Semakin Terkuak, Kejahatan Pertanahan di Tanjungpermai Libatkan Lurah dan Notaris

BINTAN – Kasus kejahatan pertanahan di Kelurahan Tanjungpermai, Kecamatan Seri Kuala Lobam yang dirilis Polres Bintan pada awal November lalu semakin terkuat. Dari awalnya sebanyak tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, kini bertambah dua tersangka baru.

Dua tersangka baru terkait pemalsuan surat dan penipuan dalam pembuatan alas hak atau sporadik ini melibatkan oknum Lurah Tanjungpermai berinisial S dan oknum notaris di Tanjunguban berinisial RAG. 

Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono melalui Kasat Reskrim Dwihatmoko Wiroseno membenarkan adanya tambahan dua tersangka tersebut. Ia mengatakan jika peran Lurah Tanjungpermai dalam kasus tersebut terkait pemalsuan sempadan dan juga beberapa lainnya dalam pembuatan sporadik tanah.

“Oknum lurah juga menerima uang sebesar Rp 50 juta dalam pembuatan surat tanah tersebut. Uang tersebut dipergunakan untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Untuk tersangka oknum notaris, diketahui memalsukan sporadik untuk mendapatkan bidang tanah seluas setengah hektare atas namanya sendiri.

“Notaris ini memiliki surat tanah atas namanya yang dimiliki tanpa sepengetahuan pemilik tanah,” jelasnya.

Untuk kasus kejahatan pertanahan di Kelurahan Tanjungpermai kini total sudah menjadi lima tersangka, dengan tiga tersangka lainnya yakni CG, RP dan HP. (aan)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN