Alasan Maju di Pilgub, Ansar Tak Mau Membiarkan Kepri seperti Kura-kura Berjalan

       
        Loading...    
   

BINTAN – Bukan hanya berkaca dari dua periode membangun Kabupaten Bintan, yang membikin H Ansar Ahmad SE MM ingin maju sebagai calon gubernur pada Pilkada 2020 Kepri. Masih ada alasan lain. Berikut penuturan Ansar.

Setelah meletakan fondasi pembangunan di Kabupaten Bintan (2005-2010 dan 2010-2015), hampir tiga tahun H Ansar Ahmad lebih banyak berkecimpung di Partai Golkar. 2019 lalu, Ansar pun sampai ke DPR RI di Senayan, Jakarta. Selama kurang lebih setahun, Ansar Anggota Komisi V DPR RI ini meninjau dan mengevaluasi pembangunan di Kepri serta sejumlah provinsi di Indonesia.

Ternyata, dalam menjalankan tugas ini, Ansar Ahmad merasa iri hati, ketika membandingkan pembangunan Provinsi Kepri dengan provinsi lainnya. Dulu, pembangunan infrastruktur di Nusa Tenggara Timur (NTT) jauh di bawah Kepri. Pembangunan Nusa Tenggara Barat (NTB) pun jauh di bawah Kepri. Begitu pula di Sulawesi Utara, Labuhan Bajo jauh di bawah Provinsi Kepri.

“Itu dulu. Sekarang, infrastruktur mereka luar biasa bagus-bagus. Jalan di daerah mereka, itu rata rata dan dua jalur. Itu semua dibangun dengan anggaran pemerintah pusat (APBN),” ungkap Ansar Ahmad, saat memberikan keterangan resmi, Sabtu (18/7) lalu.

Perubahan dan pembangunan cepat di provinsi luar Kepri bisa terwujud, karena kepala daerahnya pro aktif mengejar anggaran ke pusat (APBN). Hal itu pula yang menguatkan Ansar Ahmad untuk tampil di Pilkada serentak 2020 Kepri, sebagai calon gubernur. Tujuannya, agar Ansar Ahmad bisa langsung ke pemerintah pusat. Guna mencari peluang-peluang anggaran yang cukup besar di pusat (APBN).

“APBN cukup besar di pusat itu. Tergantung kita saja, bagaimana untuk mengejar dan mendapatkannya. Hal ini sudah saya lakukan, saat membangunan Kabupaten Bintan, selama sepuluh tahun lalu,” ujar mantan Bupati Bintan dua periode ini.

Bagi Ansar Ahmad, kepala daerah atau gubernur, jangan hanya melaksanakan iven, yang menerima apa yang diberikan pusat. Tanpa berupaya mencari peluang anggaran pusat, dengan mengajukan rencana program pembangunan strategis. Ini harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Tanpa kesungguhan, tidak akan bisa.

Peluang itu juga akan didapat, jika kepala daerah (gubernur) langsung yang bolak-balik dan keluar masuk ke kementerian terkait. Jika dibandingkan dengan seorang Anggota DPR RI, itu memiliki keterbatasan. Sifatnya hanya memperjuangkan dan menyampaikan aspirasi kepada menteri terkait.

Tapi, Anggota DPR RI itu tidak bisa mempunyai tindakan apa-apa, secara operasional. Kekuatan kepala daerah itu melebihi dari seorang anggota DPR RI, untuk mengajukan program pembangunan dengan anggaran pusat. Ansar Ahmad sudah merasakan dan punya pengalaman itu, ketika menjabat kepala daerah di Bintan. Masyarakat Kepri pun bisa menilai secara objektif, ketika Ansar Ahmad membangun Kabupaten Bintan.

“Tentu lah masyarakat Kepri akan memberikan apresiasi kepada kepala daerah. Jika kepala daerah itu memiliki catatan-catatan yang membangun daerahnya secara sungguh-sungguh,” tutur Ansar Ahmad.

Bicara pembangunan Provinsi Kepri saat ini, Ansar Ahmad pun merasa iri dengan daerah lain, tatkala mendengarkan wawancara Hardi S Hood dengan Harry Azhar Aziz, baru-baru ini. Dalam wawancara itu, Hardi Hood bertanya kepada Harry Azhar Aziz, bagaimana Kepri hari ini? Harry Azhar Aziz pun menjawab, pembangunan Kepulauan Riau seperti kura-kura berjalan.

Artinya, kata Ansar Ahmad, pembangunan Provinsi Kepri berjalan lambat sekali, dibandingkan provinsi lain. Kepri memiliki potensi besar dan posisi strategis. Tapi justru pembangunan berjalan seperti kura-kura berjalan.

“Saya tak mau membiarkan pembangunan Kepri seperti kura-kura berjalan. Tapi, kita ingin Kepri berlari. Berlari untuk membangun semua aspek di Kepri ini. Lebih cepat dan lebih maju. Itu yang menjadi alasan mendasar saya, ingin maju sebagai calon gubernur di Pilkada 2020 Kepri, 9 Desember nanti,” tutup Ansar Ahmad. (yendi)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN