Modal Ember, Kini Jadi Pengusaha Muda

Usnedi Syahputra dan Dato Rida K Liamsi saat berbincang-bincang di Acara Hai Wai di Tanjungpinang TV, Senin (19/10).

TANJUNGPINANG – Tidak malu, tidak gengsi jadi tukang sapu dan tidak memilih-milih pekerjaan, justru membuatnya menjadi pengusaha muda.

Usnedi Syahputra, seorang entrepreneur muda asal Tanjungpinang tersebut kini sudah memiliki 10 karyawan tetap dan 8 orang pekerja harian.

Awalnya hanya kerja sendirian bersama anaknya, kini Usnedi sudah mendirikannya dalam bentuk badan usaha yakni CV.Surya Buana Cipta dengan mereka usaha ‘Jasa Bersih Rumah Tanjungpinang’.

Setiap hari, Usnedi sudah dapat orderan dan hasilnya bisa menabung. Tidak perlu meminjam uang dari bank untuk memulainya. Karena dirintis dari bawah. Bermodalkan, sapu, ember dan serokan sampah.

       
        Loading...    
   

Usnedi mengisahkan perjalanan usahanya itu saat menjadi narasumber di acara Hai Wai! Satu jam Bersama Dato’ Rida K Liamsi dengan tema ‘Dengan Sapu Membangun Bisnis’ yang digelar di Studio 2 Tanjungpinang TV di Komplek Bintan Center, Batu 9 Tanjungpinang, Senin (19/10).

Usnedi yang merupakan kelahiran Tanjungpinang, sekolah dan besar di Kota ini sebelumnya punya pengalaman kerja di Jepang. Apa yang dilihatnya di Jepang, juga salah satu modal awalnya membuka usaha tersebut.

Dia mengisahkan, jasa kebersihan rumah yang dibangunnya itu bermula saat dirinya dan istrinya yang bekerja sebagai guru honor di salah satu sekolah di Tanjungpinang kesulitan untuk mendapatkan pembantu rumah tangga.

Karena sama-sama sibuk bekerja, mereka juga mulai kewalahan membersihkan rumahnya. Karena mereka harus kerja dan mengurus anak yang masih kecil.

Saat ditanya kesana, kemari, sulit mendapatkan seseorang yang bisa membantu mereka. Sama sulitnya dengan mencari seorang pembantu di rumahnya.

Naluri bisnis Usnedi langsung bicara saat itu. Jika mencari pembantu kebersihan susah, itu artinya ini bisa dijadikan peluang bisnis, peluang usaha.

Dia pun mulai bergerilya di dunia maya untuk mencari apakah ada usaha jasa bersih-bersih rumah di kota ini. Tidak ada.

”Kalau usaha jasa cleaning service banyak Dato’. Tapi mereka bekerja untuk gedung-gedung besar. Pemerintahan, bank yang langsung kontrak kerja,” jelasnya.

Sedangkan usaha jasa bersih-bersih rumah tidak ada. Sejak itu, dirinya mulai mempromosikan diri menjadi tukang sapu, tukang kebersihan di rumah orang yang membutuhkannya.

Pelanggan pertamanya adalah tetangganya tak jauh dari Kantor Lurah Tanjungayun Sakti. Waktu itu, ibu rumah tangga tersebut meneleponnya agar membersihkan rumahnya.

Usnedi pun pergi ke rumah itu membawa ember, kain pel, sapu, serokan sampah. Tawar menawar harga pun terjadi. Dia meminta Rp250 ribu, namun setelah tawar menawar disepakatilah Rp200 ribu.

”Jadi saya tak bisa melupakan ibu itu, karena pelanggan pertama saya. Sejak itu, usaha saya makin dikenal orang,” tambahnya.

Karena pesanan membersihkan rumah makin banyak, Usnedi pun harus membeli satu per satua peralatan tambahan.

”Saya itu makin tahu peralatan apa yang dibutuhkan karena permintaan pelanggan. Ada yang meminta karpetnya dibersihkan, spring bad juga. Akhirnya dibutuhkan mesin vakum,” kenangnya.

Sebelum masuk pesantren, anaknya lah yang membantu Yusnedi membersihkan rumah orang lain. Anaknya menjaga kabel mesin vakum agar tidak tercabut. Sementara dirinya bekerja.

Pesanan membersihkan rumah pun makin banyak. Usnedi dan anaknya sudah kewalahan. Dia pun mengajak adik iparnya untuk membantu, termasuk tetangganya.

Mencari orang yang mau bekerja sebagai tukang sapu rumah orang lain tidak lah mudah. Karena gengsi. Lagipula, untuk pekerjaan seperti ini diperlukan kepercayaan karena bekerja di rumah orang lain.

Jadi, Yusnedi memang ekstra hati-hati memilih karyawannya. Dan sampai saat ini, dirinya belum pernah ada masalah atau menerima komplin dari pelanggannya. Rumah yang mereka bersihkan aman.

Dalam waktu singkat, usahanya terus berkembang. Pada 29 Maret 2017 dia pun mengurus badan usahanya berbentuk CV.

Sejak itu, namanya makin terkenal. Dia sudah menjalin kerja sama dengan sekolah seperti SMKN 1 Tanjungpinang, Masjid Agung Al Ikhlas, kantor perpustakaan, dan kejaksaan.

Meski sudah dapat proyek kerja sama, namun jasa kebersihan rumah-rumah tetap saja dijalankannya saat ini. Ada kelebihan apabila dapat orderan membersihkan rumah.

Selain bisa cepat dikerjakan, tidak rumit soal tawar menawar, dan hasilnya cepat. Dikerjakan hari ini, bayarannya juga dibayar tunai hari itu.

Saat bekerja membersihkan rumah, terkadang mereka dapat bayaran lebih atau tips dari si pemilik rumah. Uang ini pun akan dikumpulkan dan nanti akan dibagi kepada karyawan sebagai bonus kerja.

Namun, mereka juga akan membantu pelanggan apabila memerlukan bantuan. Misalnya anak kucing naik ke plafon. Mereka diminta menurunkannya.

”Untuk hal-hal seperti ini, kami bantulah. Namun, harus hati-hati. Sekarang ini tiang plafon itu sudah kebanyakan besi. Takut juga kita kesetrum,” kisahnya.

Rencananya, Usnedi akan mengembangkan usahanya. Baginya, usaha jasa bersih rumah ini sudah membuatnya bangga dan merasa puas.

Belum tertarik sama sekali untuk membuka jenis usaha lain. ”Saya tidak muluk-muluk Dato, ini saja bisa saja kembangkan sudah syukur. Paling dekat, saya ingin mengembangkannya di 7 kabupaten/kota di Kepri,” katanya lagi.

Dalam waktu dekat, dirinya akan membuka usahanya di Batam. ‘Jasa Bersih-Bersih Rumah Kota Batam’. Setelah itu sukses, maka dirinya akan membuka lagi cabangnya di daerah lain.

Hingga ke Masjid
Usahanya ini juga tidak hanya membersihkan rumah warga, atau kantor-kantor kecil. Namun, tempat ibadah seperti masjid juga dibersihkan seperti karpet, toilet, tempat wudhu.

Semakin lama berdirinya usaha itu, permintaan konsumennya juga makin banyak. Tidak hanya membersihkan spring bad lagi, ada yang meminta dicuci.
Terkait rumah yang akan mereka bersihkan, tergantung besarnya rumah itu. Kadang, dua orang untuk satu rumah. Satu hari, dua orang bisa membersihkan dua rumah.

Namun, rumah yang besar dan kotor, kadang butuh empat orang membersihkannya dalam satu hari. Semua akan dibersihkan hingga dapurnya mengkilap kembali. Kinclong.

Yang paling sulit dibersihkan adalah dapur, karena banyak minyak tumpah baik di lantai maupun dinding dapur. Karena itulah, sebelum membersihkan rumah, mereka akan survei dulu.

Survei ini gratis. Tujuan survei ini agar tahu peralatan apa yang perlu dibawah dan chemical apa yang paling banyak akan dibawa.

Usahanya ini terkadang dapat job dari seorang jamaah di masjid. Mereka diminta membersihkan masjid, namun biayanya bukan dari pengurus masjid. Melainkan dari salah satu jamaah.

Tahun lalu diluncurkan program bersih-bersih 100 masjid di Tanjungpinang. Namun baru 24 yang sudah selesai. Donatur menghentikan bantuan dananya.

Dirinya pun meminta relawan untuk melanjutkan kebersihan masjid itu. Sempat mereka lakukan secara bergantian di empat kecamatan di Tanjungpinang.

Namun, karena Covid-19 melanda dan dilarang berkumpul-kumpul, akhirnya program dihentikan. Usnedi sendiri menyediakan semua peralatannya, dan relawan lah yang bekerja membersihkan.

Selain gerakan sosial membantu membersihkan masjid, Usnedi juga membantu menyediakan makanan di sejumlah masjid di hari Jumat yakni Program Nasi Jumat Berkah.

”Saya sedekah sendiri. Saya antar ke masjid. Yang nasi kotak ada dari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ikapemi),” tambahnya.

Bantuan makanan ini sudah dilakukannya sejak September 2019 lalu. Dia mengantarkannya. Kadang puluhan bungkus.

Dia mengatakan, program ini membantu usaha katering. Anggarannya dari dermawan di Tanjungpinang yang mempercayakan kepada Usnedi untuk disalurkan.

”Untuk minggu ini misalnya, ada yang nyumbang sekian bungkus. Kita terima uangnya. Ada lagi tambahannya, kita terima. Setelah itu nanti kita umumkan, untuk Jumat ini sekian bungkus. Hitungannya Rp15 ribu per bungkus. Kita pesan ke katering. Jadi mereka hidup juga,” ungkapnya.

Bantuan dari dermawan bervariasi. Kadang ada yang membantu Alquran, sandal wudhu hingga mukena. Sebagian bantuan itu mereka bagikan di Bintan Pesisir seperti Trikora, Malang Rapat, Pengudang hingga Berakit.

Bantuan-bantuan makanan di Jumat berkah itu terus meluas dan makin banyak yang membantu. Bahkan kedai kopi pun sudah membantu mengirimkan 50 gelas kopi susu dingin. Ada juga yang menyumbang bubur kacang hijau, nasi ayam dan lainnya.

Dirinya memang pernah bergabung di organisasi Tangan Di Atas (TDA) tempat berkumpulnya para pengusaha. Organisasi ini berkembang di Indonesia sudah 17 tahun.

Dia juga masuk pengurus di Perhimpunan Saudagar Rumpun Melayu. Dia juga wilayah Masyarakat Relawan Indonesia (MRI).

Mereka terus melakukan kegiatan sosial. Ada donatur yang menyumbang. Akhir September kemarin, mereka meluncurkan OMG (Operasi Makan Gratis) dimana warga diberi kupon untuk makan. ”Kita hidupkan pengusaha kuliner,” katanya.

Kata dia, salah satu promosi usaha yang bagus adalah di media sosial karena karena bisa dipilih pangsa pasarnya mana, apakah laki-laki atau perempuan, dewa. Dan terbuka secara global.

Jika Anda tidak punya waktu untuk membersihkan rumah, maka bisa menghubungi mereka. Berikut ini adalah layanan mereka :

Jasa Cuci Karpet, Jasa Cuci / Vacum Spring Bed, Jasa Cuci / Vacum Sofa, Jasa Poles Lantai / Keramik Marmer, Vinyl, Kayu.

Jasa Bersih dan Merapikan. Pakaian dalam Lemari Pakaian. Jasa Bersih Kamar Kos-Kosan. Jasa Bersih Toilet. Jasa Bersih Taman.

Jasa Cleaning Service Panggilan. Jasa Bersih Rumah Baru dan Pasca Renovasi. Jasa Bersih Rumah Setelah Pesta dan Setelah Bencana Banjir dan Bencana lainnya. Jasa Bersih Rumah keseluruhan.

”Kami dari Jasa Bersih Rumah Tanjungpinang memberikan harga murah dan kompetitif sehingga menghemat biaya. Meskipun layanan kami tetap maksimal,” katanya. (mas)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN