Tiga SMK di Kepri Adopsi Gerakan Sekolah Menyenangkan

Anggota DPRD Kepri, Teddy Jun Askara (TJA) saat berkunjung ke salah satu SMK di Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

TANJUNGPINANG – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri M Dali menyampaikan ada tiga sekolah di Provinsi Kepri yang ditunjuk sebagai Center of Excellence (CoE) akan mengadopsi konsep Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dari 490 sekolah SMK se-Indonesia.

”Dalam proses verifikasi SMK CoE di Kepri, SMKN 1 Batam, SMK Muhammadiyah Batam, dan SMKN 3 Batam,” jelas Dali melalui ponsel, Kamis (19/11) kemarin.

Namun, ada lima kepala sekolah dari Kepri yang sedang mengikuti assesment CEO (Chips Executive Officer) yakni, Kepsek SMKN 2 Batam, SMKN 2 Karimun, SMKN 1 Bintan Utara, SMKN 4 Tanjungpinang dan SMKN 7 Batam.

Baca Juga :  Tak Tahu Kapan Korona Berakhir, Pemko Memiliki Dana Cadangan

Dali menyampaikan, meskipun di tengah pandemi Covid semangat berdaya saing dunia pendidikan di Kepri tidak boleh lesu.

       
        Loading...    
   

Justru pihaknya, terus mendorong para Pendidik dan Tenaga Kependidikan terus bersemangat melakukan yang terbaik untuk mencerdaskan anak-anak Kepri di era saat ini.

”Saat ini justru tidak hanya, CoE, melainkan sedang digarap beberapa SMK akan menjadi SMK BLUD,” tambahnya.

Saat ini bagi sekolah yang terpilih sedang, Workshop gelombang pertama diadakan di Yogyakarta, 15-19 November 2020, yang diikuti oleh 98 kepala SMK. Rencana, tahapan ini dibagi dalam lima batch.

Baca Juga :  Kadin Kepri Naikkan Kelas UMKM

Setelahnya dilanjutkan pendampingan oleh tim GSM selama enam bulan.

Dali menceritakan, pemanfaatan CeO GSM ini diharapkan dapat membawa semangat bagi dunia pendidikan khususnya SMK ke depan.

Terkait dengan pembekalan hard skill, Dali menyebut CoE adalah suatu investasi yang luar biasa.

Dengan dijadikan pusat keunggulan, sekolah mendapat berbagai fasilitasi seperti pemenuhan ruang praktek, peralatan, peningkatan kapasitas guru, dan kemitraan antara SMK dengan dunia usaha dan industri.

”Setelah pendampingan yang dimulai Januari 2021, sekolah diharapkan bisa menjadi komunitas mandiri,” jelas Dali demikian. (ais)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN