HSC Bermuatan Miras Ditegah Patroli BC

Miras yang berhasil ditegah Patroli Bea dan Cukai Kepri, Selasa kemarin diperairan Pulau Nyamuk.

KARIMUN – Satu unit high speed craft (HSC) bermuatan miras berhasil ditegah tim patroli Bea dan Cukai, di perairan Pulau Nyamuk, Selasa malam lalu. Kapal berkekuatan 6 mesin Suzuki 250PK tersebut, kedapatan membawa minuman keras impor, tanpa dokumen kepabeanan dan memasuki wilayah Indonesia tanpa izin.

Penindakan kali ini dilakukan secara sinergi antara tim patroli Jaring Sriwijaya, dan tim patroli dari Kanwil Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau, dengan menggunakan tiga armada yaitu kapal patroli BC 1288, BC 1403, dan BC 1189.

Penindakan berawal dari informasi yang diperoleh Bea Cukai, terkait adanya kegiatan speedboat muat dari Tanjung Sengkuang, Batam menuju Tembilahan (Riau).

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Syarif Hidayat mengungkapkan, setelah informasi tersebut diperoleh, Selasa (20/10), satuan tugas patroli laut Bea Cukai yang menggunakan kapal BC 1288 melakukan ronda laut di sekitar perairan Pulau Nyamuk, Lingga, dan kemungkinan jalur yang dilewati kapal yang menjadi target operasi.

       
        Loading...    
   

Hanya berselang satu jam, petugas menemukan tiga unit speed boat tanpa lampu melintasi Pulau Nyamuk, menuju arah Pulau Buaya. Petugas kemudian melakukan pengejaran. Bahkan sempat melepaskan tembakan peringatan untuk menghentikan laju speed boat.

“Speedboat tetap berupaya melarikan diri dan memberikan perlawanan dengan memotong haluan kapal BC 1288 hingga terjadi saling tabrak di bagian depan, antara kapal BC 1288 dengan speed boat yang menjadi target,” jelas Syarif.

Setelah speed boat melambat, petugas Bea Cukai memberikan tembakan ke arah mesin speed boat dan dilakukan penghentian paksa. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap speed boat tersebut dan menemukan satu kotak hitam yang berisi minuman beralkohol ilegal.

Selain itu satuan tugas patroli laut juga mengamankan delapan orang. Namun dua orang berinisial S dan H berupaya melarikan diri dengan lompat ke laut, saat percobaan sandar paksa oleh kapal BC 1288. Satuan tugas patroli laut kapal BC 1403 menindaklanjuti hal tersebut dengan melakukan pencairan dua tersangka yang kabur di perairan Mantang.

Meskipun demikian, setelah satu jam dilakukan pencairan kedua orang tersebut tidak ditemukan. Dengan pengawalan kapal BC 1189 dan BC 1403, petugas Bea Cukai membawa barang bukti beserta delapan awak kapal ke Kanwil Khusus Bea Cukai Kepulauan Riau untuk diproses lebih lanjut. (yon)

       
        Loading...    
   
BAGIKAN