Siswa Baru SMPN 1, Tonton Youtube Ikuti PLS

       
        Loading...    
   

TANJUNGPINANG – Tahun ajaran baru sekolah sudah dimulai sejak, Senin (13/7) kemarin. Meski demikian, siswa belum masuk sekolah. Materi masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) pun dilakukan lewat Youtube.

Hal ini yang dilaksanakan Di SMPN 1 Tanjungpinang. Mereka memperkenalkan sekolah itu kepada siswa baru lewat video yang diunggah ke Youtube sekolah. Sehingga siswa bisa mengenal sekolahnya lewat video tersebut.

Kepala Sekolah SMPN 1 Tanjungpinang, Tri Elis Setiyowati melalui Waka Kesiswaan SMPN 1 Tanjungpinang, Said Mukhlis menuturkan, PLS bagi siswa baru tetap akan dilaksanakan.

Hanya saja sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bukan terkait materi yang diinformasikan kepada siswa, namun informasinnya disampaikan melalui video yang di-uplod di YouTube SMPN 1 Tanjungpinang.

Menurutnya, melalui video ini siswa baru bisa mengetahui atau mendapatkan informasi nama kepala sekolah serta wakil kepala sekolah maupun para tenaga pendidik di SMPN 1 Tanjungpinang.

Dituturkannya, PLS terbagi tiga hari. Hari pertama dimulai dengan struktur keluarga atau SDM SMPN 1 Tanjungpinang. Di video tersebut juga diperlihatkan ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, majelis guru, ruang waka kesiswaan dan waka kurikulum SMPN 1 Tanjungpinang.

Serta beberapa ruang belajar siswa, ruang komputer, kantin, taman pondik membaca, green house, aula terbuka, lapangan lokasi pelaksanaan upacara, lapangan kegiatan ekstrakurikuler dan beberapa lainnya.

Selain itu, hari kedua akan di-upload materi yang dipandu Waka kesiswaan dan dilanjutkan hari ketiga materi dari Waka Kurikulum SMPN 1 Tanjungpinang.

Ia menuturkan, bukan hanya menonton namun para siswa juga diminta membuat resume. Dari sini, para siswa bisa menggambarkan bagaimana menurutnya sekolah yang dipilih.

”Jadi para siswa juga kami minta membuat laporan dari hasil menonton. Mulai dari struktur sekolah serta pengamatan lain yang ingin disampaikan. Misalnya ingin bergabung di ekstrakurikuler tertentu atau pandangan lainnya,” ucapnya.

Said menuturkan, memilih masa PLS melalui YouTube agar siswa tak perlu repot standby di waktu tertentu. Bahkan bisa menonton setelah pergi ke tempat menyediakan WiFi atau saat di kapan pun.

Dituturkannya, begitu juga dengan sistem pembelajaran kelas lanjutan yaitu VIII dan IX. Materi bisa disampaikan melalui YouTube menjelaskan materi dan aplikasi Classroom lebih kepada memberi soal kepada siswa.

Menurutnya bila materi dari YouTube lebih efektif, para siswa bila tak mengerti bisa mengulang-ulang videonya. Bahkan bila tak memiliki paket pada hari itu tak jadi kendala karena bisa men-dowload atau menonton kapan saja.

”Kami memilih YouTube menyampaikan materi agar siswa lebih gampang memahami. Selain itu, per kelas ada juga aplikasi classroom. Ini digunakan juga,” tuturnya.

Terkait siswa tak mampu atau memiliki perangkat pendukung, pihaknya siap memberi tahu. Petugas selalu berada di sekolah sesuai jadwal masuk sekolah.

Ia berharap para siswa tetap semangat menimba ilmu di tengah wabah ini, tentu harus dihadapi bersama. Serta tetap mengikuti ketentuan pemerintah.

Terkait kapan akan melaksanakan sistem pembelajaran tatap muka, belum bisa dipastikan. Menunggu informasi lebih lanjut dari Dinas Pendidikan Tanjungpinang.

Kepala SMPN 4 Tanjungpinang, M Dirman menuturkan, sistem pembelajaran masih dilaksanakan secara daring. Para siswa nantinya akan dikelompokkan per kelas.

Setelah itu, wali kelas akan menghubungi setiap wali murid dan bergabung melalui grup WA. Sedangkan proses pembelajaran berencana menggunakan grup Telegram.

Menurutnya aplikasi ini juga efektif karena bisa mengirim gambar dan video dalam jumlah banyak atau kapasitas besar.

”Kami akan mencoba sistem pembalajaran dari rumah menggunakan Telegram. Beberapa sekolah juga pilih aplikasi lain namun menurut kami ini lebih murah dan juga efektif,” tuturnya.

Kali ini, situasi berbeda di sekolah dari tahun-tahun sebelumnya. Masih sepi dari berbagai aktivitas biasa meski sudah tahun ajaran baru.

Hal ini sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus Korona.

Untuk diketahui, meski Tanjungpinang sudah zona hijau, namun Dinas Pendidikan Tanjungpinang belum membuka sekolah.

Hal ini berdasarkan permintaan orangtua menyarankan siswa jangan buru-buru sistem belajar tatap muka di sekolah. Artinya masih belajar dari rumah menggunakan berbagai aplikasi sistem daring.

Menyikapi hal ini, berbagai sekolah di Tanjungpinang membuat inovasi sistem pembelajaran. (dlp)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN