Mau Dapat Kartu Prakerja? Ayo Daftar Sekarang ke Disnaker

       
        Loading...    
   

TANJUNGPINANG – Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Mikro (TKK dan UM) Kota Tanjungpinang mulai membuka loket pendaftaran calon peserta kartu prakerja di Gedung Lima Lantai di Senggarang, Selasa (14/4) pukul 09.00WIB. Tujuannya untuk bantu masyarakat agar terdaftar sebagai calon peserta kartu prakerja secara online.

“Kita bantu masyarakat yang tidak punya laptop di rumah atau hape handroid. Karena daftarnya online,” kata Hamalis, Kepala Dinas TKK dan UM Kota Tanjungpinang, Senin (13/4).

Bagi masyarakat yang memiliki laptop dan ponsel handroid, kata Halamis, bisa langsung mengakses dan membuat akun prakerja di situs www.prakerja.go.id. Baik itu masyarakat yang sudah memiliki Kartu Pencari Kerja (AK1) sering disebut kartu kuning, pekerja di rumahkan dan pekerja sudah kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaannya.

Setelah itu, calon peserta kartu prakerja ikut tes motivasi dan kemampuan dasar selama kurang lebih 15 menit secara online. Baru, calon peserta kartu prakerja bergabung di gelombang pendaftaran yang sedang dibuka.

Apabila gagal, bisa daftar lagi sebagai calon peserta kartu prakerja di tahap kedua. Karena pendaftaran di tahap pertama akan berakhir pada 16 April 2020 pukul 16.00WIB.

“Gelombang pertama akan diumumkan tanggal 17 April 2020 untuk mengetahui lulus atau tidak,” ucap dia.

Sistem daftar online, katanya, kebijakan dan aturan kedua kali yang diberlakukan oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) RI. Karena kebijakan pertama, masyarakat yang mencari kerja di suruh mendaftar ke Lembaga Pencari Kerja (LPK) sebagai calon peserta pencari kerja.

Saat itu, ada sekitar 735 orang yang terdaftar di tiga LPK berada di Kota Tanjungpinang. Mereka, adalah masyarakat yang mencari kerja.

“Ini sedang kita upayakan 735 orang untuk daftar online. Saya belum jumpa dengan pengurus LPK itu,” terang dia.

Setelah lulus daftar, peserta kartu prakerja akan mendapat uang sebesar Rp3.550.000 per orang. Uang itu peruntukannya untuk bantuan biaya pelatihan Rp1.000.000 untuk membeli aneka pelatihan di platform digital mitra.

Kemudian, insentif tunai yang akan ditransfer ke rekening bank atau e-wallet LinkAja, Ovo atau GoPay milik peserta, mulai dari insentif pasca penuntasan pelatihan pertama sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan (Rp2.400.000), dan insentif pasca pengisian survei evaluasi sebesar Rp50.000 per survei untuk 3 kali survei (Rp150.000).

“Saya tidak tahu kuota kita berapa di Tanjungpinang. Kalau kuota seluruh Indonesia sebanyak 164.000 jiwa. Pusat yang menentukan semua,” sebut dia. (dri)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN