Ini Harga Pupuk Bersubsidi bagi Pemilik Kartu Tani

ANIK Kisdaryani Kabid Pangan DP3 Tanjungpinang menyosialisasikan kartu tani dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk petani di Gerai Pangan, Jalan Hang Lekir, Batu Sembilan, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

TANJUNGPINANG – Seratusan petani Tanjungpinang menerima kartu tani dari Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang melalui BRI, Selasa (19/1). Kartu tani ini lebih ditujukan untuk pembelian pupuk bersubsidi.

Kartu tani merupakan kebijakan Presiden RI Jokowi guna meningkatkan program ketahanan pangan secara nasional. Melalui Kementerian Pertanian RI, pemerintah memberikan kemudahan dan membantu petani dalam memproduksi hasil pertanian. Sarana membantu petani itu yaitu melalui kartu tani.

Kartu tani ini merupakan sarana akses layanan perbankan terintegrasi yang berfungsi sebagai simpanan dan transaksi untuk membeli pupuk bersubsidi. Sehingga, pupuk benar-benar disalurkan kepada petani.

“Nah, kartu tani ini sudah dicetak dan kita distribusikan dulu kepada petani di Tanjungpinang. Tapi, aktifnya kartu ini setelah di-launching oleh Menteri Pertanian RI. Waktu launching-nya, belum tahu. Kita tunggu saja,” kata Anik Kidaryani, Kabid Pangan DP3 Kota Tanjungpinang.

       
        Loading...    
   

“Sekarang, kartu taninya kita serahkan dulu kepada petani,” sambung Anik, di sela penyerahan kartu tani kepada seratusan petani dari sejumlah kelompok tani di wilayah Tanjungpinang Timur, di Gerai Pangan, Jalan Hang Lekir, Batu Sembilang, Selasa (19/1).

Kartu tani yang diserahkan DP3 Tanjungpinang melalui BRI ini berisikan kuota atau jumlah pupuk untuk setiap petani. Kuota pupuk yang diberikan kepada petani itu, berdasarkan RDKK yang telah diajukan dari masing-masing kelompok tani. Sebelum membeli pupuk, petani akan menyetor uang ke BRI.

Besaran uang yang disetor ini, sesuai dengan jumlah kuota pupuk yang diberikan kepada petani pemilik kartu tani. Selanjutnya, petani akan mengambil pupuk bersubsidi ke kios pengecer. Pengambilan ini disesuaikan dengan jadwal pendistribusian pupuk, dari pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Kepri.

“Untuk petani yang menerima kartu tani di Gerai Pangan ini, kios pengambilan pupuknya di Batu Enam. Untuk penyetoran uangnya, bisa dicicil. Karena, saat pupuk masuk, itu langsung dibeli dan diambil. Kalau tidak diambil, bisa saja jatah pupuknya dialihkan ke kabupaten/kota lain,” terang Anik.

Pada kesempatan lain, Indra sebagai Sekretaris Kelompok Segantang Lada mengusulkan agar pemerintah mendistribusikan pupuk ke Kota Tanjungpinang, secara bertahap. Dua atau tiga kali dalam setahun. Sehingga, petani bisa membeli dan mengambil pupuk tersebut secara keseluruhan, atau sesuai dengan kebutuhan.

“Kalau kami ambil sekali dalam setahun dan sekaligus, itu berat. Selain harus menyediakan dana besar, kami kesulitan dalam penyimpanan pupuk. Kami sarankan 3 kali dalam penyaluran pupuk bersubsidi itu, sesuai dengan masa panen,” sarannya.

Bagi petani yang memiliki kartu tani, harga beli pupuk bersubsidi untuk jenis Urea hanya seharga Rp 2.250 per kilogram. Jenis pupuk SP-36 seharga Rp 2.400 per kilogram, NPK seharga Rp 2.300 per kilogram, ZA seharga Rp 1.700 per kilogram, dan organik seharga Rp 800 per kilogram.

Kepala DP3 Tanjungpinang H Ahadi menyampaikan, kartu tani yang diberikan kepada petani ini merupakan jaminan pemerintah dalam penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran. Kartu tani ini juga sebagai identitas atau pegangan kedua bagi petani, setelah KTP-el.

“Petani itu berada di garis terdepan dalam pembangunan pangan. Apalagi di masa pandemi Covid-19, petani lah yang menjadi pahlawan untuk penyediaan pangan. Dan petani tak ada yang kena Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, tambahnya, pemerintah sedang mengembangkan pangan selain beras. Petani dianjurkan untuk mengembangkan budi daya pangan alternatif. Seperti jagung, ubi, ketela, talas maupun jenis pangan lainnya.

“Justru itu, pemerintah memberikan kartu tani kepada setiap petani. Agar bisa membeli pupuk bersubsidi. Caranya, bayar di BRI, bawa kartu tani ke kios pengecer, gesek kartu tani dan ambil pupuknya,” demikian dipaparkan Ahadi. (fre)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN