Ayo Ikuti Seminar Internasional Jejak Sejarah Hang Tuah

Brosur seminar internasional jejak sejarah Hang Tuah.

TANJUNGPINANG – Yayasan Jembia Emas bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, akan mengadakan seminar internasional tentang kesejarahan Hang Tuah, Jumat (26/3) pekan depan. Seminar dilaksanakan secara gabungan tatap muka dan virtual, di Gedung Nasional Dabo, Singkep, Kabupaten Lingga. Ayo ikuti seminarnya.

Catatan-catatan sejarah yang ditemukan belakangan ini menunjukkan bahwa keberadaan Hang Tuah dalam peta sejarah, khususnya di jazirah tanah Melayu ini, bukan lagi mitos atau legenda. Dia nyata dan punya jejak sejarahnya. Atas dasar itu Yayasan Jembia Emas di bawah pimpinan Dato Rida K Liamsi menggagas seminar internasional kesejarahan Hang Tuah dan jejak sejarahnya.

Sampai saat ini, persiapan seminar yang ditaja pada tanggal 26 maret mendatang itu, telah rampung hingga 80 persen. Di sela rapat panitia seminar, ketua tim ekspedisi Bintan Raja Malik Hafrizal mengatakan, tim ekspedisi dari Bintan sudah turun ke beberapa tempat, untuk menyiapkan kertas kerja yang akan dipaparkan pada seminar nanti.

“Kami menggali informasi berdasarkan ingatan memori kolektif para pemangku yang ada di Bintan, yang berkaitan dengan keberadaan Hang Tuah. Dengan membaca teks-teks lama, baik dari teks lokal maupun dari catatan orang eropa seperti Portugis dan lainnya, tentang keberadaan Hang Tuah di Bintan,” ujar Raja Malik Hafrizal di damping anggota tim ekspedisi Bintan, Nuri Che Siddiq.

Baca Juga :  Penerimaan Bea Cukai Karimun Melebihi Target
       
        Loading...    
   

“Ketika kami melakukan ekspedisi di Bintan, ada benang merah yang kemudian yang menghubungkan keberadaaan tokoh-tokoh yang makamnya ada di Bintan. Dan mengerucut kepada tokoh Hang Tuah,” tegasnya.

Misalnya, tokoh yang hidup se zaman dengan Hang Tuah yang melakukan perlawanan terhadap Portugis, dan kemudian meninggal di Bintan. Seperti bendahara Koh Tja Hasan dan anak Hang Tuah sendiri, yaitu Tun Diajit dan Sang Setia dan Laksmana Hang Nadim, serta Sri Undani. Dalam sejarah teks Melayu adalah, pejuang-pejuang Melayu yang berasal dari Melaka, ketika kejatuhan Melaka setelah diserang oleh Portugis pada tahun 1115 M.

“Dan kemudian, mereka mundur ke Johor dan Bintan,” papar Raja Malik Hafrizal.

Hal tersebut yang menjadi pertanyaan, mengapa Bintan yang dipilih menjadi tempat undur dan melakukan basis perlawanan baru terhadap penjajah. Ini dilatarbelakangi oleh tokoh-tokoh lainnya yang datang ke Bintan. Hal itu dipercayai oleh masyarakat Bintan dari informasi turun menurun, bahwa Hang Tuah pernah datang dan meninggal di Bintan.

Baca Juga :  Roby Tinjau Lokasi Pelaksanaan MTQ Bintan

Ditanya apa motivasi mengadakan seminar ini, Raja Malik Hafrizal mengatakan, ingin mengangkat kembali isu Hang Tuah seorang tokoh hebat Melayu yang erat kaitannya dengan Kepulauaan Riau. Bahwa, Hang Tuah adalah milik masyarakat Melayu. Meski banyak orang yang mengklaim Hang Tuah berasal dari daerah mereka, seperti Palembang dan meninggal di Melaka, Perak dan sebagainya.

“Bintan mempunyai tempat di hati orang Melayu. Sehingga memang dari kecil kita sudah tahu, bahwa Hang Tuah itu pernah berada di sini (Bintan). Ini untuk menyemangati kita semua orang Melayu, untuk bangkit lagi. Bagaimana semangat perjuangan Hang Tuah,” paparnya.

Hang Tuah, sebut Raja Malik Hafrizal, sebagai satu figur untuk menyatukan orang Melayu, untuk bangkit dan bersatu di zaman yang luar biasa ini. Banyak hal-hal positif yang dapat diambil untuk bekal berjuang selanjutnya.

Tujuan seminar internasional dan kesejarahan Hang Tuah dan jejak sejarahnya, untuk melihat pendapat dan fakta sosok Hang Tuah sebenarnya. Supaya ada satu pendapat dan kesepakatan bersama, bagaimana dan di mana letak Hang Tuah itu sendiri.

Baca Juga :  Daftar PPDB di Batam Bisa Lewat WA

Lebih lanjut Raja Malik Hafrizal mengatakan, di mana Hang Tuah meninggal, masih dalam penyelidikan.

“Kami berhati-hati dan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, itu bukan pekerjaan yang mudah, yang bisa diputuskan dalam satu hari atau melalui seminar nanti. Suatu saat nanti, kita akan sepakati fakta-fakta yang sebenarnya,” ucap pria, salah satu keturunan Raja Ali Haji ini.

Seminar internasional dan kesejarahan Hang Tuah dan jejak sejarahnya akan menghadirkan beberapa narasumber atau pembicara dari dalam dan luar negeri. Seperti Prof Dr Muhammad bin Haji Salleh dari Malaysia, Dr Mu’jizah dan Prof Dr Susanto Zuhdi dari Jakarta, Taufik Ikram Jamil MSi dari Pekanbaru.

Kemudian, Assoc Prof Dr H Abdul Malik MPd dari Tanjungpinang, Assoc Prof Dr Rohaidah Haji Kamaruddin dari Malaysia, Prof Emeritus Dr John Norman Miksic dari Singapura, Dr Anastasia Wiwik dari BPNB Kepri. Sementara moderator seminar adalah Rendra Setyadiharja MIP dan Fatih Muftih. (dw/fre)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN