Soal Aduan Nelayan Ditangkap Malaysia, Bupati Teruskan ke BNPP RI

Pompong nelayan Kampung Masiran sebelum ditangkap pihak keamanan Malaysia.

BINTAN – Bupati Bintan Apri Sujadi menerbitkan surat yang ditujukan kepada Sekretaris Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) RI di Jakarta terkait dengan adanya aduan penahanan 6 orang nelayan Bintan oleh aparat keamanan Malaysia.

Surat bernomor P/858/136/VII/2021 itu sudah dikirimkan guna mempercepat proses penanganan nelayan Bintan pulang dari Malaysia.

Syukur Harianto, Dewan Pengurus Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional (DPD KNTI) Bintan mengatakan, pihaknya sudah menerima pemberitahuan dari Pemkab Bintan terkait surat aduan yang ia layangkan pada 13 Juli kemarin.

Dalam surat itu menjelaksn jika nelayan yang ditahan diantaranya Agus Supriyanto (26) warga Galang Batang, Andi (18) serta Sandi (18) yang merupakan warga Kampung Masiran. Belakangan, nelayan tradisional yang ditahan bertambah menjadi 6 orang setelah KNTI Bintan berkoordinasi dengan NGO Malaysia.

       
        Loading...    
   

Ketiganya yakni Muhammad Rapi (33) dan Reza Mavian (20) warga Desa Air Glubi Bintan Pesisir serta Gunawan (17) warga Lingga.

Ia mengatakan, pihaknya menyurati Pemkab Bintan untuk memberikan bantuan pembebasan enam orang nelayan yang ditahan pihak Malaysia sejak beberapa hari terakhir.

Ia mengatakan, informasi awal diketahuinya mereka ditahan setelah Andi melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada pemilik kapal.

“Saudara Andi mengirimkan WA ke orang yang memiliki boat, pak Saf tanggal 11 Juli malam. Jadi si Andi ini mengabarkan kalau mereka bertiga ditahan Polisi Malaysia,” ungkapnya.

Dari informasinya, ketiganya masuk ke perairan Malaysia dikarenakan kapal yang mereka gunakan mati mesin hingga terbawa arus dan memasuki perairan Malaysia. (aan)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN