Mobil Damkar Hangus Saat Memadamkan Api

TANJUNGPINANG – Satu unit Mobil Pemadam kebakaran (Damkar) milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tanjungpinang hangus terbakar saat petugas memadamkan api yang melahap kawasan hutan lindung di Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang sore kemarin.
Tampak kerusakan parah pada bagian depan hangus terbakar. Menurut Kepala DPKP Tanjungpinang Hantoni, penyebab terbakarnya damkar tersebut karena terjebak saat dilokasi saat kobaran api yang terus menjalar ke hutan.
“Kesulitan arena dilokasi ini membuat mobil terjebak di tengah api, tak bisa keluar,” jelas Hantoni kepada awak media, Senin (22/2) sore.

Hantoni juga berkilah bahwa penyebab lain terbakarnya Damkar ini karena medan yang dilewati kendaraan ini cukup sulit. Sehingga petugasnya kesulitan

Baca Juga :  Linear Tak Linear Bukan Persoalan, Calon Demokrat Harus Punya 'Mesin'

mengendalikan Damkar ditambah saat situasi itu ada masalah teknis yang dialami damkar tersebut saat menghindari kobaran api yang tidak dapat dikendali.

“Akses masuk yang susah juga menjadi kendala, ditambah lagi untuk menyuplai air yang cukup jauh untuk memadamkan api yang luar,” jelasnya.

       
        Loading...    
   

“Saat kejadian itu, api mengepung jalan mobil yang keluar, selain itu mobil tidak bisa jalan karena giginya nggak bisa masuk,” ceritanya menimpal.

Saat di tanyain mengenai kerugian, Hantoni belum bisa menjawab dan memperkirakan. Karena, masih mau lanjut memadamkan api di Jalan Panglima Dompak, yang juga ada kebakaran.

“Belum bisa di perkiraan, karena kita juga masih mau lanjut untuk memadamkan api di Dompak, karena disana juga ada kebakaran,”sebutnya.

Baca Juga :  KN Nipah 321 Usir Kapal Coast Guard China dari Laut Natuna Utara

Sebagai informasi, Senin itu petugas Damkar Tanjungpinang bertugas memadamkan puluhan hektar hutan lindung di Kecamatan Bukit Bestari.

Kondisi ini, bahkan terjadi semenjak Sabtu lalu. Api sebelumnya, sempat dipadamkan namun kemudian kembali muncul dan melahap hutan tersebut.

Hantoni mengakui, pihaknya bersama instansi terkait seperti BPBD, Polsek Bukit Bestari, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan masyarakat setempat sudah berhasil memadamkan api pada Minggu malam, namun titik api kembali muncul pada Senin (22/2) dini hari tadi.

“Sekitar jam 1 malam api masih ada yang menyala, api ini berputar ke arah jalan Tembesi,” cerita Hantoni.

Kondisi jalan yang sempit dan kekurangan suplai air masih menjadi kendala pihaknya untuk memadamkan api. Ditambah lagi dengan tiupan angin kencang, sehingga api dengan cepat melahap pepohonan di lokasi.

Baca Juga :  Kejari Dukung Implementasi Program JKN-KIS

“Selama dua hari kami masih berusaha memadamkan api. Saat ini sedang melakukan pendingin, insyaallah tidak lama lagi dapat memadamkannya,” ujarnya.

Pihaknya belum bisa menyampaikan penyebab pasti kebakaran tersebut. Namun berdasarkan informasi awal api diduga berasal dari pembakaran sampah.

“Kita belum bisa memastikan penyebabnya itu (Pembakaran sampah,red),” katanya.

Ia menambahkan, selama dua hari ini hutan lindung yang sudah terbakar mencapai puluhan hektar.

“Kalau luas wilayah berdasarkan SK Menteri Kehutanan itu 76 hektar, kalau berdasarkan Perda Kota Tanjungpinang 72 hektar, namun yang terbakar ini kalau kita hitung yang terbakar sekitar 42 hektar,” tutupnya. (cr30)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN