Dor! Kaki Pembunuh Janda Ditembus Dua Peluru

TANJUNGPINANG – Tersangka Hendra (22) pelaku pembunuhan Reni (30) si janda anak empat mengaku, nekat membunuh karena butuh uang, untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Namun, kaki Hendra ditembak polisi, dengan dua peluru. Karena berusaha kabur dalam penangkapan.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra mengatakan, dari pengakuan pelaku ia membutuhkan uang, dan ia juga sudah sempat meminjam uang kepada bos nya namun tidak mendapatkan uangnya.

Karena untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, munculah niat pelaku untuk melakukan pencurian dirumah korban.

Karena pelaku mengetahui situasi rumah korban, selama ini sudah di intai rumah korban.

       
        Loading...    
   

“Pelaku ini sudah tau situasi rumah korban, pelaku masuk kerumah lewat jendela lantai bawah dan dan naik keatas, ternyata pas naik keatas kamar korban tidak di kunci,” ucap Rio kepada awak media, Jumat (15/1).

Namun saat Melakukan aksinya, pelaku kepergok oleh korban yang saat itu lagi tidur di kamar tidurnya.

“Karena merasa sudah kepergok oleh korban sehingga disitu terjadi keributan antara korban dan pelaku. Pelaku langsung mencekik leher korban,” ujarnya.

Korban yang pada saat itu sempat melakukan perlawanan dengan menendang pelaku hingga terjatuh. Dan korban sempat mengambil pisau untuk melawan.

“Karena korban kalah kekuatan dengan pelaku, korban tak dapat berbuat banyak karena cengkapan tangan pelaku lebih kuat. Pelaku juga sempat membentukan korban ke dinding hingga terjatuh dan langsung mencekik korban,”tuturnya.

Karena kehilangan napas setelah di cekik, korban meninggal dunia, kejadian itu terjadi di perkirakan sekitar pukul 3 sampai pukul 4 subuh pada hari senin.

Rio menambahkan, setelah korban tidak bernyawa, pelaku langsung menutupi jasat korban dengan selimut dan kabur membawa barang berharga milik korban yaitu sebuah handphone merk OPPO dan sebuah laptop.

Setelah kejadian tersebut, di hari yang Sama, pelaku langsung kabur ke Batam menggunakan kapal fery pertama pada pukul 07.30 Wib dengan kapal Oceana 7.

“Hari itu juga pelaku kabur ke Batam pada pukul 7.30 Wib, dengan menggunakan kapal Oceana 7 kapal pertama, sudah kami cek CCTV ternyata memang itu pelaku, pas kami cek Handphone terdeteksi dia berada di batam,” terangnya.

Dari informasi dari teman-temannya di Batam, Hendra (pelaku) ini juga sebagai pengguna Narkoba. Karena Handphone milik korban sudah di jual pelaku seharga 7 ratus ribu di Batam.

“Ada kemungkinan pelaku ini lagi membutuhkan sabu-sabu sehingga nekat mencuri,” pungkasnya.

Lanjutnya, Kronologis penangkapan,
Pelaku Hendra ditangkap Pasar ibduk Jodoh, Kota Batam pada Kamis (14/1) dini hari sekitar pukul 02.00 Wib.

Sempat ada perlawanan dari pelaku saat ingin di tangkap Polisi.
Ada aksi kejar-kejaran antara Polisi dan pelaku. Karena Ingin melarikan diri, pelaku dihadiahkan timah panas oleh Tim Jatanras Polda Kepri dan Tim Gabungan dari Polres Tanjungpinang.

Dua peluru ditembakkan polisi kepada pelaku. Peluru pertama dekat Pintu depan rumah kediamannya. Karena pelaku masih Mencoba untuk kabur, peluru keduapun di tembakan ke kaki pelaku.

Diketahui sebelumnya, Hendra merupakan seorang montir bengkel yang bekerja di samping rumah kos tempat tinggal korban. Gerak gerik korban sudah di Pantau sejak awal Desember lalu.

“Pelaku sudah memantau korban dan situasi disekeliling rumahnya sejak awal Desember lalu. Pas ada kesempatan disitulah pelaku melakukan aksinya,” tutupnya. (cr30)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN