Dulu 54 Persen, Bawaslu Meminta KPU Karimun Meningkatkan Partisipasi Pemilih

Ketua Bawaslu Karimun, Nurhidayat pada salah satu kegiatan di Karimun.
       
        Loading...    
   

KARIMUN – Bawaslu Kabupaten Karimun meminta KPU sebagai penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, bisa meningkatkan partisipasi pemilih. Meski di masa pandemi, partisipasi pemilih di Karimun diharapkan di atas angka 54 persen, atau mencapai 77,5 persen sesuai target nasional.

“Kami ikut menghadiri rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan penetapan Daftar Pemilih (DPT) pada Pemilu serentak lanjutan tahun 2020, yang diselenggarakan oleh KPU Karimun,” kata Nurhidayat, Ketua Bawaslu Karimun, Jumat (16/10).

Dalam rapat pleno ini ditetapkan, sebanyak 165.780 orang masuk dalam DPT untuk Pilkada serentak 2020, 9 Desember mendatang. Dari jumlah itu, pemilih laki- laki berjumlah 83.969, dan pemilih perempuan sebanyak 81.811.

Baca Juga :  Lingga Ajukan 12.461 Calon Penerima BPUM

Jumlah pemilih tersebut tersebar di 71 kelurahan/desa di 12 kecamatan se-Kabupaten Karimun. Pemilih terbanyak berada di Kecamatan Karimun, sebanyak 31.437 orang. Pemilih yang paling sedikit berada di Kecamatan Ungar, sebanyak 4.434 orang.

Jumlah DPT pada Pilkada serentak 2020 mengalami kenaikan sebanyak 647 orang, dibandingkan Daftar Pemilihan Sementara (DPS), berjumlah 165.133 orang. Jika dibandingkan dengan jumlah DPT pada Pemilu 2019 yang berjumlah 170.504, terdapat selisih (berkurang) sebesar 4.724 orang.

Terkait selisih jumlah tersebut, Bawaslu Karimun berharap agar KPU Karimun dapat melakukan sinkronisasi DPT yang baru ditetapkan, dengan DPT pada Pemilu 2019. Untuk memperoleh data by name by address, yang kemudian dilakukan faktualisasi guna memastikan kembali kebenaran status TMS, mengingat DPT pada Pemilu 2019.

Baca Juga :  Shark FC Pede Andalkan Pemain Lama

“Kita mendorong sinkronisasi data tersebut, guna mencegah timbulnya pemilih yang memenuhi syarat, namun tidak terdaftar dalam DPT, dengan jumlah yang tidak dapat dipastikan,” ujarnya.

Jika jumlah pemilih yang memenuhi syarat namun tidak terdaftar dalam DPT, muncul dengan jumlah yang besar pada saat hari pemungutan suara, maka hal ini akan berdampak pada ketersediaan surat suara. Karena jumlah surat suara yang tersedia nantinya sama dengan jumlah DPT ditambah 2,5 persen, sebagai surat suara cadangan.

“Sebelumnya kami telah melakukan analisa terhadap DPS dan menemukan berbagai permasalahan yang meliputi pemilih ganda, pemilih tidak memenuhi syarat namun terdaftar, pemilih usia dibawah 17 tahun dan belum menikah, serta pemilih dengan data anomali,” jelasnya.

Baca Juga :  TNI-Polri Kompak Patroli Pulau Sentut

Hasil dari pencermatan terhadap DPS tersebut juga telah diteruskan dan ditindak lanjuti oleh KPU Karimun sebagai bahan perbaikan.

“Terakhir, Bawaslu berharap agar KPU dapat melakukan sosialisasi secara optimal kepada masyarakat untuk dapat menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember 2020 nanti, meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19. Mengingat, partisipasi pemilih pada Pilkada 2015 yang dalam kondisi normal saja, hanya mencapai 54 persen,” sebutnya mengahiri. (yon)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN