Kuasa Hukum BPR Buana Arta Mulia Bantah Rampas Paksa Kendaraan Nasabah

Kuasa Hukum BPR Buana Arta Mulia Bantah Rampas Paksa Kendaraan Nasabah

KARIMUN – Firma Hukum Universe Trust,  Advokat dan Konsultan Hukum di Batam, Eko Nurisman dan Achsan Sajri membantah masifnya pemberitaan negatif, asumtif dan tidak berdasarkan fakta yang terbit di beberapa media online terhadap kliennya PT BPR Buana Arta Mulia Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, melalui Rilisnya, pihaknya membantah BPR Buana Arta Mulia melakukan perampasan dan pemecahan kaca aset jaminan kendaraan roda empat, terlebih menyebut bahwa kliennya Dilaporkan kepada pihak Kepolisian karena melanggar aturan dengan nihilnya Akta Jaminan Fidusia.
 
“Klien kami tidak merampas kendaraan atau melakukan pemecahan kaca seperti yang diberitakan, informasi itu keliru dan tidak sesuai fakta yang sebenarnya, perlu kami sampaikan bahwa klien kami berupaya mengamankan aset jaminan yang dikuasai pihak lain yang seharusnya aset tersebut harus dikuasai debitur kami, tidak ada kaca pecah, apalagi menyebut tidak ada Akta Jaminan Fidusia, itu kebohongan besar, dan klien kami tidak Dilaporkan kepada Kepolisan, tetapi hanya aduan tertulis dari kuasa hukum debitur, Judul-judul berita menyebut Dipolisikan seakan-akan klien kami dilapor dan terbit Laporan Polisi(LP-red), judul-judul berita beserta isinya sangat tendensius dan tidak menerapkan asas praduga tak bersalah seperti yang diatur dalam Kode Etik Jurnalistik,” ujarnya, Sabtu (17/7/2021).
 
Pengamanan aset tersebut, lanjutnya telah sesuai dengan prosedur yang diatur dalam Perjanjian Pembiayaan Konsumen dengan Nomor 550/BPR-BAM/XII/2020 yang ditanda-tangani Debitur Marico Daily dan pasangan Debitur Mardaniati pada tanggal 15 Desember 2020, lalu pada Surat Pernyataan yang ditanda-tangani oleh Debitur Marico Daily tertanggal 15 Desember 2020 serta Akta Jaminan Fidusia yang ditanda-tangani Debitur Marico Daily dihadapan Notaris Tiurlan Sihaloho, S.H., M.Kn tertanggal 15 Desember 2020.
 
“Dokumen-dokumen yang sah secara hukum dan ditanda-tangani oleh Debitur mengatur bahwa jika aset jaminan dikuasai pihak lain atau dialihkan atau tidak mampu membayar tunggakan yang sudah telat 4 bulan, maka klien kami berhak menariknya, tetapi klien kami tetap menyurati debitur agar datang ke kantor klien kami untuk menyelesaikan tunggakannya, itu tertuang jelas baik dalam Perjanjian Pembiayaan Konsumen, Surat Pernyataan dan dalam pasal-pasal di Akta Jaminan Fidusia, Aset jaminan diamankan sementara, hingga saat disurati 3 (tiga) kali tetap tidak ditanggapi, maka kami akan ajukan eksekusi ke Pengadilan Negeri,” katanya.
 
 
“Dalam pemberitaan disebut Debitur tidak merasa menanda-tangani Akta Jaminan Fidusia, tentu itu sangat tidak benar, Debitur menanda-tangani akta jaminan fidusia, buktinya lengkap, dokumennya ada, bisa dicek bersama-sama, apa yang dilakukan klien kami telah mengikuti prosedur yang ada, klien kami adalah perusahan Bank Perkreditan Rakyat yang taat akan hukum dan peraturan,” lanjutnya.
 
Ia juga menyayangkan pernyataan kuasa hukum debitur yang juga karyawan di salah satu Bank BPR di Karimun yang menyebut kliennya tidak mematuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia Nomor 11/POJK.03/2020 tentang stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan Countercyclical dampak penyebaran Corona Virus disease 2019, menurutnya BPR Buana Arta Mulia turut membantu memberikan kredit kepada masyarakat Karimun di masa pandemi termaksud membebaskan denda dan memberikan restrukturisasi pinjaman.
 
“Pemberitaan yang beredar, klien kami seakan-akan tidak turut aturan OJK, perlu kami tegaskan, Klien kami banyak mencairkan kredit ke semua kalangan masyarakat Karimun, memberikan penghapusan denda, memberikan restrukturisasi pinjaman, debitur klien kami yang bicara diwakili kuasa hukumnya di media tidak pernah mengajukan restrukturisasi, komunikasi dengan debitur saja sulitnya minta ampun, surat-menyurat saja tidak ditanggapi. Ini tidak lebih dari arogansi, kami akan mempelajari, siapa dan kepentingan apa dibalik ini,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Tim Kuasa Hukum lainnya, Achsan Sajri, pihaknya akan mengambil Langkah-langkah hukum untuk membersihkan nama kliennya, selain telah mengirimkan hak jawab sesuai UU Pers, mereka akan melakukan gugatan hukum.
 
“Kami telah mengirimkan hak jawab ke beberapa media yang isi beritanya sama persis, hanya copy paste dan beda penempatan paragraf di beberapa media, ada yang telah menayangkan hak jawab dan membuat permintaan maaf, ada yang hingga saat ini tidak mempublikasikannya, semua memiliki konsekuensi, semua diatur dalam negara ini. Terlebih, akan segera kami laporkan debitur atas nama Marico Daily kepada pihak Kepolisian, serta siapa saja yang diduga terlibat didalamnya,” tegasnya.
 
Sebutnya lagi, apa yang dilakukan kliennya itu sudah tepat dan telah mengikuti prosedur yang diatur dan diamanatkan dalam undang-undang.
 
“Apa yang dilakukan oleh klien kami sudah tepat, bukan penarikan secara paksa tetapi mobil tersebut memang masih kepunyaan klien kami secara hukum dan klien kami sudah sangat koperatif kepada debitur dengan cara apabila tunggakan cicilan dibayarkan hanya pokok saja tanpa denda, mobil yang klien kami amankan bisa dibawa pulang oleh debitur,. Pertanyaannya, apakah debitur koperatif atau tidak, kejadian ini bukanlah masalah tetapi dibuat menjadi masalah.” Ujar Achsan, Pengacara alumni Trisakti Jakarta ini.
 
Lanjutnya lagi, dengan masifnya pemberitaan atas kliennya BPR Buana Arta Mulia yang tidak menggunakan asas praduga tak bersalah dan tidak melakukan koreksi terlebih dahulu akan membuat nama baik kliennya tercemar.
 
“Efeknya sangat buruk, asumsi masyarakat terhadap Klien kami menjadi negatif, tentu ini sangat mempengaruhi kinerja BPR Buana Arta Mulia dikemudian hari walaupun kami yakin masyarakat di era saat ini tidak serta merta mempercayai sesuatu hal yang belum dapat di uji kebenarannya,” jelasnya.
 
Pihaknya hingga berita ini diunggah sedang mempersiapkan berkas-berkas, alat-alat bukti dan lainnya untuk melanjutkan permasalahan itu ke proses hukum.(yon)


 

       
        Loading...    
   
BAGIKAN