Apri Inginkan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat

BUPATI Bintan H Apri Sujadi didampingi Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono menanam pohon pinang, di kampung wisata Desa Toapaya.

BINTAN – Pengembangan desa wisata merupakan salah satu hal yang mendapat perhatian dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Buktinya beberapa desa di Kabupaten Bintan, sukses berubah menjadi salah satu desa wisata unggulan.

Dalam kunjungannya ke Kampung Wisata 1000 Pohon Pinang, Desa Toapaya, Minggu (21/3), Bupati Bintan Apri Sujadi mengutarakan, meski setiap desa memiliki potensi, namun setiap desa juga punya tantangan yang berbeda dalam usahanya menjadi desa yang berkembang atau bahkan mandiri. Namun hal tersebut justru bisa menjadi pemicu bagi masyarakat pedesaan untuk bisa semakin mandiri dan maju dengan pemberdayaan yang sesuai dengan potensi yang ada di desa.

Baca Juga :  Guru, Orangtua, Pegawai As-Sakinah Berkurban

“Perlu suatu pengembangan desa wisata yang berbasis masyarakat yaitu dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama melalui pemberdayaan masyarakat dalam berbagai kegiatan kepariwisataan, sehingga manfaat kepariwisataan sepenuhnya diperuntukkan bagi masyarakat lokal itu sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Apri juga menginginkan pengembangan ekonomi berbasis digital bagi desa-desa wisata di Kabupaten Bintan. Menurutnya, perkembangan ekonomi berbasis digital sangat potensial dirasakan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, termasuk di tengah pandemi.

       
        Loading...    
   

“Perlu sentuhan inovasi ekonomi berbasis digital di desa-desa wisata, terlebih di tengah pandemi ini, layanan berbasis online terus meningkat penggunanya saat ini. Kita percaya hal ini juga mampu mempercepat pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Baca Juga :  Enam Jam, Hasil Swab Selesai

Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Bintan, Ronny Kartika mengatakan, bahwa desa wisata menjadi opsi dalam meningkatkan potensi keindahan alam di Bintan. Menurutnya, saat ini kecenderungan minat wisatawan yang mulai beralih pada wisata alam tentunya memberikan angin segar bagi pelaku wisata.

“Oleh karena itu desa wisata khususnya sebagai destinasi wisata harus memiliki keunikan lokal atau objek wisata yang layak untuk dikenalkan. Di Bintan, sudah hampir separuh desa-desa yang ada telah berkembang sebagai Desa Wisata,” ucapnya.

Ia juga menuturkan bahwa sektor desa wisata diharapkan mampu memberikan pengaruh positif secara makro kepada masyarakat seperti halnya meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Baca Juga :  Satgas Covid-19 Lingga Membentuk Tim Pemulasaran Jenazah di Singkep

“Pendirian desa wisata ini seyogianya sebagai upaya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, yang kita kembangkan dengan melihat potensi yang kita miliki. Salah satunya Desa Ekang Anculai, Desa Toapaya, Desa Pengudang, Desa Mapur, Desa Toapaya Selatan, Desa Busung, Desa Kuala Sempang, Desa Malang Rapat, Desa Teluk Bakau dan lain-lain,” tutupnya. (fre)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN