Empat Kontainer Rokok Selundupan Masuk Lewat Laut Tanjungberakit



BINTAN – Sebanyak 5.200 karton rokok selundupan tanpa pita cukai masuk dari Vietnam menuju Bintan, tepatnya di perairan Tanjungberakit, Kecamatan Teluksebong, Bintan pada 22 Oktober 2020 lalu. 

Rokok yang diangkut oleh KLM Pratama dan dinahkodai oleh Deni Sitohang itu diamankan Kapal Patroli Bea Cukai 20007 yang dinahkodai oleh Ariantama Yoga dan Mat Fatoni yang berpatroli dari Batam menuju perairan Tanjungberakit.

Demikian hal yang terungkap dalam sidang pemeriksaan saksi kasus penyelundupan rokok tersebut yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang pada Selasa (18/1) sore kemarin. 

Dalam sidang pemeriksaan saksi yang pertama ini, dihadirkan dua orang petugas dari Bea Cukai Batam yakni Mat Fatoni dan Ariantama Yoga selaku ASN Bea Cukai yang menangkap kapal bermuatan rokok tersebut.

Menjawab pertanyaan hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), saksi Mat Fatoni mengatakan jika pihaknya merupakan petugas Pelaksana Pemeriksa (P2) Bea Cukai Batam. Pihaknya mendapatkan informasi jika ada penyelundupan rokok di wilayah Tanjungberakit Bintan.

“Saat didatangi sekitar pukul 20.00 WIB, KLM Pratama sedang didekati 3 speedboat yang sedang melakukan perpindahan muatan di laut atau ship to ship. Namun saat didekati, 3 speedboat kabur dan hanya KLM Pratama yang diamankan,” terangnya.

Sementara itu, saksi Ariantama Yoga juga membenarkan hal tersebut. Ia menambahkan jika saat diamankan di perairan, ada perpindahan kotak-kotak yang akhirnya diketahui rokok merk Luffman.

“Awalnya saat kami datangi kapal, kami cek surat menyurat kapal dan muatan. Namun tidak dapat ditunjukan nahkoda kapal. Kemudian kami cek muatannya rokok, mau dibawa kemana rokok itu kami tidak tahu. Namun lokasi penangkapan di Laut Berakit, Bintan,” terangnya.

Kemudian saat ditanya mengenai Terdakwa Jamali atau Jumali, kedua saksi mengatakan jika terdakwa merupakan pemilik rokok setara muatan 4 kontainer itu. Namun di akhir sidang, terdakwa Jamali alias Jumali membantah jika itu adalah miliknya.

“Saya bukan pemilik, hanya pengurus saja,” tegasnya.

Mengenai siapakah pemilik rokok sebanyak 5.200 karton tersebut, tentunya diharapkan akan terkuak di sidang selanjutnya. (aan)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN