Himpitan Ekonomi, Pria Di Sebong Pereh Nekat Curi HP, Jumlahnya Segini

TANJUNGUBAN – LS (43), pria yang tinggal di Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluksebong tak dapat berkutik saat diamankan pihak Satreskrim Polsek Bintan Utara di kediamannya. Pria yang bekerja sebagai buruh serabutan ini ditangkap karena diduga melakukan pencurian di rumah warga bernama Fitri (25) di Perumahan Garden View, Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluksebong.

Ternyata, saat ditangkap dan diinterogasi polisi, pelaku LS tidak hanya sekali melakukan aksinya, namun sudah tiga lokasi menjadi korban aksi kejahatannya.

Penangkapan LS bermula dari Laporan Polisi korban bernama Fitri pada 12 Desember 2021 lalu. Korban melaporkan telah kehilangan uang tunai sebanyak Rp 7 juta, handphone, parfum dan jam tangan di kediamannya dengan nilai total Rp 9 juta.

       
        Loading...    
   

Dari laporan tersebut, Kanit Reskrim AKP Purbowo dan Iptu Moh Fajri Firmansyah beserta anak buahnya langsung melakukan penyelidikan dan olah TKP.

Setelah melakukan penyelidikan dan menggali informasi dari warga dan korban, ditemui titik terang identitas pelaku. Kemudian tim unit reskrim langsung menuju rumah terduga pelaku.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Suharjono mengatakan, saat dilakukan penangkapan, pelaku tidak berkutik dan langsung dilakukan pengembangan. Ternyata hasilnya benar jika LS adalah pelaku pencurian di rumah korban Fitri.

“Ternyata setelah dilakukan pengembangan lagi, tidak hanya fitri, ada saudari Defri dan Deva yang rumahnya turut dibobol pelaku LS ini,” ungkapnya.

Untuk korban bernama Defri telah melaporkan kehilangan sebuah handphone senilai Rp 3 juta pada 27 November 2021 lalu dan saudari Deva melaporkan kehilangan uang tunai Rp 1 juta dan sebuah handphone dengan total nilai Rp 3 juta.

“Motif pelaku melakukan aksi pencurian karena himpitan ekonomi. Sehingga pelaku nekat membobol rumah warga yang masih satu lingkup desa dan kecamatan dengannya,” terangnya.

Dari tangan pelaku, juga diamankan 10 unit handphone berbagai merk, 1 power bank, 1 jam tangan wanita, 1 botol parfum, 1 KTP, dua buah softcase HP dan satu tas yang merupakan hasil kejahatannya.

Pelaku dipersangkakan dengan Pasal 363 Ayat (1) ke-3 dan ke-5 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan juncto Pasal 65 KUHP tentang Perbuatan Berulang dengan ancaman Pidana Penjara maksimal 7 tahun.

“Kami juga mengimbau kepada warga agar lebih waspada, terutama saat meninggalkan rumah. Hal ini untuk mencegah aksi kejahatan terjadi,” pesannya.(aan)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN