Aunur Rafiq Serahkan APBD-P 2020, Belanja Berkurang Rp22 Miliar

BUPATI Karimun Aunur Rafiq pada paripurna penyampaian APBD perubahan tahun 2020, Selasa (15/9).
       
        Loading...    
   

KARIMUN – Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan nota keuangan Ranperda perubahan APBD tahun anggaran 2020, ke DPRD Karimun dalam rapat paripurna di Balai Rong Sri DPRD Karimun, Selasa (15/9). Target pendapatan daerah naik mencapai Rp55 miliar lebih, dibandingkan APBD murni. Sementara, belanja daerah berkurang Rp22 miliar.

Berdasarkan Ranperda Perubahan APBD 2020 tersebut, pendapatan daerah hingga akhir 2020 mendatang, ditargetkan sebesar Rp 1.333.388.937.173. Sedangkan target pendapatan daerah pada APBD murni tahun anggaran 2020 lalu, sebesar Rp 1.277.502.721.689. Jika dibandingkan pada Perubahan APBD 2020 ini, terjadi penyesuaian target pendapatan sebesar Rp 55.886.215.484, atau naik 4,37 persen.

Baca Juga :  ATB Putus Sambungan Ilegal di Bengkong

Dari target pendapatan pada Perubahan APBD 2020 sebesar Rp1,333 triliun lebih itu, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 350.502.706.989. Target PAD ini turun jika dibandingkan pada APBD murni lalu. Tapi, sumber dari dana perimbangan ditargetkan menjadi Rp 789.915.642.715. Lain-lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan menjadi Rp 192.970.587.469.

Sedangkan untuk belanja daerah pada Perubahan APBD 2020 Karimun, diproyeksikan sebesar Rp 1.362.667.856.975. Sementara, proyeksi belanja daerah pada APBD murni 2020 lalu, sebesar Rp 1.384.819.729.689. Dari perbandingan tersebut, belanja daerah pada Perubahan APBD 2020 ini berkurang sebesar Rp 22.151.872.713, atau sekitar 1,6 persen.

Baca Juga :  Semarak HUT RI, KCL Menang Dua Kali Beruntun

“Dari struktur pendapatan dan belanja pada Perubahan APBD 2020 tersebut, terdapat defisit anggaran sebesar Rp 29.278.919.802. Defisit ini akan ditutupi dari pembiayaan yang berasal dari Silpa 2019,” sebut Aunur Rafiq, Bupati Karimun dalam pidato penyampaian Ranperda Perubahan APBD 2020 dalam rapat paripurna DPRD, kemarin.

Pada APBD murni tahun anggaran 2020, penerimaan pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp 107.317.008.000. Dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), penerimaan pembiayaan bersumber dari Silpa 2019, ditetapkan menjadi Rp 29.278.919.802.

“Semoga dalam proses pembahasan, pengesahan, dan penyempurnaan Ranperda Perubahan APBD 2020 nanti, dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” demikian diharapkan Aunur Rafiq. (yon)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN