Tahun Depan, Indigo Hotel Dan Holiday Inn Resort Mulai Beroperasi Di Bintan


BINTAN – Dua hotel yaitu Indigo Hotel dan Holiday Inn Resort akan beroperasi di Bintan, dua hotel dengan nilai investasi Rp 1 Triliun ini ditargetkan selesai dan beroperasi pada triwulan ketiga tahun 2022.

Demikian disampaikan oleh Artur Batubara, salah seorang Direksi Mandiri Group yang membawahi pembangunan dua hotel yang dibangun dalam satu kawasan seluas 11 hektare di komplek wisata Lagoi Bay, Lagoi, Bintan.

Artur menambahkan, dalam kawasan yang sedang dibangun tersebut terdiri dari 18 bangunan dengan tinggi 6 lantai. Untuk Indigo Hotel memiliki kapasitas 120 kamar dan Holiday Inn sebanyak 257 kamar.

“Saat ini progres pembangunan secara menyeluruh sudah 60 persen, namun untuk bangunan struktur sudah 100 persen. Tinggal tahap penyelesaian,” katanya saat topping off ceremony di Lagoi Bay, Selasa (22/6).

Ia menambahkan, pembangunan yang dimulai dengan groundbreaking pada tahun 2019 lalu ini pembangunannya sesuai dengan target yang diharapkan.

“Target kami buka di 2022 nanti, mudah-mudahan pandemi akan berakhir dan geliat ekonomi wisata di Bintan sudah mulai kembali meningkat,” ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya sangat yakin menginvestasikan modal di Bintan dengan alasan pengalaman Bintan yang sudah menjadi destinasi wisata asing dan nusantara sejak lebih dari 20 tahun. Kemudian juga letak geografis Bintan yang strategis di jalur internasional dan jalur penerbangan nusantara yang semakin berkembang membuat jalur wisata akan terbuka lebar.

“Kami ingin memberi warna baru di wisata Bintan. Konsep hotel kami adalah internasional dengan memadukan kearifan lokal setempat. Seperti Indigo Hotel yang akan mengangkat konsep kelong dan kehidupan laut di Bintan serta Holiday Inn Resort yang akan memadukan konsep alam mangrove Bintan,” terangnya.

Sementara itu, Harijadi Suprapto, Direktur PT Graha Agung Indah Sentosa (GAIS) mengatakan, pihaknya selaku pemilik proyek dua hotel atau owning company sudah melakukan pembangunan yang sesuai rencana.

“GAIS ini merupakan bagian dari Mandiri Group. Kami ingin menjadikan dua hotel ini sebagai destinasi baru favorit di Bintan,” katanya.

Ia menjelaskan, dua hotel besar ini merupakan satu-satunya hotel bintang 5 yang dibangun pihaknya. Sebelumnya Indigo dan Holiday Inn merupakan hotel di bawah bintang 5 namun telah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

“Nantinya jika sudah beroperasi, estimasi pekerja yang akan direkrut sebanyak 550 orang untuk dua hotel tersebut, nah 90 persennya akan kami rekrut tenaga lokal Pulau Bintan. Namun pastinya akan ada multiplayer effect lainnya seperti tambahan peluang kerja di jasa keamanan, transportasi, activity, supplier dan lainnya, ya bisa potensi buka peluang kerja 1.000 an orang lah,” jelasnya. 

Sementara itu, Abdul Wahab, General Group Manager (GGM) PT Bintan Resort Cakrawala selaku pengelola pariwisata Lagoi mengungkapkan kebahagiaan atas progres pembangunan Indigo Hotel dan Holiday Inn Resort.

Ia mengatakan, dua hotel kelas internasional itu akan menjadi bagian dari Bintan Resorts. Tentunya investasi tersebut, katanya, merupakan pilihan yang tepat karena menambah deretan hotel dan resor yang semakin beragam di Lagoi.

“Ini sangat baik untuk terus membangun kawasan pariwisata yang menarik wisatawan untuk datang ke Bintan. Ini juga menjadikan Lagoi sebagai kawasan wisata yang memiliki banyak pilihan untuk berwisata,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, dunia pariwisata di Bintan dihadapkan dengan tantangan cukup besar untuk bangkit dari pandemi dunia. Namun ia yakin dengan berbagai upaya yang telah dilakukan akan segera mengakhiri pandemi dan membuat dunia pariwisata, makanan dan penerbangan kembali meningkat.

“Tentunya semangat kerjasama yang erat dan saling mendukung, akan mampu mewujudkan apa yang ingin dicapai oleh seluruh pemangku kepentingan di Bintan Resorts. Tentunya dengan adanya wadah Bintan Resort Council yang mewadahi semua hotel dan resor di Lagoi, akan semakin meningkatkan promosi pariwisata baik dalam dan luar negeri,” ungkapnya.

Ia mengatakan juga, saat ini keberadaan pembangunan Bandara Internasional Busung ditargetkan dibangun dalam 2 hingga 2,5 tahun kedepan akan selesai. Saat ini pembangunan bandara tersebut masih terkendala perizinan.(aan)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN