Detik-detik Menentukan Alias Wello Ikut Pilkada Bintan

H Alias Wello bersama warga di sawah.
       
        Loading...    
   

Dikira Habis Rupanya Masih Ada Jalan Menuju Bintan Buyu

BINTAN – Alias Wello (58) mengubah yang tak mungkin menjadi mungkin. Semua karena menjalani takdir Tuhan agar dia bisa ikut pilkada Bintan 2020.

Tawanya tersenyum lepas. Ketika menyelesaikan satu tahapan tes kesehatan di Rumah Sakit Ahmad Thabib Provinsi Kepri.

Di depannya ubi goreng, pempek palembang, goreng pisang dan ketela. Bupati Lingga itu lahap menikmati makanan ringan khas kerakyatan tersebut.

Di sampingnya Dalmasri Syam, Wakil Bupati Bintan saat ini. Keduanya akan berpasangan di pilkada 2020 melawan incumbent Apri Sujadi yang berpasangan dengan anak Ansar Ahmad Robby Kurniawan.

Di saat yang sama, Ansar juga mencalonkan diri menjadi calon gubernur. Ansar pernah sukses mengantar istrinya Dewi Kumalasari menjadi Wakil Ketua DPRD Kepri dan adik kandungnya Nesar Ahmad menjadi Wakil Ketua DPRD Bintan.

Jika sudah memenuhi syarat dinyatakan lulus, maka Wello dan Dalmasri akan menunggu pengumuman KPU Bintan soal penetapan calon pada 24 September 2020.

Baca Juga :  Ansar Ahmad Disambut Puluhan Tim Relawan Milenial

Tantangan Awe, sapaan akrabnya tidak mudah untuk mendapatkan tiket di pilkada Bintan. Mulai dari SK DPP PAN yang berubah hingga tiga kali, hingga berubahnya dukungan Hanura ke Apri.

Sebelumnya Hanura sempat mesra dengan Awe. Sehingga baju kaos kampanye sudah diberikan warna khas Hanura dan biru warna dari NasDem.

Menurut Wello, kesempatan dirinya bisa mendapatkan tiket dari PDIP akan digunakan dengan sebaik baiknya melawan petahana. Karena ujiannya berat di awal diyakini akan membawa kebaikan di akhir.

”Karena Allah memberikan ujian sesuai dengan kemampuan hambanya,” ujar Wello. Perubahan peta politik Bintan mengagetkan banyak pihak. Siapa menduga PDIP yang dikenal dengan partai wong cilik demi menyelamatkan demokrasi Bintan mencabut dukungan dari Apri dan dipindahkan ke Alias Wello.

Baca Juga :  Milenial Karimun Siap Menangkan Ansar-Marlin

”Kita ingin demokrasi di Bintan tetap wajar dengan adanya kompetisi,” ujar Sekjen PDIP Lis Darmansyah. Alias Wello dan Dalmasri sebelum ke Jakarta mengambil SK DPP PDIP sempat ke kediaman ketua DPD PDIP Kepri Soerya Respationo pada sore hari.

Kemudian malam hari sampai di kediaman Lis Darmansyah. Dari kediaman Lis Darmansyah subuhnya ke Batam untuk ke Jakarta.”Dan itu keputusan final mendapatkan SK DPP PDIP pada tanggal 9 bulan 9 jam 9 di Jakarta,” kata Wello.

Di depan pengurus PDIP di Jakarta, Alias Wello memaparkan kesiapannya mengikuti pilkada Bintan.”Prosesnya tidak lama. Di PDIP semua berjalan rapi,” ujar Wello.

Sampai di Tanjungpinang pada 10 September, esoknya Wello mendaftarkan diri bersama dengan Dalmasri. Ia diantar petinggi NasDem Bintan seperti Khazalik, dan anggota DPRD dari NasDem.

Sedangkan dari PDIP terlihat Sekjen PDIP Kepri Lis Darmansyah turun langsung bersama dengan Ketua DPC PDIP Indra Setiawan dan kader militan PDIP. Sampai di KPU, mereka harus berdiam diri di kantor KPU selama 6 jam.
Menunggu surat sakti dari KPU RI yang memberikan ruang bagi partai mencabut dukungan dan memberikan dukungan kepada partai lain.

Baca Juga :  Ansar Menyamperi 33 Kampung di Pinggiran Batam, Begini Harapan Warga

Sampai dengan penutupan di seluruh Indonesia dari 28 prediksi calon tunggal akhirnya tersisa hanya 25 calon yang akan melawan kotak kosong. Kabupaten Bintan tak jadi melawan kotak kosong karena PDIP mencabut dukungan dan bersama NasDem mengusung Alias Wello.

”Allah selalu memberikan jalan bagi kita yang terus berusaha,” ujarnya.

Tantangan yang luar biasa hebat dari sulitnya mencari partai tak membuat Awe menyerah. Ya, begitu ada rintangan tak menyulitkan Wello. Masih ada jalan menuju singgasana di Bintan Buyu. Dan itu tergantung masyarakat Bintan pada 9 Desember 2020. (ais)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN