Cemas, Warga Kemboja Tolak Kedatangan Rombongan dari Kalimantan

       
        Loading...    
   

TANJUNGPINANG – Warga Tambak, Kelurahan Kamboja menolak kedatangan sekitar 80 orang dari Kalimantan yang mengaku menunggu kapal transit menuju Pelabuhan Buton, Riau. Rencanya akan berangkat pada Senin (13/7) pagi.

Lurah Kamboja, Hendrawan mengatakan, mendapat penolakan dari warga, kini para pendatang tersebut direlokasi ke Jalan Pancur dibawah pengawasan Tim Gugus penanganan Covid-19.

Ia mengaku mengetahui informasi tersebut dari salah satu warga setempat yang menghubunginya, menyatakan penolakan terhadap pendatang dari Kalimantan tersebut.

Pendatang tersebut semula berencananya menginap di salah satu ruko pemukiman masyarakat Tambak.

Menanggapai hal tersebut, pihaknya melalui Babinkamtibmas Kelurahan Kamboja turun kelapangan untuk menemui koordianator dan menyarankan para pendatang tersebut direlokasikan.

“Tadi pagi saya dihubungi warga, intinya menolak sebagai salah satu bentuk upaya mencegah penyebaran virus Korona di tengah masyarakat,” ujarnya kepada LuarBiasa.id, Minggu (12/7).

Ia menuturkan, kedatangan warga Kalimantan tersebut tanpa koordinasi.

“Seharusnya mereka mengkonfirmasi ke kami minimal dua atau tiga hari sebelum datang, sehingga bisa kami siapkan dan bisa kami koordinasikan bersama warga. Bila ditolak maka tak boleh berada di pemukiman masyarakat tersebut,” tuturnya.

Ditambahkannya, masing-masing pendatang juga melampirkan surat keterangan bebas Covid-19.

“Berdasarkan surat keterangan kesehatan mereka semua aman, setiap individu ada surat rapid test,” jelasnya.

“Mereka sudah dibawah pengawasan tim gugus yaitu Kasat Intel dan Bhabinkabtinmas TNI,” tuturnya lagi.

Anggota DPRD Kepri Dapil Tanjungpinang, Rudi Chua menerima laporan dari masyarakat.

Menurutnya, wajar masyarakat cemas di tengah kondisi pencegahan penyebaran virus Korona. Apalagi kedatangan mereka dalam jumlah ramai serta tanpa koordinasi ke masyarakat sekitar melalui perangkat Ketua RT dan RW.

Rudi berharap setiap pendatang dalam jumlah kelompok dan banyak mendapat pengawasan dan mengikuti prosedur ketentuan yang berlaku.

“Kita bukan menghalangi pendatang, namun dalam jumlah banyak harus mengikuti ketentuan dan jangan diinapkan di tengah pemukiman masyarakat. Wajar jika warga khawatir, utamanya menghindari penyebaran virus Korona,” tuturnya.

Seperti diketahui, tiga bulan terakhir ini banyak pendatang yang menuju Kalimantan maupun sebaliknya yang transit melalui Tanjungpinang.

Harapannya jangan membuat masyarakat cemas, perlu pengawasan dari pemerintah setempat dan Tim Gugus. (cr29/dlp)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN