Lima Tersangka Penjual Telur Penyu Dibekuk, Barang Buktinya Sampai 1.007 Butir

Polisi menunjukan sample barang bukti yang diamankan dari lima tersangka penjual telur penyu.
       
        Loading...    
   

BATAM – Sebanyak 1.007 butir telur Penyu diamankan oleh Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri. Telur penyu yang merupakan hewan dilindung itu diperjual belikan para tersangka di Batam dan Tanjungpinang. Darai penyelidikan polisi, ribuan telur penyu ini berasal dari daerah Anambas dan Bintan.

Menurut Wadirreskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan yang didampingi Kasubdit IV Ditreskrimsus AKBP Wiwit Ari Wibisono serta Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno, penanganan perkara ini sudah dimulai sejak Januari lalu.

“Sampai sekarang proses kita lakukan, mulai Januari lalu. Hasilnya kita amankan 1.007 butir telur Penyu,” kata Nugroho, Selasa (17/3).

Kata Nugroho, dari para penjual telur Penyu tersebut Ditreskrimsus berhasil mengamankan lima orang tersangka di dua TKP. Kelima tersangka tersebut berinisial MD laki-laki 47 tahun, DC laki-laki 26 tahun, AK laki-laki 36 tahu, BF laki-laki 29 tahun dan EN Perempuan 62 tahun. 

“Mereka diamankan di TKP di Tanjungpinang dan Kota Batam,” sambungnya.

Dari hasil pemeriksaan, sumber didapatinya telur penyu tersebut diperoleh para tersangka dari daerah Anambas dan daerah Bintan Provinsi Kepri. Nama-nama pemasok telur penyu tersebut juga sudah dikantongi oleh Tim Ditreskrimsus Polda Kepri. 

“Selanjutnya akan kita kembangkan untuk penindakannya. Modus operandi yang dilakukan oleh para tersangka adalah dengan menyimpan, memiliki dan/atau memperniagakan telur satwa yang dilindungi berupa telur penyu.” sebutnya.

Menurutnya, perbuatan para tersangka diancam dengan Pasal 40 ayat (2) dan/atau ayat (4) Jo pasal 21 ayat (2) huruf e, Undang-undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. “Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta,” terangnya.(mbb)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN