Kini, Swab Terduga Korona Sudah Bisa Diperiksa di Batam

Alat PCR di Batam

BATAM – Pemeriksaan sampel swab yang diambil dari tenggorokan terduga terjangkit virus Korona kini sudah bisa dilakukan di Batam  menggunakan sistem Polymerase Chain Reaction (PCR).

Sebelumnya, pemeriksaan swab dari terduga Korona harus dilakukan di Jakarta hingga memerlukan waktu 8 hingga 10 hari untuk mengetahui hasilnya.

Pengoperasian PCR di Batam ini ditegaskan oleh Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit BTKL PP Batam Slamet Siswanto dalam rilisnya Minggu (12/4).

Dalam rilis yang disebar oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi itu, disebutkan kini BTKLPP Batam sudah bisa memeriksa sampel swab dengan alat PCR yang merupakan bantuan dari pemerintah Singapura beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian Dua Pelajar yang Tenggelam di Pantai Trikora
       
        Loading...    
   

“Alat ini dioperasikan di BTKLPP karena sudah memenuhi persyaratan minimal biosafety level2. Merek alatnya biorad seri CFX 96. Semua alat PCR yang ada di BTKLPP adalah real time PCR,” sebut Slamet Siswanto.

Menurutnya, pengoperasian alat ini sempat tertunda karena ada beberapa bahannya (reagen) yang belum tersedia. “Alhamdulillah, sejak sabtu (11/4/4) sudah sampai kiriman dari kementerian meski jumlahnya belum banyak. Bahan yang dikirim bisa untuk memeriksa 200 sampel, sebutnya.

Slamet Siswanto juga berharap bantuan dari semua pihak termasuk Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Kepri agar memberikan bantuan reagen dan lain lain yang dibutuhkan untuk kesinambungan/konsistensi pemeriiksaan selanjutnya.

Baca Juga :  Wabup Ajak Tokoh Agama Memerangi Ujaran Negatif

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menyebutkan, pihak BTKLPP Batam sudah mulai melakukan pemeriksaan sampel swab melalui alat PCR ini. Objek yang diperiksa adalah swab yang sudah masuk terutama dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang closed contact atau kontak langsung dengan orang yang positif korona berdasarkan pemeriksaan PCR sebelumnya dan ini yang diprioritaskan lebih dulu. (*/jek)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN