Jangan Tertipu, Cek Sebelum Transaksi Online

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza menerima masyarakat di ruang kerjanya.
       
        Loading...    
   

TANJUNGPINANG – Transaksi apapun secara online perlu dilakukan hati-hati. Jangan sampai tertipu dan berakhir dirugikan. Waspada dan teliti harus diutamakan.

Imbauan ini disampaikan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza, Jumat (16/10) pagi.

Ia menuturkan, Polres beberapa kali menerima aduan dari masyarakat yang merasa dirugikan dengan program yang diberikan suatu lembaga.

Menurutnya hal ini bisa diminimalisir atau dihindari, asal masyarakat mengecek atau melihat latar belakang lembaga pemberi jasa tersebut.

Ia menuturkan, penggunaan teknologi dalam mempermudah transaksi tentu boleh saja. Asalkan aplikasi yang dipilih benar dan terdaftar atau berbadan hukum jelas.

Kondisi saat ini, banyak masyarakat merasa tertipu. Misalnya sudah mentransfer uang namun barangnya tak kunjung datang.

Selain itu, aplikasi simpan-pinjam, arisan online sampai dengan jual-beli dilakukan melalui aplikasi tertentu.

Baca Juga :  Serahkan Sertifikat Tanah, Apri Ajukan Pemutihan Kawasan Hutan

Misalnya, pelapor meminjam uang melalui aplikasi tertentu, setelah membayar dan merasa lunas namun masih memiliki hutang dan ditagih.

Bila tidak terdaftar secara sah dan berbadan hukum yang jelas, maka harusnya perlu dipertimbangkan dengan hati-hati mau bertransaksi.

Misalnya lembaga pinjaman pendanaan atau uang, harus dicek dulu apakah sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau tidak.

Jika belum, maka risikonya terlalu besar. Pemerintah membentuk OJK ini dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel.

“Ada beberapa aduan dari masyarakat, khususnya terkait transaksi online ini. Mereka merasa dirugikan karena lembaga tersebut tak sesuai dengan penawaran yang diberikan di awal serta lainnya,” ujarnya.

Rio Reza juga meminta masyarakat Tanjungpinang jangan mudah tertipu dengan informasi yang belum jelas.

Baca Juga :  Belasan Kios Ludes Terbakar di Karimun

Jangan karena diiming-imingi proses yang mudah dan cepat, namun pada akhirnya akan memeloroti warga, maka tetap waspada.

Selain itu, pernah juga menerima aduan terkait arisan online. Tentu pelaksanaan arisan sah-sah saja asalkan pengurusnya sudah jelas.

Demam dalam jaringan (daring) atau online itu sudah lama merambah ke kegiatan arisan yang kebanyakan diikuti ibu-ibu.

Kini, arisan bukan hanya jalan berkumpul dan silaturahmi serta makan-makan. Namun menjadi sarana mengumpulkan uang dan bisa satu wadah untuk menyimpan.

Arisan keluarga ini terus berubah seiring perkembangan teknologi informasi. Masing-masing warga sudah punya ponsel. Komunikasi di medsos pun makin banyak.

Akhirnya, arisan online terbentuk dan tidak sedikit yang tertipu.
Arisan online ada yang dijalankan dengan baik, namun ada juga yang membentuknya dengan tujuan jahat. Waspadalah.

Baca Juga :  Desa Seluan Barat Jadi Kecamatan

Dituturkannya bila ada laporan pengaduan seperti ini tetap mereka proses. Yang diminta adalah, pencegahan sejak dini.

Menurutnya, masyarakat Tanjungpinang itu unik. Bisa percaya dengan hal-hal demikian. Mungkin karena belum banyak yang tahu, di dunia maya itu, banyak juga penipuan.

Memang, kata dia, kejadian seperti ini tentu terjadi dimana saja. Mengingat semakin majunya teknologi. Ada plus dan minus, sulit membedakan mana penipu dan bukan penipuan.

Ketidakmampuan masyarakat menganalisa apakah informasi itu benar atau tidak membuat sebagian tertipu dan uangnya melayang.

Terkait isu sara, menurutnya di Tanjungpinang tentu ada namun kecil. Hal ini tidak terlepas dari sikap masyarakat yang toleransi.

Ini perlu terus dipupuk di tengah masyarakat. Agar kehidupan bermasyarakat aman, nyaman dan harmonis. (dlp)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN