Tak Mampu Gelar Musorkot, KONI Batam Bakal Dijabat Karateker

KETUA Umum KONI Kepri Usep Rahmat memimpin rapat tentang Musorkot KONI Batam, Jumat (16/10).
       
        Loading...    
   

BATAM – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batam tak mampu menggelar Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) hingga, Jumat (16/10). Kepengurusan sudah berakhir terhitung, Kamis (15/10). Musorkot yang direncanakan, diduga tidak sesuai AD/ART.

Kini, KONI Provinsi Kepri mengambil alih pelaksanaan Musorkot ke-V Batam, dengan menyiapkan karateker. Selanjutnya, pejabat karateker yang akan melaksanakan Musorkot tersebut.

“Kami sedang menyiapkan karakteker untuk pelaksanaan Musorkot Batam. Kami secepatnya ke Jakarta untuk diskusi langsung ke KONI pusat, terkait masalah ini,” kata Amri, Wakil Seketaris Umum KONI Kepri di sela rapat di Kantor KONI Kepri, Sukajadi, Batam, Jumat (16/10) sore.

Menurutnya, pada pelaksanaan Musorkot KONI Batam yang direncanakan bakal digelar 25 Oktober mendatang, ada yang janggal. Sebab, beberapa aturan atau mekanisme sudah tidak sesuai dengan AD/ART yang berlaku. Sehingga, sejumlah cabang olahraga (Cabor) menyampaikan surat permohonan penundaan Musorkot V KONI Batam.

Baca Juga :  Sekdako Belum Terima Laporan Disperkim

Seperti yang disampaikan oleh pengurus Cabor Muaythai Batam Ernawati. Menurutnya, pelaksanaan dan persiapan Musorkot tidak ada mengundang cabang olahraga. Sementara, peserta KONI Batam adalah cabang olahraga, bukan pengurus KONI.

“Mekanisme sudah jelas, persiapan musyawarah tidak hanya memutuskan tanggal, tapi untuk persiapan anggota juga,” kata Ernawati, saat menyerahkan surat permohonan penundaan Musorkot V KONI Batam di KONI Kepri, Kamis (15/10) lalu.

Ernawati berharap KONI Kepri segera ada karataker, supaya Musorkot berjalan dan persiapan matang dan melibatkan seluruh Cabor KONI Batam.

Baca Juga :  Pemkab Anambas Buka Seleksi Kepala Dinas

“Ini demi kebaikan cabang olahraga Batam, karena banyak tahapan Musorkot yang terlewati dan tidak sesuai dengan AD/ART organisasi,” ujarnya.

Dan dalam pedoman tata cara penjaringan dan penyaringan Calon Ketua Umum KONI Batam Periode 2020-2024 di Bab 5 tentang persyaratan pendaftaran, di poin 5.7 disebutkan bahwa, Surat Pernyataan Dukungan diberikan hanya kepada 1 (satu) bakal calon Ketua Umum KONI Kota Batam Periode 2020 – 2024.

Apabila ternyata terjadi surat dukungan lebih dari 1 (satu) nama bakal calon, maka cabor tersebut dianggap tidak mengusulkan bacalon atau batal, dan kepada cabor tersebut tidak memiliki hak suara lagi dalam proses pemilihan.

Baca Juga :  TNI AD Bangun Jalan dengan Padat Karya di Lingga

Pedoman tentang persyaratan pendaftaran itu bertentangan dengan ART KONI Batam bagian kedua di Pasal 10 terkait hak dan kewajiban anggota yang berbunyi, setiap anggota turut serta dan mengeluarkan hak suara dalam setiap musyawarah olahraga dan rapat anggota. Selain itu juga, anggota mempunyai hak memilih dan dipilih.

Tidak hanya itu, dalam pelaksanaan Musorkot juga tidak ada rapat anggota penjaringan cabang olahraga yang masuk dalam Musorkot.

Seperti cabang olahraga Pencabor Binaraga (PABBSI) yang sudah dibubarkan dalam Rapat Anggota KONI Pusat pada 25-27 Agustus 2020 lalu, namun masih dimasukkan di daftar pengurus Cabor yang terdaftar di KONI Batam. (fre)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN