waspadai Virus Korona, 110 Napi di Kepri Dibebaskan

Berdasarkan UU Advokat pasal 17, dirinya dalam menjalankan profesi berhak memperoleh informasi, data, dan dokumen lainnya untuk pembelaan kliennya.

Namun, ketika diminta, P2TP2A beralasan tidak dapat mengabulkan permohonan tersebut, lantaran hal ini sudah Standar Operasi Prosedur (SOP) yang sudah mengikat.

“Tapi SOP yang mana coba di tunjukkan dulu, kita sudah juga menyurati namun sampai sekarang tidak kunjung di berikan,” kesal Faisal.

Seharusnya, sambung Faisal, P2TPA bersikap terbuka, karena, Faisal mengklaim dalam urusan ini, kedudukan P2TP2A sama dengan dirinya, sama-sama membela hak-hak korban.

Baca Juga :  Bertambah Enam Pasien Covid-19 Sembuh di Batam

“Kalau tidak juga direspon, kita akan adukan ke Ombusman,” ancam Faisal.

Faisal mengingatkan, P2TP2A jangan membenturkan kuasa hukum korban dengan pihak lain. Kalau demikian, artinya sama saja tidak tidak profesional. (ais)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN