Kajari Bintan Isyaratkan Bakal Ada Tersangka Lagi di Kasus Kejahatan Pertanahan



BINTAN – Kasus Kejahatan Pertanahan di Bintan diisyaratkan akan terus menyeret pihak lain sebagai tersangka. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bintan I Wayan Riana saat dikonfirmasi terkait perkembangan kasus tersebut yang saat ini sedang ditangani pihak kepolisian.

Tiga kasus kejahatan pertanahan yang saat ini ditangani oleh Polres Bintan yang pada tahap awal menetapkan 13 tersangka dan kini bertambah menjadi 15 tersangka, berkemungkinan besar akan bertambah lagi.

“Apa yang dilakukan pihak kepolisian terkait penegakan hukum pada kasus tersebut memang sebagian besar merupakan petunjuk dari pihak kejaksaan untuk menetapkan tersangka,” kata Wayan, Kamis (9/12).

Ia mengatakan, penambahan tersangka sudah ada SPDP (Surat Perintah Dimulai Penyidikan) yang baru. Ia menambahkan dalam tindak pidana Pasal 263 KUHP terkait kejahatan pertanahan atau biasa disebut mafia tanah, pihaknya bersifat pasif dalam pemeriksaan kepolisian.

“Namun dalam menentukan siapa-siapa pihak yang layak ditetapkan sebagai tersangka, maka jaksa penuntut umum aktif memberikan petunjuk kepada pihak kepolisian. Besar kemungkinan akan bertambah lagi,” terangnya.

Dalam pengungkapan kasus kejahatan di Bintan sendiri, sudah menjadi perhatian banyak kalangan. Masyarakat terutama, ingin kasus tersebut dibuka dan diungkap selebar-lebarnya, sehingga motif dan peran-peran pihak terkait akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat.

Jika kejahatan pertanahan itu sebatas pembuatan sporadik atau alashak, maka sudah pasti pemerintah pemimpin wilayah desa/kelurahan dan kecamatan diperiksa. Namun jika sudah masuk ke ranah kantor pertanahan, maka harus juga diteliti jika ada keterkaitan atau kemungkinan permufakatan jahat.(aan)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN