9 Bulan, Ekspor Kepri Rp129 Triliun

Aktivitas ekspor impor di Pelabuhan Batuampar Batam, beberapa waktu lalu.
       
        Loading...    
   

TANJUNGPINANG – Selama sembilan bulan terakhir sejak Januari-September 2020, nilai ekspor Kepri masih cukup bagus meski pertumbuhan ekonomi dunia merosot. Ekspor Kepri masih mencapai Rp129,15 triliun.

Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, selama tiga Triwulan-2020, total ekspor kumulatif Provinsi Kepri adalah sebesar US$8.726,29 juta atau setara Rp129,14 triliun dengan perkalian Rp14.800 per US Dolar.

Namun, jika dibandingkan dengan total ekspor kumulatif Januari-September 2019, masih mengalami penurunan sebesar 8,25 persen yaitu dari US$ 9.511,26 juta menjadi US$8.726,29 juta.

Hal ini masih wajar karena ekonomi dunia masih tumbuh positif tahun lalu. Turunnya nilai ekspor Januari-September 2020 didominasi oleh turunnya ekspor kumulatif sektor migas sebesar 39,24 persen.

Baca Juga :  Pesan Nesar Ahmad, Menangkan Bang Ansar dan Roby

Kepala BPS Kepri, Agus Sudibyo M.Stat mengatakan, nilai ekspor Kepri khusus September 2020 saja mencapai US$1.028,46 juta atau sekitar Rp15,22 triliun. Jumlah ini naik 3,72 persen dibanding Agustus 2020.

Adapun ekspor Kepri terdiri atas ekspor migas September 2020 sebesar US$222,97 juta atau naik 28,46 persen dibanding Agustus 2020. Ekspor nonmigas September 2020 mencapai US$805,49 juta atau turun 1,53 persen dibanding Agustus 2020.

Nilai ekspor Provinsi Kepri Januari-September 2020 terbesar adalah melalui Pelabuhan Batu Ampar US$4.055,28 juta. Diikuti Pelabuhan Sekupang US$1.309,13 juta. Pelabuhan Kabil/Panau Batam US$939,9 juta.

Baca Juga :  Diprediksi Ada 5 Bacalon di Pilkada Anambas

Pelabuhan Tarempa US$787,8 juta dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun US$683,51 juta. Peranan kelima pelabuhan tersebut terhadap ekspor Januari-September 2020 mencapai 89,11 persen.

Kenaikan nilai ekspor September 2020 didominasi oleh naiknya ekspor sektor migas yang mencapai 28,46 persen.

Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, ekspor Provinsi Kepri mengalami penurunan sebesar 3,13 persen, yaitu dari US$1.061,66 juta menjadi US$1.028,46 juta.

Penurunan nilai ekspor September 2020 dibanding September 2019 juga didominasi oleh turunnya ekspor sektor nonmigas yang mencapai sekitar 8,57 persen.

Baca Juga :  Polda Tebar 50 Ribu Bibit Ikan di Duriangkang

Turunnya nilai ekspor Januari-September 2020 didominasi oleh turunnya ekspor kumulatif sektor migas sebesar 39,24 persen.

Ekspor nonmigas HS 2 digit terbesar selama Januari-September 2020 adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (HS 85) mencapai US$2.779,12 juta dengan peranan terhadap ekspor nonmigas sebesar 39,39 persen.

Selama Januari-September 2020, Singapura menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar hingga mencapai US$2.281,8 juta dengan peranannya sekitar 32,35 persen.

Di samping itu juga menjadi negara tujuan ekspor migas terbesar yang mencapai US$1.354,83 juta dengan peranannya sebesar 81,04 persen. (mas/ais)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN