Disnaker Bantu Solusi untuk Infineon dan Philips

       
        Loading...    
   
Wako Batam, HM Rudi dan Kadisnaker Batam, Rudi Sakyakirti, saat mengunjungi salah satu perusahaan di Mukakuning belum lama ini.F-MARTUA

BATAM – Solusi terbaik agar produksi di PT Infineon Technologies Batam dan PT Philips Industries Batam, tertap berjalan. Dimana, dua perusahaan itu diusulkan lockdown. Namun diharapkan, kedua perusahaan yang terpapar Covid-19 tetap bisa berjalan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Selasa (22/9) mengungkapkan, pihaknya akan mencari solusi. “Kalau kebijakan itu dari Tim Gugus Tugas (lockdown), sekarang saya masih bicara dan membahas bersama,” kata Rudi.

Menurut Rudi, kedua perusahaan sudah melakukan tindakan pencegahan. Perusahan mengambil tindakan cepat dengan melaksanakan uji rapid dan swab kepada karyawan.

Baca Juga :  PDIP dan NasDem Resmi Usung Alias Wello Dalmasri Syam

“Mereka sudah lakukan proses rapid test. Per hari, sampai 700 karyawan dirapid test. Jadi mereka berupaya mengendalikan virus,” bebernya.

Saat ini diakui, jumlah karyawan Philips ada 3.300 karyawan dan Infineon sekitar 1.000 karyawan. Untuk saat ini PT Infineon sudah meminta semua karyawan mereka yang bekerja di bagian office untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

“Karena penularannya dari office. Jadi untuk memutus mata rantai penyebaran perusahaan sudah rumahkan karyawan untuk kerja,” bebernya.

Disebutkan, jika diberlakukan lockdown, perusahaan akan menghentikan semua produksi. Sehingga, diharapkan lockdown tidak sampai sampai dua minggu. “Atau bisa dengan membatasi jumlah karyawan yang masuk,” harap Rudi.

Baca Juga :  Balai Pertemuan Senilai Rp157 Juta Lapuk Tak Terpakai

Sebelumnya, Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, di dua perusahaan itu, 130 karyawan dinyatakan positif Covid-19.

“Alhamdulillah pak Wali setuju lock down dua PT tersebut,” ungkap Didi.

Penutupan kedua perusahaan itu untuk sementara setelah di PT Philips ada 67 orang yang dinyatakan positif. Sementara di PT Infinion ada 63 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

“Tapi nunggu suratnya dari pak Wako. Sekarang disiapkan pak Yusfa Hendri (Asisten),” bebernya.(mbb)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN