Bintan Pilot Project Budi Daya Sorgum Lewat PKTD

BUPATI Bintan H Apri Sujadi menanam sorgum di Desa Toapaya Selatan.
       
        Loading...    
   

TOAPAYA – Kabupaten Bintan menjadi pilot project pengembangan budi daya tanaman sorgum, lewat program Padat Karya Tani Desa (PKTD). Tahap awal, budi daya sorgum dilakukan di Desa Toapaya Selatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Ronny Kartika menyampaikan, tahun 2020 ini, program ketahanan pangan desa menjadi prioritas bagi Pemkab Bintan. Terutama di kalangan masyarakat desa. Secara teknis dipelopori Dinas PMD bekerja sama dengan pemerintah desa, lewat program PKTD.

“Pemkab Bintan membikin pilot project pengembangan budi daya tanaman sorgum. Tanaman ini, menjadi bahan pangan alternatif pengganti padi atau beras, nantinya,” kata Ronny Kartika, Senin (14/9).

Baca Juga :  27 Orang Warga Close Contact Pasien Covid Dijemput

“Tahap awal, penanaman perdana sorgum dilaksanakan di area belakang Kantor Desa Toapaya Selatan, Minggu (13/9). Langsung Pak Bupati H Apri Sujadi yang melakukannya,” sambung Ronny.

Ronny menjelaskan, tanaman sorgum merupakan tanaman pangan yang menyerupai tanaman jagung. Hanya saja, buahnya berupa butiran atau biji yang berukuran seperti biji kedelai. Biji sorgum diolah dan dapat digunakan sebagai sumber pangan, serta bahan baku industri. Sebagian ada pula yang menjadi bahan pakan ternak.

“Sorgum ini merupakan bahan pangan selain gandum, jagung, padi, dan jelai. Sorgum ini sudah jadi makanan pokok bagi rakyat di negara Asia dan Afrika. Di Jawa dan Bangka Belitung, sudah dikembangkan sejak lama. Nah, tahun ini, kita uji coba di Bintan,” jelas Ronny.

Baca Juga :  Bonus Atlet Tak Kunjung Cair, KONI dan Dispora Kepri Ajukan di APBD-P

Bupati Bintan H Apri Sujadi mengatakan, untuk mengembangkan budi daya sorgum di Bintan, Pemkab Bintan melalui Dinas PMD serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bintan sudah berkonsultasi dengan tenaga ahli dari Bangka Belitung. Tanaman sorgum ini mudah dibudidayakan, dengan biaya relatif mudah. Dalam satu kali tanam, sorgum bisa dipanen lebih sekali, sehingga produktivitasnya tinggi.

“Dari penelitian, sorgum kaya mengandung niasin, thiamin, vitamin B6, juga zat besi. Khasiat lainnya, sorgum rendah karbohidrat, tinggi kalori untuk menghasilkan energi dalam tubuh. Bagus sebagai pangan alternatif yang menyehatkan,” jelas H Apri Sujadi.

Baca Juga :  Cegah PHK Massal, Kawasan Industri Beroperasi lagi

Kemudian, tambah Apri Sujadi, tahun 2019 lalu, Kementerian Pertanian (Kementan) RI menyatakan, pada tahun 2020 ini akan meluncurkan program bantuan benih sorgum tanaman pangan alternatif ini. Pemkab Bintan mencoba terlebih dahulu mengembangan di lahan 2 hektare sampai 4 hektare, untuk budi daya sorgum ini.

“Jika berhasil dan produksinya bagus, kita akan minta dukungan dari Kementan RI. Baik dalam penyediaan benih sampai dengan alat pengolahan biji sorgum ini, ke depannya,” demikian disampaikan H Apri Sujadi. (fre)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN